Menjadi Generasi Good Looking
Oleh: Novita Fauziyah, S. Pd (Pendidik Generasi)
Beberapa waktu yang lalu kembali Menteri Agama mengeluarkan pernyataan yang cukup membuat gaduh di masyarakat. Bermula dari pernyataan yang disampaikan dalam acara webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara” di kanal youtube KemenPAN RB. Dalam acara tersebut Kemenag menyampaikan bahwasannya paham radikal menyusup di masjid melalui anak yang good looking, hafidz, penguasaan Bahasa Arabnya bagus.
Pernyataan ini sungguh menyayat hati ya sobat. Bagaimana mungkin orang yang hafidz, Bahasa arabnya bagus kemudian dituduh radikal? Seperti yang kita tahu bahwa pemaknaan radikal itu memang tergantung siapa yang memberi label tersebut. Sayangnya label radikal yang negatif itu mengarah kepada Islam.
Kalau dimaknai dengan baik, siapa sih yang ngga mau menjadi generasi yang good looking? Good looking dari luar maupun dalam. Dari luar penampilannya rapi, bersih, menutup aurat sesuai tuntunan Islam, senantiasa menebar kebaikan, apalagi hafidz dan Bahasa Arabnya bagus. Kemudian dari dalam senantiasa berpikir dan bertindak dilandasi dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah. Hmmm… menjadi idaman banget nih ya.
Penampilan dan perilaku seorang muslim itu memang tidak boleh lepas dari keimanannya. Keimanan itulah yang senantiasa menjadi landasan dalam setiap tindak tanduknya. Kemudian tidak kosong juga dari keterikatan terhadap syariat Islam. Jadi bukan hanya label semata yang didapat secara instan. Tapi ini menyangkut dengan jati dirinya sebagai seorang muslim yang senantiasa taat kepada syariat.
Menjadi generasi good looking itu tidak hanya mencukupkan untuk diri sendiri. Tidak cukup perhatian berfokus pada diri sendiri. Namun juga untuk umat dan agama yang mulia ini. Nah perhatian untuk umat ini membutuhkan iman yang sangat kuat. Persoalan iman bukan hanya persoalan bagaimana memiliki rasa bahwa kita adalah ciptaan Allah, tidak boleh meninggalkan ibadah dan sebagainya. Tetapi juga terkait bagaimana seorang muslim senantiasa memiliki kadar imannya sesuai dengan acuan firman Allah dalam QS Ali Imron ayat 190 dan 191.
Allah berfiman yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka perihalarah kami dari siksa neraka”” (TQS. Ali Imron: 190-191).
Ada perintah Allah agar senantiasa melakukan proses perhatian terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah dan mencari dalilnya. Karena sesungguhnya tidak akan dihasilkan dari diri kita mencermati dan mencari bukti kecuali kebaikan berupa bahwa apa yang ada di alam semesta ada tanda-tanda kekuasaan yang menunjukkan bahwa Allah senantiasa hidup, tidak tidur, mampu, jauh dari kelemahan, Maha Pemberi ketenangan dan keselamatan. Nah hal tersebut akan menjadikan keimanan seorang muslim menancap begitu kuat ya sobat. Ketika keimanan menancap begitu kuat maka ia juga akan senantiasa terikat dengan syariatNya.
Generasi umat ini adalah generasi khoiru ummah, yang mewujudkan apa yang Allah tetapkan yaitu Islam menjadi agama yang menang yang akan memberikan kebaikan bagi semuanya (Islam rahmatan lil ‘alamin). Oleh karenanya menjadi generasi good looking dengan senantiasa memperhatikan umat dan agama ini adalah sebuah keharusan, kebanggaan dan harus diupayakan. Bukan hal yang perlu ditakuti. Justru generasi good looking itulah dambaan dan harapan umat menuju peradaban yang mulia. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Menjadi Generasi Good Looking"