Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketaatan Adalah Kebahagiaan


Oleh: Kunjung S. (Komunitas Garis Bawah)

Dulu ada aktifis dakwah muda yang mengatakan pada saya "Mas sampeyan itu seperti kelinci..lucu, imut, mencari makan kesana-kemari, bermain, ngalor-ngidul, pokoknya happy deh..." katanya.

Saya sempat berpikir, merenung dan memahami perkataan seorang aktifis dakwah dan berusaha berdiskusi dengannya. Singkat cerita kita larut dalam obrolan saat-saat itu saya masa mencari pencerahan.

Diskusi mulai mengalir dari pertanyaan skak-mat  "Dunia ini berasal dari mana? Untuk apa didunia ini? Dan mau kemana setelah kehidupan dunia?". Dan tentunya semua orang ingin hidup bahagia, terus pertanyaanya "bahagia yang bagaimana?"

Kita katankanlah yang bekerja sebagai buruh, apakah hanya mengejar materi setinggi langit. Bekerja dari pagi hingga petang, kaki jadi kepala - kepala jadi kaki. Ngejar tambahan uang lembur agar terpenuhi kebutuhan kita.

Atau mengejar jabatan dunia agar bisa lebih dapat gaji lebih dan dihormati manusia. Bahkan dengan cara-cara yang diharamkan. Lalu membahagiakan keluarga dengan setumpukan harta dan uang.

Itu semua sah-sah saja asal semua digali dan didapat dengan cara-cara yang halal. Karena itu sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan nilai madaniah atau materi.

Dan pertanyaannya apakah cukup dengan mencari nafkah yang halal kemudian beribadah mahdoh kepada Allah SWT, puasa, zakat dan menunaikan haji sudah bisa dikatakan sempurna dan bahagia?

Tentunya semua kita harus bisa menjawab dari mana kehidupan ini kalau tidak berasal dari Allah. Untuk apa kehidupan ini kalau tidak untuk beribadah pada Allah. Dan kemana kehidupan ini setelah kehidupan dunia, tentunya kembali kepada Allah.

Allah SWT berfirman Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56). Ya tugas kita adalah beribadah.

Islam adalah sebuah agama yang beraqidah aqliyah sebagai sebuah proses. Aqidah ruhiyah sebagai sebuah landasan. Dan siyasiyah sebagai sebuah aturan.

Islam juga sebagai agama yang komprehensif. Dalam aqidah mengatur keimanan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, qadha dan qodar.

Islam juga mempunyai syariah atau aturan. Mengatur hubungan manusia dengan sang Khaliq seperti ibadah. Mengatur manusia dengan diri sendiri seperti hukum makanan, pakaian, akhlak dan lain-lain. Serta hubungan dengan individu yang lain seperti pemerintahan, pendidikan dan dakwah.

Maka Islam adalah agama yang sempurna dan kita diperintahkan untuk menjalankan Islam secara Kaffah. Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

Yang dikatakan kebahagiaan hakiki kita sebagai manusia adalah kita bisa tunduk dan patuh melaksanakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh sang pencipta.

Bagaimana mungkin dikatakan bahagia ketika kita mendapat rezeki yang halal tapi disatu sisi kita masih terlibat riba? Bagaimana mungkin kita bahagia bercengkrama bersama keluarga tetapi aurat istri anak wanita kita masih terbuka? Dan bagaimana kita bisa bahagia disaat kebutuhan kita semua tercukupi tetapi hukum-hukum Allah belum terlaksanakan dengan sempurna?

Semua akan menjadi indah dan tinggi jika apa yang kita lakukan karena ibadah. Kebahagiaan hidup akan dicapai bila HIDUP sesuai dengan ISLAM. Atau kebahagiaan kita akan kita temukan dalam proses ketaatan pada Allah SWT semata.

Jadi hidup kita bukan hanya sekedar seperti kelinci. Yang bermain loncat kesana-kemari, bergerak berkembang biak, sekedar mencari makan, berkumpul dengan keluarganya. Tapi ada makna nilai lebih kita sebagai manusia hamba dari Allah SWT. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Ketaatan Adalah Kebahagiaan"