Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muslim Sejati


Oleh: Saqirazazzdch

"Jadilah seorang muslim sejati Bukan melaksanakan syariat sesuka hati."

-Saqirazazzdch-

Sebagian besar fenomena ini sering terjadi. Dimana dalam pelaksanaan syariat seringkali sebagian muslimah melaksanakan yang lain namun mengingkari yang lain. Dengan kata lain masih memilah milih dalam melaksanakan syariat kaffah (keseluruhan).

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? (Terjemahan potongan ayat pada surah Al-baqarah: 85)

Ini tentu bukanlah hal yang dibenarkan. Karena Allah subhana wa ta'ala memerintahkan kita untuk berislam secara kaffah. Kaffah artinya adalah keseluruhan.

Dengan kata lain, kita sudah seharusnya tidak meyakini sebagian saja syariat yang lain dan mengingkari syariat yang lain.

Misalnya, meyakini hijab itu wajib. Tetapi, mengingkari bahwa pacaran diharamkan. Meyakini bahwa Allah mewajibkan belajar. Namun, mengingkari bahwa kajian itu wajib. Meyakini bahwa shalat itu wajib. Namun, mengingkari bahwa pergaulan lelaki dan perempuan ada batasnya.

Ini bukan perkara kita baru melaksanakan sebagian yang lain dan sebagiannya tidak. Bukan. Hijrah lalu istiqomah memang butuh proses. Tetapi, ini perkara bagaimana kamu mencoba melaksanakannya secara kaffah.

Ini memang bukan perkara bagaimana kita mampu melaksanakannya secara keseluruhan. Bukan. Seorang mujahid tidak dilihat dari seberapa banyak ia menumpaskan musuh Islam. Tetapi, bagaimana ia berjuang melewati jalan jihad tersebut.

Namun, memang hal ini tentu terjadi akibat dari sistem pendidikan. Sejak awal, anak pada lingkungan keluarganya tidak dididik dengan syariat. Jadi, saat anak mulai beranjak besar. Mulai mengenal lingkungan pertemanan. Ia tidak menyertakan pertimbangan syariat.

Menyebabkan saat anak itu belajar pelajaran agama di sekolah dia pasti akan mengalami kebingungan. Di sekolah kata gurunya berpakaian syar'i itu wajib tetapi mengapa ibu, kakak perempuan dan keluarga perempuannya lain tidak mengenakan?

Jika kita menilik permasalahan ini secara mendetaile. Ini akibat dari orang tuanya yang dahulu pun tidak dididik syariat sejak dini juga sebelum menikah tidak mempelajari ilmu parenting.

Hal-hal seperti itu pasti terjadi. Ditambah pendidikan agama di sekolah tidak cukup membuat anak mengubah perilakunya ke koridor syariat. Contohya? Lihatlah saat di sekolah. Kita belajar puasa Ramadhan itu wajib. Tapi, masih banyak sekali yang tidak berpuasa tanpa alasan syar'i.

Ini tentu saja membuktikan bahwa sebenarnya sistem pendidikan baik dari pendidikan rumah maupun sekolah tidak mampu mengubah dan membentuk perilaku anak menjadi terarah pada koridor syariat.

Untuk itu. Dibutuhkanlah syariat Islam. Syariat yang mengatur ummat dari bangun tidur hingga bangun keluarga dan bahkan bangun negara. Ingat, rumus kehidupan. Apapun masalahnya hanya Islam solusinya. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Muslim Sejati"