Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kiblat Peradaban


Oleh: Saqirazazzdch (Siswi SMA)

Mengapa sekarang standar pakaian modern dilihat dari barat? Pakaian tertutup dianggap kuno. Pakaian terbuka disebut modern.

Mengapa sekarang standar makanan kelas atas dilihat dari barat? Intinya yang dari luar negeri sana. Wajib dicoba. Siapa yang peduli itu haram atau halal?

Mengapa sekarang tempat 'hits', ya seperti tempat tongkrongan orang-orang barat. Caffe, Club atau sejenisnya. Wajib dikunjungi. Masjid dipersepsikan hanya untuk orang tua saja.

Terutama, yang paling penting. Mengapa kita banyak mengetahui ilmuwan barat? Sedangkan, ilmuwan Islam sangat minim atau bahkan kita sama sekali tak tahu? Mengapa?

Jawabannya sangat simple. Karena mereka yang sedang berkuasa. Tentu laju peradaban sekarang akan mengikuti sesuai dari apa-apa ide mereka. Seperti food, fun dan fashion.

3 F tersebut tentu saja dipengaruhi dari apa-apa yang ada di barat. Sehingga, apalagi? Dampaknya muslim menjadi terlena dengan ketiga hal tersebut. Menjadi lupa akan kewajiban atau syariat-syariat yang harus diperhatikan.

Juga, perihal pendidikan. Hanya diselipkan tentang berjasanya orang-orang barat. Lihatlah buku-buku IPA. Ilmuwan yang dibahas siapa? Rata-rata ilmuwan barat. Padahal yang dijuluki bapak kedokteran itu Ibnu Sina. Seorang pakar yang sangat dikagumi bahkan oleh orang barat sekalipun.

Lihatlah buku matematika. Ilmuwan yang dibahas siapa? Dari barat sana. Padahal penemu angka ataupun aljabar sebagai dasar matematika siapa? Al-khawarizmi.

Itulah mengapa muslim kurang mengetahui syariatnya sendiri. Kita terbutakan kesenangan semu yang bersifat duniawi. Lalu, disodorkan hal yang di luar syariat kita. Tentu saja kita yang telah terbutakan tersebut. Menerima-menerima saja. Tanpa pernah mau berpikir.

Pantas, kita anti membicarakan khilafah. Pantas, kita dengan mudahnya tertindas. Pantas, kita dianggap terbelakang. Karena kita bahkan tidak tahu. Jika Islam ditegakkan dengan syariatnya. Maka, akan lahirlah muslim dengan pribadi emasnya dan dengan kilau prestasinya. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Kiblat Peradaban"