Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manis Iman VS Resesi Iman


Oleh: Sahilatul Hidayah

Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya, ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya, orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke Neraka (HR. Anas)

Mau nanyak nie, apa sie menurutmu harta yang paling berharga di dunia ini? Kalau aku nie kak harta yang paling berharga adalah keluarga (sambil bernada nyanyian gitu). Kek kenal yak sama lirik lagu tadi yak..Itu mah lirik lagunya film Keluarga Cemara ya..Sukak beut dengan ntu film nyeritain tentang betapa berharganya keluarga dalam hidup kita. Gak guna jugak kalik punya uang segambreng tapi keluarganya amburadul gak karuan. Tapi..ada lho harta yang lebih berharga dibanding keluarga di dunia ini. Apa itu? kalau jawabanmu iman nilai 100 deh buat kamu.

Iyaps bener beut gaess, iman adalah harta yang paling berharga di dunia. Karena paling berharga kudu bin wajibnya kita kekep erat jangan biarkan dia terlepas. Seperti ketika kita memiliki barang berharga yang paling mahal harganya. Kenapa sih iman jadi harta yang paling berharga bahkan dibandingkan dengan keluarga. Karena iman adalah pembeda yang sangat jelas dan tegas tentang posisi siapa diri kita dihadapan Allah. Menjadi seorang muslim atau kafir. Menjadi hamba-Nya yang bertakwa atau B aja. Tidak ada wilayah area abu-abu di sana. Dimana setiap posisi yang telah kita pilih di dunia akan menentukan posisi kita kelak di akhirat.

Nah..ketika kita udah ngeh sebegitu pentingnya iman dalam kehidupan kita, so whats next step. Tentu saja selain kita harus mendekapnya erat kita kudu juga pinter-pinter ngerawatnya, biar dia bisa tumbuh subur dan cantik yang akhirnya akan menghasilkan bunga atau buah yang ok punyak. Hampir sama kek tanaman ya kalik ya kudu telaten bin sabar ngerawatnya. Gak boleh kalau kata orang Jawa grusa grusa gitu.

Gimana yak cara ngerawat iman ntu yak? biar kita bisa ngerasain yang namanya manisnya iman bukan malah jaddi resesi iman. Resesi..wah..ntu kan kata yang lagi lumayan sering beut diomongin di sosmed yak selain kata good looking. Iyes thats true..Berkebalikan dengan kata manis yang berarti salah satu rasa yang kita sukak, misalnya nie rasa manis coklat ataupun ice cream yang kita tetep pengen ngerasain terus-terusan karena rasanya yang yummy itu, sedangkan kalau resesi ntu istilah dalam ekonomi gess yang artinya kelesuan kalau resesi ekonomi berarti kelesuan ekonomi nah kalau resesi iman berarti kelesuan iman dungs. Beda beuts kan yak..

Seperti dalam hadist yang aku sebutn di awal kalau yang namanya rasa manisnya iman akan teraih ketika kita selalu dalam 3 kondisi yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke Neraka. 3 kondisi yang lumayan berat untuk diwujudkan butuh yang namanya tadi ketelaten bin kesabaran serta gak grusa grusu.

Mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya di tengah-tengah kehidupan kapitalistik yang sangat mengedepankan nilai materi semata, segala hal kudu diukur apakah akan bisa mendatangkan duit atau gak, sungguh butu perjuangan dan kerja keras di sana. Bentuk nyata mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari apapun a.k.a menjadikan halal haram menjadi patokan dalam setiap langkah kita. Selalu tanyak dulu ke syariat-Nya ketika berbuat ntu termasuk halal atau haram. Gak mudah pasti karena bisa jadi akhir dari prinsip ini kita akan bersiap kehilangan materi yang bisa saja nilainya gak sedikit.

Mencintai seseorang hanya karena Allah, juga bukanlah hal yang gak mudah untuk dilakuin. Gimana gak mudah cobak lha wong kalau gitu berarti mencintai seseorang karena Allah berarti kita harus minggirin dulu segala kepentingan duniawi kita termasuk di dalamnya materi pastinya. Gampang?gak dungs karena biasanya seringnya kek gitu kebanyakan mencintai seseorang karena ada kepentingan duniawi.

Tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke Neraka juga sulit untuk dilakukan. Karena betapa sekarang ketakutan untuk dilemparkan ke neraka bukanlah hal sesuatu yang manakutkan. Lho kok bisa?iyaa karena godaan materi jauh lebih nyenengin mengalahkan ketakutan untuk dilemparkan ke neraka.hiks..hiks..hiks sedih beut kan.

So gaess, kalau udah tau iman ntu penting dan berharga sekali dan pengen ngerasain iman yang manis bukan iman yang resesi masihkah kita berdiam diri dan gak ngewujudin hal itu dalam diri. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Manis Iman VS Resesi Iman"