Persahabatan 5 : Reinkarnasi Harimau Taring Pedang
Oleh: Yusuf Kushandiansyah (Pontianak Kal-bar)
“Bagaimana ini, mereka semakin banyak . Jika aku terluka karena mereka, aku akan menjadi seperti mereka.”gumam Daniel.
“Wahrggg....“
Gawaaat, aku ketahuan. Apa dia bisa meloncat? Aku tak bisa menahannya lagi, bagaimana ini?
“Daniel, Daniel, Daniel...bangun …maju kedepan” perintah bu Dina guruku.
“Kamu sudah tidur 7 kali di jam pelajaran biologi seminggu ini Jika kamu tidak bisa mengerjakan rumus ini, maka sebagai hukumannya kamu tidak boleh masuk pelajaran biologi selama tiga pekan. Kamu juga harus menyebutkan 10 contoh yang termasuk kingdom mamalia.
“Ahh.., gampang contohnya ayam, bebek, ikan” jawab Daniel.
“Dasar kamu ini, contohnya itu manusia, kucing, dan anjing” timpal bu Dina.
“Baiklah, coba sebutkan cirinya” lanjut bu Dina. “Gak tau bu” jawab Daniel.
“Sudahlah, keluar kamu dan tidak boleh masuk sekolah selama 3 minggu, mulai dari sekarang.”
Hahaha..... gemuruh tawa teman-teman sekelasku. Bagaimana ini. Aku tidak bisa masuk sekolah selama 3 minggu, gumamku.
Ahh.. sudahlah aku belajar sendiri di rumah. Ini semua karena mimpi buruk itu.
Ibuuu… aku pulaaang….
Nak, kok pulangnya cepat? kata ibu penuh penasaran.
Iya bu. Aku di suruh belajar di rumah karena aku terlalu pintar, bu” ujarku sambil cengengesan.
Kamu tidur lagi ya di kelas, kamu ini kebiasaan. Lain kali jangan dilakukan lagi, ya.
Iya bu, sambil kupeluk erat ibu.
Itu berita apa bu? tanyaku.
Gak tau, katanya ada penyakit aneh. Coba besarkan volume TV-nya.
”Pemirsa, kali ini dimohon untuk tidak keluar rumah karena adanya penyakit baru yang dapat merenggut nyawa. Saat ini, penelitian terkait penyakit itu sedang dilakukan. Dari hasil penelitian, penyakit ini diberi nama mikrolia. Karena hanya berdampak pada mamalia dan dapat menyebar melalui kontak tubuh, udara dan air. Penyakit ini berasal dari kelompok manusia yang terbiasa memakan kelewar. Dan yang memakanya telah terinveksi penyakit PES, sekian terimakasih” penyaji berita mengakhiri pemberitaannya.
“Buk, emangnya beneran yang diberitakan tv itu? “
Entahlah ikuti saja perkembangannya. Bagaimana pun ini demi kebaikan kita, nak” jawab ibu dengan nada ragu.
“Tapi untung juga pandemi ini ada, jadi aku tidak harus mencari-cari alasan karena tidak sekolah” batinku.
Sebulan kemudian...
“Bu, ini sudah sebulan kok nggak selesai juga” tanyaku pada ibu.
“Entahlah nak, coba lihat di tv”jawab ibu.
Berita terkini, vaksin telah di temukan dan hanya dapat dibeli di kota terdekat.
”Bu, apa kita harus membelinya?”
“Boleh…boleh, nanti kita beli. Karena sebenarnya kita sudah terinveksi” kata ibu.
Ketika kami sampai di kota, ternyata sudah ramai orang di depan mall dan apotek. Tapi, ternyata vaksin telah habis. Kita sudah mencari seharian, tapi tak dapat juga, bu. bagaimana ini bu
“Ya sudah, kita pulang saja” ajak ibu.
Tak lama kemudian, kami menjumpai kerumunan orang di depan kami. Orang-orang kasak kusuk saling mengomentari. Ternyata, ada orang yang terluka. Orang itu mengeluarkan darah dari mulutnya, dan matanya menjadi putih. Orang-orangpun panic, lalu pergi ketakutan.
Sebelumnya, aku melihat orang itu keluar dari megamall sambil membawa obat vaksin, dan tiba tiba ia langsung ambruk seperti itu. Apakah ia telah mengkonsumsi vaksinnya? Apa itu pengaruh vaksin atau efek sampingnya? Apa dia akan menjadi zombie seperti didalam film-film? khayalku. Seketika aku teringat mimpi burukku didalam kelas bulan lalu.
Sepertinya itu adalah pertanda.
Ahh... sudahlah, yang penting aku harus membawa ibu pulang dengan selamat dulu. Kami akhirnya sampai di rumah saat malam hari. Untungnya di sekitar rumah kami adalah orang-orang desa, jadi mereka kurang mengerti dunia luar.
Keesokan harinya...
“Naaak, cepat bangun. Kita harus cepatnya pergi dari sini. “Orang-orang menggila saling menggigit satu sama lain, cepatlah” teriakan ibu nyaring.
Kami pergi dari rumah lewat pintu belakang, sambil membawa sebuah pisau. Dan ibuku membawa sebuah tongkat yang di tutupi kain putih. Ketika di luar rumah, permukaan tanah dipenuhi darah dimana-mana. Kami berlari, namun ibu tidak sengaja menginjak sebuah ranting pohon. Mereka melihat ke arah kami. Aku menarik tangan ibu dan sambil berlari menuju gerbang desa.
Sesampainya di depan gerbang desa, pintu gerbang aku dan ibu mendorongnya secara bersamaan. Sebuah mobil tepat di depan gerbang, sangat dekat. Di depan mobil, zombie-zombie berlari mendekati gerbang. Gerbang pun kami tutup lagi. Saat aku menarik ibu, beliau tidak mau bergerak.
” Ibu, kita harus segera pergi bu” bujukku.
”Nak, ini bawalah sebagai kenang-kenangan dari ayahmu. Kamu tak pernah melihat ayahmu kan? Ayahmu, namanya Alexi Gredland. Ia adalah seorang komandan pasukan White Tiger. Dan panggilannya harimau taring pedang. Pergilah nak, ibu sudah terluka sebelum kau bangun dari tidurmu. Maafkan ibu nak, pergilah!
“Ibu aku tak akan meninggalkanmu, apapun yang akan terjadi”
“Pergilaaah” teriaknya mengusirku sambil terus menerus melempariku dengan kerikil.
Sementara gerombolan zombie mendekati ibuku dan berebut untuk mendapatkan ibuku. Aku menangis, menangis dan terus menangis, dan sebagian dari para zombie bergerak ke arahku. Aku pergi dengan tangisan yang tiada berhenti, sayup-sayup kudengar suara ibu. “Pergilah, dan berjuanglah untuk hidupmu, nak.”
Bersambung.... (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Persahabatan 5 : Reinkarnasi Harimau Taring Pedang"