Emang Salah Suka K-Pop?
Oleh: Dewi Suciyati
Hari gini pasti udah pada tau kan kalau musik bergenre K-Pop lagi melejit di seluruh dunia.
Tak hanya menjadi kebanggaan dalam negeri, musik K-Pop sangat mudah sekali merasuk ke dalam hati banyak orang.
Entah itu dalam segi lirik, dance, music video, konsep lagu, sampai gaya busananya benar-benar dipersiapkan secara matang dan profesional.
Sang penulis lagu sangat memperhatikan dengan detail lirik yang akan mereka buat, sehingga para pendengar setia dari luar korea langsung tersentuh dan terkesima meski sebelumnya gak paham sama makna dibalik lirik tersebut.
Selain penulis lagu, penyanyi yang membawakannya juga sangat mendukung akan viralnya musik K-Pop.
Namun sobat, tau gak ada beberapa hasil karya K-Pop yang kontroversial alias mengandung unsur pelecehan, dan unsur itu salah satunya menyinggung agama.
Lagu terbaru dari girlgroup yang akhir-akhir ini selalu trending topik, di dalam liriknya si penulis mencatut nama Musa, dimana nama tersebut dikenal umat Islam sebagai Nabi dan Rasul.
Meski sang penulis mengklarifikasi bahwa gak nyinggung agama apapun dan gak ada maksud buat melecehkan, tapi tetap saja menimbulkan polemik diantara para fans, terutama fans muslim.
Kemudian salah satu lagu dari solois perempuan K-Pop yang terkenal akan konsep nyentriknya itu, dulu sempat menuai berbagai kecaman, karena memasukkan suara qori yang sedang melantunkan surat An-Naba' ke dalam lagunya.
Bahkan ada juga yang entah disengaja atau enggak udah meremix suara adzan ke dalam musiknya.
Astaghfirullah...
Kalau gini terus enaknya diapain ya?
Nah kalau udah tau beberapa fakta tadi, kira-kira yang K-Popers masih bertahan gak ya?
Atau malah bodo amat dan lanjut suka?
Hmm..
Padahal dalam Islam yang namanya kegemaran itu harus membawa manfaat bagi kita.
Kalau misal yang didapat cuman kemudhorotan atau hal-hal yang sifatnya kesia-siaan, ya percuma.
Apalagi musik yang liriknya penuh maskiat, bukannya bikin kita deket dan ingat sama Allah eh kita malah asik bersenang ria.
Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?
Tentu saja kita harus mulai meninggalkannya, menuju cahaya Islam dan bersegera memohon ampunan Allah.
Kita sebagai seorang muslim tak sepatutnya menjadikan orang-orang kafir sebagai role model dalam hidup kita, sebab hanya Rasulullah yang pantas kita jadikan suri tauladan, dengan mencintai beliau-lah kebahagiaan dan ketenangan hati akan didapat.
Selain itu keikutsertaan negara dalam mengontrol hiburan yang masuk ke dalam negeri juga menjadi hal penting, supaya warga negara yang mayoritas umat Islam ini gak ikut terjebak ke dalam arus gelombang musik korea, karena ketika kita terlalu lama tenggelam dalam samudera kesia-siaan, akan sangat susah untuk naik ke daratan.
Jadi, sebelum terlambat yuk hjrah!
Biar penyesalan gak datang menemui kita. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Emang Salah Suka K-Pop?"