Berpihaklah pada Kebenaran Islam
Oleh: Mochamad Efendi
Dalam sebuah kisah, saat Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh raja Namrud, terjadilah satu percakapan antara burung pipit kecil yang berusaha memadamkan api yang membakar nabi Ibrahim dengan cara mengangkut air di paruh kecilnya. Bolak balik mengambil air dari danau dan menitikkannya ke atas api yang sedang melahap tubuh Ibrahim AS. Cecak yang melihatnya tertawa mengejek, "mana mungkin air dari paruhmu itu dapat memadamkan api itu, hanya beberapa tetes saja..."ejek sang cecak. Burung pipit tidak peduli, apakah air yang sempat diangkutnya mampu memadamkan kobaran api atau tidak, ia terus saja meneteskan air dari paruhnya. "Aku tidak sanggup melihat Nabi Ibrahim, kekasih Allah dibakar. Biarlah air ini terus menetes, karena Allah Maha Tahu pada siapa aku berpihak..." burung pipit membela diri.
Pemikiran pragmatis sering mengalahkan idealisme dan keyakinan saat kita selalu berfikir hasil. Dalam sebuah percakapan antara burung pipit dan cicak disana kita belajar bahwa sekecil apapun ikhtiar kita tidak ada yang sia-sia meskipun tidak berkontribusi apa-apa. Namun keberpihakan kita pada kebenaran karena ikhlas mencari ridho Allah akan dinilai sebagai ibadah yang akan mengantarkan ke SurgaNya. Sebaliknya, sekecil apapun keberpihakan kita pada kemungkaran akan dinilai sebagai keburukan yang akan mengantakan kita pada seburuk-buruk tempat kembali. Allah Maha Tahu apa yang kita lakukan dan Allah tidak melihat hasil, tapi usaha maksimal yang kita lakukan untuk membela kebenaran.
Disaat banyak orang berfikir pragmatis, hanya melihat nilai manfaat, sungguh luar biasa masih ada orang yang masih teguh dalam prinsip dan idealisme untuk membela kebenaran yang bersumber dari keyakinan yang lurus dan mulia, Islam.
Gaes, cibiran dan bulian jangan membuat kita mundur untuk menyuarakan Islam kaffah. Keren, saat kita berani menunjukkan identitas sebagai muslim sejati ditengah derasnya arus islamophobia. Luar biasa, jika bangga dengan simbol pemersatu umat Islam, meskipun kita bukan siapa-siapa. Meskipun tidak memiliki kekuasaan, kekayaan dan kemampuan yang bisa dibanggakan, tidak perlu berkecil hati dalam usaha kita membela agama Allah. Kesungguhan dan usaha maksimal kita yang akan dilihat sebagai amalan kebaikan, bukan seberapa besar kontribusi kita.
Gaes, sekecil apapun usaha kita karena berpihak pada Islam, tidak ada yang sia-sia. Meskipun kita hanya like ataupun tweet untuk mendukung ide-ide Islami agar menjadi trending topic, sebaliknya menenggelamkan koten-konten yang sampah dan menolak pemikiran salah yang bertentangan dengan Islam. Keberpihakan kita itulah yang penting dan bernilai ibadah meskipun apa yang kita lakukan mungkin sangat kecil. Namun sikap kita yang berpihak pada kebenaran dan keistiqomahan kita dalam membela ajaran Islam yang lurus dan mulia adalah sikap cerdas yang bersumber dari pemikiran cemerlang.
Gaes, bagi yang mampu buat tulisan, vedio, ataupun meme, sampaikan keberpihakanmu pada Islam. Tidak usah ragu untuk upload di sosial media agar lebih bisa dibaca atau ditonton banyak orang. Tidak perlu berfikir hasil, karya kita adalah bukti nyata kepada siapa kita berpihak. Viral ataupun tidak, yang terpenting keberpihakan kita pada kebenaran, Islam. Burung pipit yang kecil saja mampu membedakan yang benar dan salah. Kemudian, dengan usaha terbaiknya dia melakukan apa yang dianggap benar, meskipun yang dikakukan tidak mampu menghasilkan apa-apa.
Tentunya, manusia dengan akalnya akan lebih cerdas dalam memilih yang benar, serta dengan kemampuan yang dimiliki mau membela yang benar. Keberpihakan kita pada Islam, itulah pilihan yang benar dan menjadikan kita menjadi makhluk mulia, sebaik-baik makhluk. Sebaliknya, manusia akan menjadi seburuk-buruk makhluk saat tidak mampu melihat kebenaran Islam seperti yang dijelaskan didalam al-Qur'an surat al-Bayyinah ayat 6.
Gaes, jangan berkecil hati meskipun kita tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan untuk bisa membela kebenaran Islam. Keberpihakan kita itulah yang terpenting, meskipun kontribusinya kecil. Teruslah lakukan usaha terbaik untuk Islam. Belajarlah dari burung pipit kecil yang tidak menyerah untuk membela yang benar, meskipun usahanya dianggap kecil dan tidak ada artinya oleh cicak. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Berpihaklah pada Kebenaran Islam"