Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tertipu Fatamorgana Waktu


Oleh: Bandibunny

Ingin rasanya aku mengulang waktu, mengisi kembali setiap kesempatan yang dulu terlewatkan, mengejar ketertinggalan, merevisi tujuan, dan mengganti keburukan dengan kebaikan, meninggalkan jejak kebermanfaatan untuk diri sendiri ataupun orang lain, meskipun kenyataanya aku tau waktu yang dulu tak akan datang dan terulang.

Waktu seolah cepat berlalu melindas kejadian demi kejadian, meninggalkan bekas tinta kesia-siaan yang amat sediktnya kebaikan jika dikalkulasikan, semua seakan baru dalam lintas pikirku membuka harapan bahwa kesempatan itu akan kembali ku dapatkan, namun semua hanya angan semu diatas pengharapan palsu.

Kesempatan itu berlalu dihempas gelombang waktu, mengikis harapan menyisihkan buih-buih penyesalan serta membuyarkan mimpi yang ku tulis rapi. Aku tertipu oleh waktu, waktu yang ku anggap bisa bersahabat baik dengan ku tetapi ia menjauh dan berlalu tanpa sedikitpun mau menunggu.

Di atas permukaan kemilau waktu, aku meletakan dasar kebahagian dalam bayangan secercah cahaya terang tentang masa depan, namun kesalahan mempersepsikan waktu.

Menarik kemudi hidup menuju jalan redup, menganggap lalu sesuatu yang dulu tanpa memaknai esensi perjalanan dan mengambil pelajaran.

Aku lupa kepada sang pemilik lautan waktu, mengarunginya tapi asing dengan pemiliknya sampan ku dayung berjalan tanpa attitude penghormatan sebagi bentuk penghambaan, aku enggan membaca dan mengikuti kalam petunjuk-Nya, merasa perjalananku akan baik tanpa bimbingan dari Sang Khalik.

Terjebak dalam fatamorgana waktu, membawaku pada titik temu pemaknaan baru tentang waktu, mendaur ulang kesempatan yang dulu pernah terbuang dan terabaikan, menaiki dan mengambil kembali kemudi sampan harapan disisa waktu meski tak se-efisien dulu, di atas bentangan layar nikmat dari-Nya, ku coba ikuti tiupan angin kemanapun Ia membawanya. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Tertipu Fatamorgana Waktu"