Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Seharusnya Kita Berdebat Yang Baik


Oleh: Mochamad Efendi

Sangat disayangka jika berdebat keluar dari substansi, malah menyerang pribadi, tidak lagi kebenaran tapi emosi ingin menjadi pemenang dengan mencari kelemahan lawan. Menanggapi satu perdebatan di program acara Dua Sisi TV One, Din Syamsuddin merasa malu terhadap sikap seorang profesor, guru besar yang kalah dalam berdebat, sehingga menyerang pribadi lawan.

“Saya mengikuti debat tersebut dan merasa malu ada seorang guru besar yang kalah berdebat tentang substansi kemudian menyerang lawan debatnya secara pribadi,” terang Din Syamsuddin. https://radartegal.com/bikin-malu-din-syamsudin-profesor-kalah-debat-dengan-rocky-gerung-lalu-serang-pribadi.4809.html)

Seorang profesor juga bisa salah dan memalukan dalam berdebat jika dia mengedepankan emosi daripada isi yang sedang dibahas untuk mencari kebenaran dalam perbedaan. Gaes bagaimana harusnya kita berdebat yang baik agar tidak memalukan dan kebenaran yang kita dapat, bukan menang dan kalah dalam berdebat.

• Pertama, jangan mengedepankan emosi saat berdebat. Kebencian sering membuat kita tidak bisa berfikir jernih. Harusnya kita lebih fokus pada substansi dengan memberikan narasi berupa argumen yang meyakinkan sehingga orang lain bisa menerima kebenaran yang kita sampaikan. Namun, saat emosi yang dikedepankan, berbicara tidak bisa tenang dan tidak disadari keluar kata-kata yang tidak elegan yang membuat lawan jadi sakit hati.  perdebatan jadi memanas sehingga tidak ditemukan solusi atas permasalahan yang diperdebatkan. Gaes, Kalau sudah seperti ini, gak usah diteruskan karena hanya akan berujung pada pertengkaran dan menciptakan musuh, bukan usaha untuk mencari kebenaran.

• Kedua, jangan pula menyerang pribadi lawan. Setiap manusia pasti memiliki kelemahan dan kesalahan. Perdebatan sudah tidak sehat jika saling cari kelemahan dan kesalahan pribadi lawan. Harusnya berdebat dengan lebih mengedepankan narasi argumen yang meyakinkan tentang substansi yang diperdebatkan akan lebih menghasilkan solusi dari pada mencari keselahan musuh. Dengan diperdebatkan setu kebenaran bisa lebih meyakinkan akal dan menentramkan hati. Kebenaran seperti ini akan lebih melekat dan bertahan lama dalam pemahaman kita.
Disandarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa beliau berkata :

أنظر ما قال ولا تنظر من قال

Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan.

• Ketiga, jika ingin mencari kebenaran, gunakan dalil yang bersumber dari hukum Islam. Berdebat harusnya bertujuan untuk mencari kebenaran sehingga tidak menganggap lawan debat sebagai musuh yang harus dijatuhkan. Jangan malu untuk menerima lebenaran meskipun itu dari lawan.  saat kita bisa menerima kebenaran dari lawan jika memang itu kebenaran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala surat An-Nisa ayat 59 tentang keharusan mengembalikan setiap permasalahan, setiap perbedaan pendapat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di akhir ayat ini:

“Dan jika kalian berselisih pendapat tentang satu masalah maka kembalikanlah kepada Allah dan kepada RasulNya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir. Yang demikian itu adalah lebih baik dan akibatnya pun juga lebih baik.” (QS. An-Nisa[4]: 59).

Semoga tips diatas bermanfaat agar bisa berdebat yang baik. Jika perdebatan sudah tidak sehat, tidak mencari kebenaran tapi lebih pada kesalahan dan kelemahan pribadi lawan, tidak usah diteruskan karena hanya cari permusuhan dan meninggalkan kebencian. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Bagaimana Seharusnya Kita Berdebat Yang Baik "