Rumus Syaithon
Oleh: Saqirazazzdch
Setelah tidur seharian. Menonton drama korea seharian. Nge-game seharian. Baca novel seharian. Kerjaannya malas-malasan saja. Di akhir hari, entah mengapa aku malah bingung.
"Seharian ini aku ngapain?" tanyaku. Aku sadar. Apa saja yang aku lakukan seharian itu. Tetapi, entah kenapa pertanyaan itu mengganggu. Terus berputar.
"Aku habis melakukan apa?"
Rasanya perasaanku gelisah. Hampa. Seperti banyak beban. Kehidupanku terasa kacau. Padahal, faktanya. Aku sedang tidak punya masalah.
Ah, inilah sifat manusia yang asli. Kita sadar. Tugas kita itu beribadah pada Allah. Kita sadar, harusnya kita tidak menyelisihi ajaran-Nya. Harusnya kita tidak terlena di dunia.
Tapi, lagi-lagi inilah kita. Terbutakan nafsu. Terbuaikan tipu syaithon. Padahal, rumus hidup syaithon itu simple.
Dia akan membuat kita membayangkan kenikmatan saat kita melakukan kemaksiatan dan dia akan membuat kita membayangkan kesengsaraan saat kita hendak melakukan ketaatan.
Contohnya, begini. Nanti, kamu akan ada agenda kajian. Syaithon, akan membuat kamu membayangkan, "ah duduk lama dengerin kajian. Bosen. Capek. Sekali-kali istirahatlah."
Saat kamu memainkan ponsel. Terdengar adzan. Syaithon akan membuatmu terlena. "Waktu sholatnya masih panjang. Udah liat aja dulu chattannya. Kali aja penting loh. Sholat nanti aja. Capek. Refreshing dulu lah."
Rumus syaithon itu simple. Banyaknya ya menipu. Pemikiran kita terlalu berliku. Seringnya tertipu. Duh, jadi sedih.. Semoga diawal tahun baru Islam ini. Kita bisa berubah, yups hijrah menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Aamiin (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Rumus Syaithon"