Kemerdekaan Paripurna dan Hakiki
Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @koreapi.1453)
Waktu bergulir begitu cepat
Bulan Agustus pun telah memasuki tanggal 17
Waktu yang diidentikan dengan kemerdekaan Indonesia
Tahun 2020 berarti memasuki tahun kemerdekaan yang ke-75
Penyambutan perayaan pun mulai dipersiapkan
Mulai dengan mengibarkan bendera di halaman rumah
Sampai memungut dana untuk pentas ceria
Namun, ada satu pertanyaan yang masih saja menggelayut di benak rakyat Indonesia
Benarkah negeri ini telah terlepas dari segala penjajahan
Hingga pantas menyandang predikat merdeka?
Jika kita merefleksi semua peristiwa di negeri ini
Penjajahan tentulah masih sangat dirasakan
Tentu bukan bermaksud menafikan perjuangan para pahlawan terdahulu
Yang mempertahankan negara sebagai tanah kaum Muslim dari tangan penjajah
Kini penjajahan tampil dengan wajah baru
Tak berdarah-darah
Tak angkat senjata juga dentuman meriam
Namun, tetap saja membuat rakyat Indonesia tak berdaya
Dengan segala kebijakan negara yang tak mengenakkan mereka
Penjajahan zaman kekinian berupa kendali atas ekonomi
Taktik oportunistik dalam politik
Kebebasan dalam pemikiran juga budaya yang kian dipuja
Dan hukum serta pertahanan keamanan yang dibuat terancam
Kemerdekaan paripurna
Ialah kemerdekaan yang bernuansa khas dari konsep Sang Pencipta
Ia terealisasi dari konsep paripurna Sang Penguasa Jagat Raya
Adanya merealisasi penghambaan kepada Allah ta’ala saja
Itulah misi utamanya
Saat manusia terbebas dari segala belenggu penghambaan kepada manusia
Di sanalah kemerdekaan akan dirasa
Dengan kata lain
Islam sejatinya mampu memerdekakan manusia dan bangsa
Dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan
Kezaliman juga penghambaan kepada manusia lainnya
Misi kemerdekaan Islam ini diinisiasi Rasulullah berdasarkan wahyu
Rasulullah pernah mengirim surat kepada Penduduk Najran sebagai berikut
“…Amma ba’du. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berbeda dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan oleh sesama hamba (manusia)…”
Maka merealisasi kemerdekaan hakiki
Tiada lain dengan merujuk kembali kepada tuntunan Ilahi Rabbi
Kemerdekaan hakiki akan tercipta
Kala manusia berhukum kepada Al-Qur'an kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya
Jika umat berpaling
Kesempitanlah yang akan didapatkan
Sebagaimana kondisi saat ini
Firman Allah ta’ala:
“Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)
Untuk merealisasi kemerdekaan hakiki
Tentulah butuh juga kepemimpinan yang syar’i
Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin begitu gigih dalam menerapkan Islam sebagai landasan hidup bernegara
Memahamkan bahwa tugas pemimpin adalah melakukan pengaturan urusan dunia (siyasah ad-dunya’)
Siyasah atau politik adalah mengatur sesuatu dengan apa yang membuat sesuatu itu baik
Yang wajib diterapkan dalam menunaikan tugas siyasah hanyalah syariah Islam
Ini seiring sejalan dengan perintah Allah
Baik kepada umat maupun penguasa
Untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah
Niscaya kemerdekaan paripurna dan hakiki
Akan mewarnai seisi bumi ini
Konawe, 17 Agustus 2020. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Kemerdekaan Paripurna dan Hakiki"