Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keren Itu Bukan Kaleng-Kaleng 


Oleh: Mia Annisa (Founder Kajian Remaja Muslimah Gensha)

Industri K-Pop memang tak henti-hentinya mengobrak-abrik tatanan sosial dan pergaulan. Para oppa dan nuna dari negeri ginseng itu nampaknya sukses besar telah menyihir kawula muda menasbihkan diri mereka sebagai trendsetter.

Sadar atau tidak. Tak cuma soal life style apakah itu fun and fashionnya. Tapi drakor udah merasuk sampai ke meja makan. Urusan food mulai berani diadopsi oleh para penggemar drakor. Bagaimana tidak gemas dan marah ya, kalau di negeri yang notabene muslimnya seabrek-abrek malah mengatakan kalau soju itu ada kok yang halal. Kok bisa ya?

Ini pasti akibat kebanyakan nonton drakor yang sering wara-wiri di beranda YouTube and Facebook. Wajar sih karena Korea negeri yang kadung kebablasan menganut liberalisme dan hedonisme jadi sah-sah saja, nenggak soju kayak minum air putih hari-hari. Ngeri ya sob. And than, katanya soju yang dibuat khusus oleh orang Indonesia kandungan alkoholnya “cuma” nol koma sekian persen. (https://jabar.idntimes.com/)

Yakin halal? Ya sekalipun soju versi Indonesia ini beda dengan Korea karena difermentasi dari buah-buahan. Ada baiknya yuk simak hadits berikut biar gak gagal paham. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata;

"Bahwasanya khomr itu dari perasan (anggur), dari zabib (anggur yang dikeringkan), dari kurma, dari hinthoh (gandum yang sudah dihaluskan), asy-Syai’r (yang masih belum dihaluskan), dan dari Adz-Dzurroh (jagung) dan aku melarang kalian dari segala yang memabukkan.” (HR. Ibnu Hibban)

Nah kan, sekalipun zat asal pembuatan khomr berbeda-beda apakah yang terbuat dari anggur atau selain dari anggur tapi memabukkan tetap saja disebut khamr. Ini berlaku terus menerus ya bukan karena kita hidup di zaman now lantas hukumnya berubah. Gak say. Atau karena takut bin khawatir dibilang gak keren karena lagi ramai-ramainya minum soju halal atau biar gak dibilang ketinggalan zaman alias norak.

Gaes padahal Allah SWT sudah menyampaikan lewat firman-nya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Q. S. Al-Ma’idah : 90).

Ternyata orang-orang yang beruntung itu yang gak mengkonsumsi minuman keras buat gaya-gayaan, judi, menyiapkan sesaji, terus gak mengundi nasib dengan anak panah. Ini yang namanya keren gak kaleng-kaleng.

Apalagi karena takut dosa bahwa peminum dan pembuat khamr akan dihukum gak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Di dunia mereka gak sekedar disuruh tobat tapi yang terpenting jalan untuk mengarah kepada sesuatu yang memabukan di tutup rapat. Misalnya pabrik-pabrik pembuat dan juga tempat penyedia khomr akan di tutup secara paksa dengan melakukan razia pada pengusaha yang nakal, larangan bagi negara memberikan lisensi pada perusahaan minuman keras dengan alasan apapun. Serta penguasa dilarang menarik pungutan dari usaha-usaha yang berbau khamr dan perjudian agar berkah. Jika ada yang bandel, negara wajib menghukumnya. 

Nah sob, menyibukan diri bukan dalam urusan yang remeh. Membuang tontonan yang meracuni gaya berpikir dan gaya hidup, memperjuangkan Islam agar jadi tuntunan gak hanya soal food and fashion. Tapi juga Islam sebagai way of life. So, ini beneran jauh lebih keren kok gak hanya di mata manusia tapi juga di mata Allah. Siapa yang mau? (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Keren Itu Bukan Kaleng-Kaleng "