Manfaatkan Potensi Duniamu Untuk Urusan Akhiratmu
Oleh: Sahilatul Hidayah
"Apabila seorang hamba mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari." (HR. Bukhari)
MashaaAllah..pembahasan good looking masih rame aja nie di dunia persosmedan. Termasuk barusan nonton nie salah satu kajian online favoritnya aku. Yuk ngaji. Jadi ceritanya karena sisa kuota masih banyak sementara batas penggunaan sampe malam ini akhirnya baeklah akhirnya aku buat nonton live nya kajian online yuk ngaji di youtube. Tara...ngebahas tentang kata yang lagi piral itu dung. Good looking,
Selalu ada hal menarik setiap mantengin kajiannya mereka. Jujur menjadi salah satu sumber inspirasi karena akhirnya ujung-ujungnya buat bahan tulisan. Mayan kan ya..ilmunya dapat, bahan tulisan juga dapat. Dobel manfaat jadinya, sekali dayung dua tiga pulau terlampui lah jadinya. Wkwkwk..
Begitu juga dengan kajian live malam ini yang aku simak, ada pernyataan Ustadz Felix yang akhirnya bikin mikir iya tapi boljug (boleh juga) buat inspirasi nulis. Apa itu?Kurang lebih begini pernyataannya. Pergunakanlah segala potensi yang udah Allah kasih selama kamu hidup di dunia dengan maksimal untuk urusan kebaikan, untuk urusan akhiratmu. Beramal salih dengan mengerahkan segala potensi yang udah Allah beri untuk mendapatkan sebesar-besarnya pahala.
Makjleb, ngenak beut tuh kalimat. Auto mikir pas ngedengernya. Apalagi sebelumnya habis baca buku tentang kisahnya sahabat Abu Bakar yang selalu menjadi terdepan dalam melakukan amal salih. Gak mau melewatkan sedikitpun kesempatan mendapatkan pahala yang ada didepan mata dengan segala potensi yang beliau miliki. Fyi ya Abu Bakar memeluk Islam dalam usia yang tidak muda lagi, 60 tahun tetapi semangatnya gak kalah dengan sahabat lain yang usianya jauh lebih muda dari beliau.
Lalu..apa kabar dengan diri ini? Allah memberikan anugerah bisa memeluk Islam sejak lahir. Allah juga memudahkan bisa mengenyam pendidikan sampe perguruan tinggi. Alhamdulillah kehidupan perekonomian juga dalam keadaan berkecukupan.
Tapi..sudahkah diri ini memaksimalkan potensi diri yang telah Allah anugerahkan untuk urusan akhirat, kampung halaman abadi.
Jawabannya belum sepenuhnya. Masih belum sesigap seorang Abu Bakar yang begitu bisa kalau kata orang Jawa cak cek dalam menyambut kesempatan mengerjakan amal salih yang ada didepan mata. Masih sukak terbersit dalam diri berbagai pertimbangan ini dan itu yang akhirnya terkadang seringnya gak jadi deh mengerjakan amal salihnya.
Padahal Allah sudah menjanjikan kalau kita datang kepada-Nya dengan berjalan maka Dia akan datang kepada kita dengan berlari. Tetapi akunya aja yang masih sukak perhitungan ini dan itu, masih kadang sukak berujung akhirnya lebih mementingkan urusan dunia daripada urusan akhirat. Akhirnya potensi diri yang udah Allah kasih tidak bisa maksimal digunain
Jujur sangat ketampar gitu dengan kisahnya Abu Bakar dan pernyataannya Ustadz Felix.
Masih berproses untuk bagaimana mengasah potensi kemampuan menulis yang udah Allah kasih untuk bisa menuliskan tingginya aturan Islam yang sempurna sebagai solusi untuk semua permasalahan manusia dan juga memberikan penyadaran kepada umat bahwa konsekuensi keislamanan adalah kudu hidup dalam taat. Dan juga tetap berlatih untuk selalu ingat bahwa seluruh potensi yang telah Allah kasih untuk urusan akhirat kita tanpa nanti tanpa tapi, karena sejatinya kehidupan akhirat lah tempat kita kembali. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Manfaatkan Potensi Duniamu Untuk Urusan Akhiratmu"