Kendalikan Ambisimu dengan Islam
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, berambisi sering dikaitkan dengan orang-orang yang gila mengejar dunia dengan melupakan tujuan hidupnya. Membela kedzaliman agar bisa menikmati kemudahan meskipun salah adalah orang-orang yang berambisi untuk mendapatkan nikmatnya dunia. Bahkan, mereka rela memusuhi dan memfitnah saudaranya sendiri, hanya karena ambisi pribadi atau golongan. Merasa senang saat saudaranya dalam kesulitan berupa ancaman, penjara, ataupun persekusi karena menyampaikan kebenaran Islam.
Geas, hidup ini pilihan, ingin mengejar akhirat atau dunia. Jika dunia yang dikejar paling hanya mendapatkan secuil kenikmatan dunia dan bahkan sering apa yang sudah didapat tidak membuat seseorang bahagia karena jauh dari Islam. Rugi gaes, ketika akhiratmu kau tukar dengan secuil perhiasan dunia yang semu. Sementara jika kau kejar akhirat, dunia akan mengikutimu.
Ambisi memang membuat orang jadi lupa diri. Keyakinannya sendiri dimusuhi. Mencari-cari dalil hanya untuk memenuhi ambisinya, membenarkan kepentingannya dan pendapatnya yang tidak bersumber dari hukum Islam yang lurus dan mulia. Ingatlah, Allah Maha Tahu atas apa yang didustakan dengan memutarbalikkan fakta dan mencari cari cara agar nampak benar dihadapan manusia. Allah mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati maupun yang ditampakkan.
Orang yang berambisi terlihat emosi saat kalah dalam berargumentasi sehingga lebih memilih menyerang pribadi orang yang menyampaikan bukan substansi apa yang disampaikan. Ambisi membuat seseorang terlihat bodoh karena emosi tidak terkontrol, tapi tidak mereka menyadari.
Orang berambisi akan menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai. Cara yang tidak baikpun ditempuh bahkan harampun jadi halal dan yang wajib jadi mubah bahkan haram. Semua dilakukan asalkan tujuan yang menjadi ambisinya bisa tercapai. Dalil apapun diambil asalkan bisa membenarkan ambisinya. Bahkan dalil yang bertentangan dengan keyakinannyapun dijadikan hujah meskipun salah.
Ambisi seperti kuda liar jika tidak bisa dikendalikan akan melukai diri sendiri, terjatuh dan terhinakan karena ambisi yang berkobar-kobar. Ambisi juga seperti api jika sudah besar nyalanya akan bisa membakar dan merusak apa saja yang disekitarnya, tidak hanya melukai diri sendiri tapi juga melukai orang lain yang dianggap menjadi penghalang untuk tercapai ambisinya.
Sangat berbahaya saat ambisi menguasai penguasa dan orang-orang dilingkaran kekuasaan yang bisa mengancam, melaporkan, dan melakukan tindakan nyata dengan kekuasaannya dan menyakiti orang atau kelompok yang dianggap penghalang untuk mewujudkan ambisinya.
Tapi tidak perlu takut menyampaikan kebenaran Islam meskipun harus berhadapan dengan ambisi mereka yang punya kekuasan karena kita punya Allah yang akan membela orang-orang yang membela agamaNya. Tidak sulit bagi Allah untuk mencabut kekuasaan dari orang-orang yang dikehendaki dan juga memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sangat mudah bagi Allah memuliakan siapa saja yang dikehendaki dan juga menghinakan siapa saja yang dikehendaki.
Jalan dakwah memang tidak mudah, namun akan berakhir indah. Kebahagian akan dirasakan oleh para pengemban dakwah saat melakukan kebaikan yang menginspirasi orang lain untuk berubah. Yakinlah, tidak ada yang perlu ditakuti jika Allah selalu bersama kita karena kesabaran kita.
Gaes, ambisi harus dikendalikan dengan Islam agar bisa berubah menjadi energi dan semangat untuk melakukan banyak kebaikan. Seperti derasnya air bah, ambisi bisa membuat kerusakan pada apa saja yang dilewatinya. Namun, saat aliran air bisa dikendalikan, energi listrik bisa dihasilkan untuk menerangi dan menggerakkan perekonomian satu negeri. Ambisi juga seperti pisau tajam yang bisa digunakan untuk membunuh dan melukai orang lain. Tapi ambisi bisa berubah menjadi energi dan semangat untuk melakukan banyak kebaikan saat bisa dikendalikan dengan Islam. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Kendalikan Ambisimu dengan Islam"