Korean Wave, Inspirasi Bagi Generasi Muslim?
Oleh : Azizah Nur Hidayah (Crew @gowi_sda)
Presiden Soekarno pernah berkata, "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia".
Kata mutiara dari presiden pertama Indonesia ini sangatlah populer di kalangan masyarakat. Bahkan selalu dijadikan motivasi bagi pemuda-pemuda Indonesia. Dari kata mutiara di atas, Presiden Soekarno secara tidak langsung sedang memberikan dorongan bagi kaum muda. Beliau percaya, hanya dengan 10 pemuda saja, beliau akan mampu mengguncang dunia.
Tidak dapat dipungkiri, pemuda adalah harapan suatu bangsa dan negara. Pemudalah yang nantinya akan melanjutkan estafet perjuangan bagi agama, bangsa, dan negara. Tentu generasi-generasi muda yang kelak akan mengguncang dunia bukanlah sembarang pemuda. Akan tetapi pemuda-pemuda istimewa yang memahami siapa jati dirinya. Tak heran di usia-usia mudalah kini generasi muda sedang mencari jati dirinya. Agar kelak dapat hidup sesuai dengan jati diri mereka.
Namun, di tengah pencarian jati diri para pemuda, khususnya pemuda muslim, tiba-tiba saja Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberi pernyataan membingungkan beberapa waktu yang lalu. "Indonesia bisa banyak belajar dari Korea. Investasi dan alih teknologi diharapkan bisa membuat produk Indonesia semakin meningkat kualitasnya, bisa diekspor ke luar negeri. Hingga diharapkan juga makin banyak produk-produk Indonesia bisa diterima di Korea," ujar Ma'ruf Amin dalam acara Peringatan 100 Tahun Kedatangan Warga Korea di Indonesia melalui konferensi video. (detik.com, 20/9/2020)
Pernyataan yang dikemukakan oleh Wapres tersebut membuat publik bingung, apa sebenarnya yang diinginkan oleh negara dari generasi-generasinya? Negara ingin generasi muda dapat berkreasi dan menghasilkan karya, akan tetapi rujukan atau inspirasi yang dicontohkan adalah bukan datang dari bangsa Indonesia sendiri, serta tidak datang dari Islam. Padahal kita tahu, bahwa Korean Wave yang banyak digandrungi generasi muda hari ini tidak terlepas dari industri layar kaca hiburan mereka. Dimana jelas-jelas orientasi mereka melahirkan karya melalui kancah hiburan adalah berorientasi materi semata.
Bukankah hal ini bertentangan dengan fitrah dan karakter seorang muslim? Bukankah Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim, lalu mengapa generasi mudanya diminta meneladani generasi non muslim?
Patut dipertanyakan, apakah negara ingin generasi muda muslimnya memiliki pola hidup yang sama dengan generasi-generasi yang berasal dari selain Islam? Generasi muda yang tak tahu jati dirinya, tidak mengenal siapa penciptanya, tidak memahami hakikat mengapa ia diciptakan, serta generasi yang hidup tidak sesuai dengan pola hidup Islam. Itukah yang diinginkan oleh negara hari ini?
Bila hal tersebut yang diinginkan, maka negara telah salah jalan dalam membimbing generasi mudanya. Karena generasi-generasi muslim adalah generasi terbaik sebagaimana firman Allah dalam Qur’an Surat Ali-Imran ayat 110, yang artinya:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Dari ayat di atas dapat diambil pelajaran, bahwa umat muslim adalah umat terbaik. Karena mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengajak kepada kebaikan dan keta’atan, serta mencegah dari aktivitas-aktivitas buruk dan maksiat. Dan yang tidak kalah penting adalah, karena umat terbaik adalah mereka yang beriman kepada Allah. Mereka menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah yang dituntut untuk ta’at, beriman, dan bertakwa hanya kepada Allah.
Jika menginginkan generasi muda muslimnya menjadi generasi yang mampu mengguncang dunia, serta mampu memberikan kontribusi karya bagi negara, maka seharusnya para pemuda muslim, sahabat-sahabat Rasul, dan ilmuwan serta cendekiawan muslim terdahululah yang patut dijadikan inspirasi. Dimana generasi muslim yang lahir dan tumbuh di bawah naungan Islam inilah yang mampu memberikan banyak manfaat bagi dunia. Bukan generasi yang berasal dari selain Islam layaknya idol-idol dan tokoh-tokoh masyarakat Korea hari ini, yang bahkan mereka tidak mengetahui siapa jati diri mereka sebenarnya. Wallahu a’lam bishshawab (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Korean Wave, Inspirasi Bagi Generasi Muslim?"