Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sobat, Yuk Bersahabat Dengan Qur'an!


Oleh: Yuyun Rumiwati

Sore itu seorang anak bertanya pada ibunya, 'Kenapa ibu tidak ikut menghafal Qur'an seperti ustadzah saya?", Sang ibu hanya terpaku, tak mampu berdalih apalagi berdalil untuk menghindar dan  mempertahankan diri. Barangkali, jika alasan berikut diberikan pada saya di era generasi Y, "Nak, cukup bapak dan emak yang bodoh nak, karena itu kamu harus
 pinter. Jangan seperti emak bapakmu."

Lalu, terbayang jika alasan itu disampaikan di ibuk pada anaknya di era milineal "generasi z", bisa muncul lho, bapak dan emak akan muncul jawaban, " bukankah hadistnya, menuntut ilmu itu mulai dari ayunan hingga liang lahat". Jadi panjangkan perdebatan. Terlebih jika saya ingat seorang ustadz berkata, semakin banyak alasan kita untuk membela diri, kian terlihat kesalahan kita. Layak jika si ibu, hanya terpaku dan berkomitmen dan berdoa  doa dalam hati. "Ya, Rabb, berilah rasa cinta di hati hamba dengan Al-quran. Hingga saya benar-benar menjadikan ia sahabat dan teman hamba." Andaipun saat ini belum genap satu juz hafalan hamba dengan cinta itu semoga bersemi hamba untuk menjaganya dan menbah-Nya dengan pertolongan-Mu"

Secuil kisah tadi mengingatkan bagi kita. Bisa jadi kesibukan kita dengan berbagai amanah  mengurangi romantisme kita bersahabat dengan Qur'an. Bukan hanya romantismenya, sekedar menyapa pun hanya di hello, atau bahkan terlewat tanpa membaca.

Karena itu ada beberapa catatan pengingat ulang bagi kita tentang keutamaan membaca Qur'an agar kita menjadi sahabat setia Qur'an. Sahabat setia tentu akan merindu dan tak ingin berpisah. Bahkan, Al-quran pun telah berjanji untuk menjadi teman setia yang menolong para pembacanya hingga Akhirat, sebagamana hadist Rasulullah,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ 

“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” (Imam Muslim, Shahih Muslim).

Sobat, untuk benar-benar menjadikan Al-Qur'an memang tidak terwujud dengan  instan laksana membalik telapak tangan. Butuh pensusanaan dan tips tertentu agar kira kian cinta Islam dan merasa sedih tidak bersamanya. Berikut tipsnya;

• Pertama: Senantiasa mengingat keutamaan membaca, menghafal, mengkaji dan mengamalkan Al-Qur'an. Hal ini bisa kita peroleh dengan mengkaji keutamaan Qur'an. Keutamaannya tidak hanya dunia tapi di akhirat.

Menurut Imam Syafi'i orang yang belajar Al-Qur'an hidupnya akan disegani. Walah niat seorang mencintai Qur'an bukan untuk minta disegani. Namun, karena keilmuwannya terkait itulah Allah tinggikan derajad para Ahlu Qur'an.

• Kedua: Mensusanakan tiada hari tanpa Qur'an. Bahkan jika memungkinkan tiada tempat tanpa Qur'an kecuali di tempat najiz.

Dengan pembiasaan ini akan melahirkan hidup indah bersama Qur'an dan merasa ada yang hilang jika tidak membaca, mengkaji dan membawanya.

Ibarat pepatah "jalaran trisno saja ngglibet" ( cinta lahir karena sering ketemu). Karenanya dengan membuasakan tiada hari tanpa Qur'an akan tercipta suasana untuk terus bersama dan mencinta Qur'an. Dan benar-benar rindu jika hilang suasana itu

• Ketiga: Bergaul dengan Ahlu Qur'an.
Bergaul dengan Ahlu Qur'an.

Bersama Ahlu Qur'an memberikan spirit dan motivasi diri untuk cinta Qur'an. Bahkan andai di era pandemi kita belum bisa bertemu secara langsung. Kita bisa bergabung di grup pencinta Qur'an atau sering menyaksikan tayangan di YouTube para hafidz/ah. Tengok saja Ahmad-Kamil, hafidz kecil yang terkenal sebagai gogle Qur'an karena luar biasanya hafalan Qur'an-Nya.

• Keempat: Berdoa pada Allah agar dimudahkan untuk senantiasa mencintai Qur'an  Karena Al-Qur'an adalah Kalamullah, maka tiada jalan yang lebih dekat agar ikatan kita dengan Qur'an kian kuat, selain memohon pada Allah sang Maha Rahim.

• Kelima: Senantiasa menjaga niat karena Allah dan berjuang agar Al-Qur'an diterapkan.

Jika membacanya saja Allah janjikan pahala per huruf. Lalu dilipatgandakan 10 kebaikan. Maka mengerahkan daya untuk berjuang mewujudkan Al-quran sebagai sumber pedoman kehidupan tentu lebih utama lagi.

Dan bukankah seberapa besar kita cinta Qur'an bisa dilihat dari seberapa besar pengorbanan kita untuk Qur'an?. Baik  waktu, pikiran, tenaga, harta agar bisa Istiqomah membaca , mengkaji, mengamalkan dan memperjuangkan hingga terwujud Khilafah sebagai institusi  penerap Al-Qur'an yang efektif. Aamiin. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Sobat, Yuk Bersahabat Dengan Qur'an!"