Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dakwah Never Ending


Oleh: Sahilatul Hidayah (Pemerhati remaja)

"Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung". (TQS. Ali Imran :104)

Dakwah, apa yang pertama kali ada di pikiran kalean ketika mendengar kata itu. Duh kak itu mah kerjaanya para ustadz dan ustadzah kalik kak. Yang udah punya ilmu agama segambreng dan sholih sholihah pasti orangnya. Kalau aku mah apa atuh cuman remahan rengginang di kaleng biskuit Kh*ong G*uan. Masih banyak beut yang kudu diperbaikin diri ini kak, kalau kata orang jawa akeh poll.

Hmm..gitu ya..iya juga sih biasanya ketika seseorang dalam kesehariannya melakukan aktivitas dakwah, biasanya masyarakat akan langsung menyebut atau melabelinya dengan sebutan pak ustadz atau bu ustadzah dan biasanya selalu diidentikkan dengan orang yang alim karena keluasan ilmu agama yang dimilikinya. Tapi..tau gak sih kalau yang namanya dakwah itu ternyata sebuah kewajiban lho gess. Siapa yang wajib ngelakuin itu?. Kita yang mengaku diri sebagai seorang muslim.

Iyess..tugas kita sebagai seorang muslim untuk saling menasehati dalam kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Iyess hal itu emang gak mudah untuk dilakuin karena pasti akan datang yang namanya cibiran, cemohan, cacian bahkan bisa saja sampai yang namanya siksaan seperti yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabat. Tapi..apakah keadaan tersebut akhirnya ngebuat mereka menyerah? oh tentu tidak pastinya. Mereka tetap istikamah dan terus melangkah dalam dakwah. Gak sedikitpun terbesit kata menyerah dalam benak mereka ketika melakukan dakwah walaupun harus bertaruh nyawa.

Lha kak itu kan Rasulullah dan para sahabat beda beut lha dengan kita, kek langit dan bumi gitu beda 180 derajat eh salah malah beda 360 dejarat kalik dengan kita jaaauhh beut bedanya. Hmm..kalau ngomongin beda, emang beda beda jauh malah terkait dengan kualitas diri kita dengan Rasulullah dan para sahabat, tapi terkait dengan kewajiban gak ada bedanya dakwah juga wajib bin kudu kita lakuin.

Ingat kan bunyi hadist 'sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat', itu nunjuin ke kita kalau yang namanya dakwah atau menyampaikan kebenaran islam itu gak nunggu kita alim dulu dengan segudang ilmu agama yang kita punya. Tetapi menyampaikan kebenaran Islam yang sudah kita tau dan kaji walaupun itu hanya dari satu ayat saja. Gak masalah. Karena sejatinya dengan satu kebenaran Islam yang sudah kita sampaikan atau dakwahkan kepada yang lain itu sudah merupakan bentuk tertunaikannya kewajiban kita dalam menjalankan dakwah.

Nah proses selanjutnya kita kudu bin wajib merecharge tsaqafah (ilmu) Islam yang kita miliki sehingga akan semakin banyak kebenaran Islam yang akan tersampaikan. Juga gak lupa kita tau betul bagaimana adab dalam menyampaikan. Harus dengan hujjah (dalil) kuat yang menjadi landasannya, disertai dengan cara yang baik pastinya, sehingga menjadikan yang mendengar apa yang kita sampaikan akan tergugah pemikiran dan pemahamannya dan akhirnya akan ada perubahan perilaku menjadi lebih baik yaitu menjadi lebih taat.

Sungguh emang bukan proses yang gak mudah pastinya, selain kita harus tekun dan sabar dalam menambah tsaqafah (ilmu) Islam kita dengan terus semangat belajar kita juga kudu nyiapin diri menerima segala reaksi yang akan kita dapatkan ketika kita menyampaikan kebenaran Islam. Yang dibilang sok alim lah atau istilah yang lagi ngetrend sekarang radikalis hanya karena menyampaikan kebenaran isi dari Alquran dan Hadist.

Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah atau suri tauladan yang baik telah mencontohkan kalau beliau sama sekali tidak mengenal kata menyerah ketika melakukan dakwah. Gak bisa dibayangkan ya kalau seandainya beliau menyerah kalah dengan dakwah yang dilakukannya pasti kita yang ada disini dan umat islam yang ada di seluruh penjuru dunia tidak akan bisa merasakan nikmat dan indahnya memeluk Islam.

So, Rasulullah saja gak nyerah tuh ketika ngejalanin dakwah sepanjang hidup beliau, masak ya kita yang ngaku sebagai umatnya kudu menyerah kalah ketika berdakwah. InshaaAllah jawabannya pasti tidak akan pernah nyerah. Ingat Allah sudah ngejanjiin balasan yang terbaik buat siapapun yang teleh berkomitmen mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah seperti yang ada dalam QS. Ali Imran ayat 104 yang udah aku sebutin di awal tadi. So tetaplah semangat dalam dakwah temans, dakwah never ending. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Dakwah Never Ending "