Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Raih Pahala Lewat Sosial Media


Oleh: Triana Dewi P, S.Pd (Pendidik dan Pemerhati Masalah Sosial Remaja)

Media sosial sudah akrab dengan kehidupan masyarakat hari ini. Menurut hasil riset, sebanyak 64% penduduk Indonesia sudah mengakses dunia maya. We are social menyebutkan ada peningkatan jumlah pengguna medsos bila dibandingkan tahun 2019. Jumlah penambahannya menembus angka 10 juta pengguna yang aktif di media sosial (detik.com, 20/7/20).

Medsos kini seolah menjadi sebuah kebutuhan. Ditengah pandemi yang belum usai, memaksa masyarakat mengurangi aktifitas diluar rumah. Jadilah sekarang, media sosial yang jadi teman. Media sosial tidak hanya menjadi sarana menghubungkan antar relasi. Namun, menawarkan berbagai fitur menarik yang membuat mata melirik.

Daya tarik media sosial membuat beberapa kalangan memanfaatkannya dengan membuat berbagai konten. Kebanyakan pembuat konten berasal dari kalangan muda. Tengok saja beberapa waktu yang lalu, sempat viral challenge make up dengan model dandanan yang semula cantik kemudian menjadi seram. Dalam waktu tidak begitu lama, challenge tersebut menduduki trending topic.

Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan lagi dengan prank seorang YouTuber asal Palembang. Prank yang dia lakukan dengan memberi sampah yang diklaim daging qurban. Setelah ditangkap pihak kepolisian, dari keluarganya mengaku tindakan itu adalah setingan belaka. Bahkan orang yang diprank ternyata adalah orang tua dari YouTuber tersebut.

Sangat disayangkan, perbuatan tercela mendapat dukungan pihak keluarga.
Padahal aktifitas yang dilakukannya justru tak ada kebaikan sama sekali. Ngeprank hanya demi popularitas. Menggunggah konten yang benar-benar jauh dari kata bermanfaat bagi sesama. Demi mengejar kekinian, lupa bahwa perbuatannya sia-sia.
Konten yang viral di media sosial saat ini sangat banyak. Namun yang disayangkan, konten yang beredar kurang edukatif. Padahal masyarakat kita hari ini membutuhkan banyak konten yang mendidik, agar penikmat medsos juga menjadi penduduk dunia maya yang cerdas. Kebanyakan yang viral justru yang remeh temeh dan seringkali tidak mendidik moral.

Ide kebebasan menjadi pemicu mengapa banyak ditemui kegiatan minim kemanfaatan. Bagi mereka pemuja kebebasan, yang penting happy menjadi slogan. Asal tenar menjadi sebuah kebanggaan. Meskipun ngeprank merugikan orang.

Jauhnya pemahaman agama menjadi sebab acuhnya masyarakat terhadap setiap tindakan yang dilakukan. Tidak berpikir sebelum bertindak membuat aktifitas menjadi liar. Tidak ada standar dalam perbuatannya. Jadilah apa yang dilakukannya justru bisa membawa pada kerugian dunia akhirat.

Sebagai orang yang cerdas haruslah berpikir sebelum bertindak. Termasuk ketika mengunggah konten dimedia sosial. Apapun yang diunggah maka kelak akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Maka pastikanlah konten berisikan hal yang bermanfaat.

Sungguh sangat miris jika konten yang diunggah tidak memberi kontribusi positif bagi peningkatan kualitas masyarakat. Karena sesungguhnya akan ada pencatatan oleh malaikat. Allah berfirman  dalam al-Qur’an yang artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (AQS. Al-Isra` : 36).

So, berhati-hatilah dalam menyebarkan sesuatu kepada orang lain. Apabila kita melakukan kebaikan maka akan ada ganjaran dari Allah SWT. Begitu pun dengan keburukan. Maka kelak akan kita temui penghisaban atas segala amal. Oleh karena itu,  jika menggunggah konten bermanfaat semisal dakwah menyeru kepada Islam, berbuat baik sesuai hukum syara, akan bisa memperberat timbangan amal kebaikan di Yaumil akhir.

Sebaliknya, jika konten unfaedah yang diunggah maka detik itu juga catatan amal berlangsung. Menebarkan keburukan akan berdampak pada dosa. Apalagi jika aktifitas tersebut dilakukan banyak orang. Bisa jadi menumpuk beban dosa yang akan berat pertanggungjawabannya.

Maka sudah seharusnya masyarakat sadar bahwasannya dia tidak akan lepas dari pengawasan Sang Pencipta. Untuk itulah, perlunya pemupukan ketaqwaan indiividu sedini mungkin. Memahamkan bahwa Islam membawa seperangkat aturan dalam kehidupan.  Termasuk didalamnya ada aturan tentang aktivitas  yang boleh atau diharamkan. Sebagai umatnya wajib menaatinya.

Negara seharusnya bisa menyaring konten-konten tak bermutu. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berlomba dalam menyuguhkan konten berfaedah. Hal itu justru lebih berguna daripada hanya sekedar konten viral. Untuk itu negara harus hadir dalam mendukung upaya pencerdasan masyarakat dalam bersosial media.

Kebijakan negara haruslah lebih tegas untuk memberi sanksi bagi penggungah konten unfaedah. Apalagi jika yang diunggah berupa konten pornografi. Penutupan akun secara permanen, bisa saja diperlukan agar tak berseliweran konten tak mendidik yang muncul di sosial media. Maka butuh sinergi dari pemangku kebijakan dan juga masyarakat dalam menyajikan konten yang berkualitas. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Raih Pahala Lewat Sosial Media"