Ketika Kamu Terlempar
Oleh: Kunjung S. (Komunitas Garis Bawah)
Ketika anak kecil kita lempar dalam dekapan keatas dia tidak takut, tapi malah tersenyum lepas. Bahkan berkali-kali malah respon anak kecil itu tertawa riang gembira.
Jawabannya adalah karena anak kecil itu percaya pada kita yang melempar dan percaya kita yang akan menangkapnya. Percaya kepada kita tidak akan melepaskannya dan terjatuh hingga sakit dan menangis.
Ya analogi anak kecil diatas bisa kita samakan dalam kehidupan kita ini. Ketika kita menerima ujian kita harus yakin bahwa Allah tidak akan melempar kita kedalam jurang yang kita tidak mampu bangkit darinya.
Baik itu ujian sakit yang menahun tak kunjung sembuh-sembuh. Ujian materi yang selalu kekurangan dan mencari kerja kesana-kemari selalu ditolak. Ada juga ujian keluarga anak dan istri yang mungkin masih enggan taat melaksanakan perintahNYA.
Bahkan ujian kita dalam jalan mendakwahkan islam yang terkadang ditentang keluarga sanak family. Dicemooh teman dan dirintangi sodara-sodara kita sendiri. Bahkan hingga dijegal penguasa negara dengan segala tipu dayanya hingga ujung nyawa taruhannya.
Lalu apakah kita mengeluh karena Allah memberikan ujian yang tiada habisnya? Apakah kita menganggap bahwa Allah tidak adil kepada kita dan hambanya? Perlu diketahui sesungguhnya ada alasan dibalik Allah SWT menguji kita semua itu.
Percayakan bahwa Allah SWT tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Ketika kita diuji, percaya saja bahwa Allah telah mempercayakan kita akan bisa melewati setiap ujian yang diberikanNya. Semua juga bertujuan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih kuat. Menjadi pribadi yang tak pernah menyerah dan gampang putus asa.
Semakin berat cobaan kita maka semakin tinggi pula derajat kita dihadapkan Allah Swt asal kita bisa sabar dan tawakal. Para Nabi mereka berhasil melampaui ujian yang teramat berat, sehingga derajat mereka tinggi.
Segala sesuatu tentang kegelisahan pikiran, kekhawatiran, kebimbangan ataupun kesedihan sampaikanlah kepada Allah. Allah adalah maha pendengar terbaik dan Allah sangat menyukai orang-orang yang berdoa kepadanya. Maka dari itu, mintalah kepada Allah apapun permasalahanmu.
Seperti bayi yang dilempar dan ditangkap, kita percaya dan harus mencintai Rasul dan Allah SWT melebihi apapun. Begitupun balasannya Allah SWT berfirman "Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya" (QS Al-Maidah ;54) Allah SWT akan selalu memberikan cinta kasih kepada hamba-hambaNya yang selalu mencintai-Nya.
Perlu diketahui juga kita jangan mencintai seseorang yang tidak cinta kepada Allah. Allah saja mereka tinggalkan, bagaimana nanti dengan kita. Dan cinta antara pria dan wanita tidak seindah dan seabadi cinta antara manusia dengan Allah SWT. Percayalah..!!
Maka dari itu kita percaya terhadap apa saja keputusan Allah kepada kita ketika memberikan nikmat maupun ujian. Cinta kepada Allah adalah sebuah cahaya terang. Yang mana jika kamu tanpanya maka kamu akan berada dalam lautan kegelapan. Kalaupun didalam gelap pasti disitu ada bayangan, berarti ada cahaya disekitar situ. Carilah jalan cahaya itu yang datang dari Rabbmu. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Ketika Kamu Terlempar"