Kebahagiaan Hakiki Seorang Muslim
Oleh: Naufalia Irbah Putri Abdillah
Berbicara soal kebahagiaan, pasti kita semua ingin bahagia kan? Lalu sebenarnya apa sih makna bahagia itu? Di antara kalian ada yang tau nggak?
Apakah yang dikatakan bahagia itu kalau viral di sosmed? Punya banyak fans? Jadian sama orang yang disuka? Punya barang-barang branded? Punya uang banyak atau hidup serba mewah? Hm.. yakin itu dinamakan kebahagiaan?
Sayangnya itulah yang terlihat sekarang. kebahagiaan identik dengan gaya hidup yang konsumtif dan hedonis. Kedua hal itu telah merubah makna bahagia yang sesungguhnya.
Kapitalisme dan liberalisme yang saat ini menjadi tuntutan sumber kebahagiaan menjadikan standart kebahagiaan menjadi tidak jelas. Asal banyak yang menyukai postingan kita di sosmed atau makin viral sudah dianggap bahagia, bebas untuk pacaran dianggap bahagia, makin kaya dan makin sukses juga dikatakan bahagia. Tidak heran jika generasi saat ini melakukan apapun untuk mencapai kebahagiaan tersebut.
Islam bukan lagi menjadi tolak ukur dalam melakukan setiap aktivitas sehingga generasi muda sulit melepaskan kebahagiaan semu tersebut. Pengennya bahagia eh ujung-ujungnya malah melakukan kemaksiatan.
Lalu sebenarnya kebahagiaan yang hakiki itu yang seperti apa sih? Yap, bahagia itu sebenarnya erat kaitannya dengan keimanan kita. Yaitu ketika apapun yang kita lakukan mendapatkan ridha Allah SWT. Pastinya kita semua ingin mendapat kebahagiaan yang diridhoi Allah kan? Jangan sampai kita terjebak dengan kebahagiaan semu ala kapitalisme dan liberalisme.
Selain itu, di dalam Islam kebahagiaan adalah ketika kita berilmu Islam. Karena ilmu dalam Islam menempati tempat tertinggi dan sangat penting dalam kehidupan kita. Di dalam Al-Quran juga dijelaskan bahwa orang yang semangat mengkaji Islam akan ditempatkan di posisi mulia. Seperti dalam Al-Quran, Allah berfirman:
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu. Dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" ( Q.S. Al-Mujadalah : 11)
Kebahagiaan juga diperoleh ketika kita menjalani seluruh syariat Allah tanpa tapi, tanpa nanti dan segera bertaubat. Allah berfirman :
"Adapun orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amalan yang sholih. Semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung." ( Al- Qashash : 67 )
Oh ya, kebahagiaan itu selain hanya bisa diperoleh ketika kita melakukan aktivitas yang diridhoi Allah, kita juga harus meninggalkan segala bentuk kemaksiatan.
Jika kita melanggar aturan Allah sama saja hal itu membuat hati kita tidak tentram. Pasti kita akan merasa gelisah dan takut ketika kita melakukan dosa. Iya kan?
Rasulullah SAW bersabda:
"Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan (dosa) selalu mendatangkan kegelisahan" (H.R. Al-Hakim)
Jadi kebahagiaan hakiki adalah ketika kita mengkaji Islam, mengamalkan syariat Islam secara menyeluruh dan berdakwah amar ma'ruf nahi munkar. Juga ketika kita selalu melibatkan Allah dalam segala urusan kita. (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Kebahagiaan Hakiki Seorang Muslim"