Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cahaya Pendidikan


Oleh: Shy Shine

Ramai diperbincangkan di Twitter tentang video ospek atau pkkmb di salah satu universitas negeri yang terkenal di Surabaya melakukan kekerasan verbal yang dilakukan senior terhadap junior disebabkan junior tersebut tidak memakai ikat pinggang.

Yang awalnya menjadi trending topik di Twitter, hingga merebak di Instagram dan menjadi sebuah berita. Hingga banyak artis yang turut berkomentar terkait video tersebut.

Menurut Ernest, ospek hanya menjadi ajang pelampiasan ego untuk orang-orang yang menurutnya tidak punya kebanggan dan tidak punya prestasi dalam hidupnya. Ia juga menambahkan budaya senioritas adalah budaya dimana seseorang merasaa punya value lebih karena merasa lebih dahulu masuk kuliah. orang itu harusnya dihargai karena prestasinya, karena manfaatnya pada sesama bukan masalah pada tahun angkatan.

Terjadinya budaya senioritas : Karena kebiasaan ini bagaikan lomba lari estafet, selalu diteruskan. Mereka yang dahulu seorang junior kemudian ditindas dan dianggap rendah oleh senior, ketika junior ini kemudian naik tingkat jadi senior mereka dendam dan ingin merasakan menindas junior baru. Sebenarnya hal – hal ini sepele, namun namanya anak muda, mereka ingin menunjukkan ke dunia secara ekspresif dan menandakan diri mereka sebagai orang yang mampu menindas kembali ketika tertindas, pola pikir kuno.

Budaya senioritas harus dihindari sekalipun dengan Alasan “mendidik” karena hidup di dunia sudah banyak masalah yang akan membuat orang menjadi dewasa. Konsep “mendidik” dalam pendidikan tidak harus menggunakan kekerasan yang akan berdampak pada psikologis di dalam manusia, yang akan membuat down, tidaka ada semangat dalam hidupnya.

Filsafat pendidikan dalam Islam telah digariskan prinsip-prinsipnya di Dalam kitab suci al-Qur‟an dan sunnah Nabi Muhammad Saw. Perintah untuk Belajar, mencari tahu, bertanya dan menuntut ilmu bertabutan dalam al-Qur‟an dan hadits, demikian pula ajaran untuk menyampaikan, mengajarkan Dan menyiarkan ilmu pengetahuan. Orang-orang yang berilmu akan dipuji dan mendapat kemuliaan.

Al-Ghazali menyatakan, Sesungguhnya tujuan dari pendidikan ialah untuk mendekatkan diri  Kepada Allah „Azza wa Jalla, bukan pangkat dan bermegah-megahan, dan hendaknya janganlah seorang pelajar itu belajar untuk mencari pangkat, harta, menipu orang-orang bodoh ataupun bermegah-megahan dengan kawan.

Islam sudah mengatur sangat jelas dalam kehidupan salah satunya adalah konsep pendidikan. Konsep pendidikan dalam Islam harus berlandaskan pada Qur’an dan hadits yang akan membentuk diri insani, yang mempunyai moral dan dapat bermanfaat untuk negara, masyarakat, atau orang lain sehingga tidak merugikan dan menyakiti orang lain.
Budaya senioritas sangat bertentangan dengan konsep pendidikan yang dilakukan di dunia pendidikan yang ada di Indonesia, membuat juniornya merasa takut, kejiwaannya menjadi terganggu. Dan Islam mempunyai solusi atas permasalahan tersebut. Yang seharusnya sistem pendidikan Nasional dirubah menjadi solusi Islam yang telah ditawarkan. Agar dunia pendidikan menjadi lebih baik mencetak para cendekiawan yang lebih berkualitas. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Cahaya Pendidikan"