Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Sahabat Sejati


Oleh: Mona Emelia, S.Pd

Sahabat itu adalah orang yang paling mengerti kita. Dia akan selalu mendukung kita. Menyemangati kita dan selalu ada untuk kita. Sahabat adalah anugrah dari Allah yang patut untuk kita syukuri. Namun, dimana kita hidup, siapa sajakah orang yang kita ajak berteman tentu akan sangat berpengaruh kepada pembentukan karakter diri kita. Lebih gampangnya bahwa jika kita berteman dengan orang sholih maka kita akan mengikutinya, sebaliknya jika kita bersahabat dengan orang yang kurang baik akhlaqnya maka pasti akan berpengaruh juga kepada kita. Karenanya, sangat penting memilih sahabat yang memiliki karakter dan akhlak yang baik. Seperti juga dalam hadist berikut.

Seseorang itu tergantung pada agama sahabatnya, maka perhatikanlah salah seorang dari kamu kepada siapa dia bersahabat. (HR Abu Daud)

Memiliki sahabat sholih/shalihah adalah kebahagiaan tersendiri. Sahabat yang bersamanya kita lalui hari dalam suka atau duka. Sahabat yang membersamai kita dalam segala keadaan. Tak peduli kita kaya atau susah. Tak peduli kita pandai basa-basi atau serius saja.  Mereka selalu menerima kita apa adanya.

Sahabat yang sholih/shalihah adalah sahabat yang mampu memberikan kita syafaat. Berteman sampai akhirat. Di dunia bersama dalam ketaatan. Tak ragu menegur saat kita salah. Dan yang paling penting tulus dalam membantu kita.

Sahabat sholih/shalihah adalah sahabat sejati yang sesungguhnya. Sahabat yang akan bahagia saat kita mendapat keberuntungan. Akan bersedih saat kita kesulitan. Segenap daya akan dicurahkan. Membantu kita dengan segala upaya saat kita membutuhkan pertolongan. Tak hitung-hitungan dalam membantu. Yang terbaik akan diupayakan.

Persahabatan seperti ini adalah dambaan semua orang. Yang saat berkumpul dengan sahabatnya, mengetahui kabar kita baik dan mengobrol hal sekecil apapun sudah membuat bahagia. Yang setiap obrolannya adalah obrolan kebaikan. Motivasi untuk terus membaik bersama. Sungguh persahabatan yang diharapkan akan kekal sampai surga.

Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata,

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat. [Quutul Qulub 2/17]

Dari hadis di atas tentu bisa kita tarik kesimpulan, bahwa sahabat yang shalih/shalihah harus dijaga. Dipertahankan dan tak boleh di sia-sia kan. Sebab mereka mencintai dan menyayangi kta karena Allah.

Tentu kita menginginkan bisa bersama sahabat kita sampai Jannah. Karena orang yang bersahabat karena Allah akan mendapat ganjaran indah di surga. Sebagaimana hadis Rasul Sholallahu alaihi wasallam :

"Di sekitar Arsy-Nya ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada, hingga para nabi dan syuhada pun iri kepada mereka. Ketika para sahabat bertanya, Rasulullah menjawab, Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah. (HR. Tirmidzi).

Hadist di atas menunjukkan  bahwa betapa mulianya dan beruntungnya mereka yang menjalin persahabatan karena Allah. Semoga kita bisa menjaga sahabat sejati kita. Sahabat yang membersamai kita dalam dakwah. Dalam suka juga duka. Sahabat yang selalu rindu akan kebaikan menyelimuti semesta dengan ajaran Islam yang mulia. Menjadi rahmat bagi semesta. Wallahu alam bish showab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Makna Sahabat Sejati"