Good Looking dan Potret Generasi Masa Kini
Oleh: Ridha Kurnia Utami (penggerak generasi remaja islam)
Beberapa minggu yang lalu dunia sosial media viral nama aktris menduduki twitter dan instagram. Aktris ini terkenal naik daunnya karena telah memerankan dalam film 'Dua Garis Biru' yang sempat menuai pro kontra. Rupanya didalam filmnya itu ia berperan sebagai seorang remaja sekolah dengan pergaulan bebasnya hingga hamil diluar nikah ternyata pergaulannya sama dengan kehidupan nyatanya.
Panggilan nama inisial Z ini menuai keviralan pertama kali ia mengunggah story instagram bersama pacarnya. Aktris remaja usia 17 tahun ini memang terkenal gaya pacarannya tidak wajar. Didalam story pasangannya yang sedang bersandar didada aktris ini dengan canda menggelitiknya mereka akhirnya tangan dari pasangan aktris Z memegang bagian organ tubuh disekitar dada aktris. Tidak hanya sampai situ, aktris Z ini tak canggung ingin meminta pasangannya kembali memegang organ yang didekat dadanya.
Menjadi perhatian publik bukan hanya sekadar postingan story aktris cantik Z bersama pacarnya melakukan demikian. Akan tetapi, didalam komentar ada netizen yang membela perbuatan aktris tersebut. Apabila dibandingkan dengan seseorang yang tak sebanding dengan aktris cantik ini melakukan hal yang sama netizen seolah-olah memperburuk keadaan pelaku.
Ini membuktikan keadilan sosial melihat karena good looking. Good looking adalah segala sesuatu yang menyenangkan mata manusia dalam memandangnya. Sekaligus perbuatan tersebut telah diharamkan oleh syariat Islam. Ketika segala sesuatu dipandang sebagai sebuah materi maka itu awal mula permasalahan yang saat ini dikenal good looking menjadi satu bahan seseorang kemudian insecure atau mengalami penyakit banyak pada hari ini.
Keruntuhan dari khilafah 1924 abad ke 17. Inilah abad dimana penjajahan mulai terjadi, iblis memanfaatkan bangsa kulit putih sebagai superior. Setelah itu imperalisme masuk tahap peperangan neoimperalisme yakni ketika peperangan itu bukan senjata lagi tetapi peperangan saat itu melalui ghazwul fikr (perang pemikiran) sampai hari ini.
Maka lahirlah kriteria nilai cantik itu harus putih, berpenampilan menarik, rambutnya bagus. Ketika seseorang itu menjadi insecure terhadap satu standart secara tampilan cantik oleh para pemodal dan para kaum kapitalis sekulerisme maka muncul permasalahan sehingga seseorang meninggalkan tentang bagaimana pentingnya menjadi seorang manusia dengan kualitas sebaik-baiknya yakni dengan bertakwa.
Manusia semakin sibuk merawat diri dengan memoles wajahnya, mencari uang pagi siang malam untuk operasi plastik, muncul penyakit dimana seseorang mulai resah dengan berat badan. Allah swt menetapkan didalam surat Al Hujurat ayat 13,
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ
"...Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat 49 : 13)
Bahwasannya Allah menjelaskan yang lebih mulia itu adalah orang yang paling bertakwa diantara satu dengan lainnya. Semakin ia bertakwa maka semakin mulia. Karena itu iblis membuat manusia lupa bahwa letak kemuliaan adalah ketakwaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim)
Memanglah tak bisa dipungkiri saat ini ketika hidup dipimpin oleh Ideologi Kapitalisme Sekulerisme yang melahirkan generasi lebih mementingkan sebuah materi dari pada takwa. Generasi yang seharusnya menjadi penerus peradaban dirusak oleh kepemimpinan kufur terhadap penerapan syariat Islam dibawah naungan Khilafah yang terjamin kesejahteraannya, keadilannya dengan segala sanksi hukum bagi pelaku kejahatan, penjagaannya dari perbuatan maksiat sebab hukumnya berasal dari Sang Pencipta.
Generasi muda adalah harapan ummat. Maka janganlah terpedaya dengan kesenangan duniawi yang menghamba pada nafsu sesaat. Jadilah generasi yang layak dibanggakan umat Islam kelak dihadapan Allah. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Good Looking dan Potret Generasi Masa Kini"