Sobat, Berjama'ah itu Indah
Oleh: Yuyun Rumiwati
Sobat, barangkali kita pernah mendengar pernyataan, "ah..saya tidak mau berkelompok, kelompok ini bilang yang paling benar, kelompok itu bilang yang paling benar. Yah sudahlah saya g' ikut ini, g' ikut itu. Iyah..itu sih pilihan.
Sobat, teguh memegang pada yang benar itu memang harus. Lha, mana mungkin kita bisa teguh memegang, jika kita sendiri tak yakin benar. Namun, pada hal yang boleh beda (ijtihadi) dengan ada hujjah (dalil) syar'i masing-masing, maka sikap bijak yang kita ambil sebagaimana yang disampaikan Imam Syafi'i, pendapatanku benar, namun tidak menutup kemungkinan pendapat benar. Bahkan para sahabat pun ada kalanya beda. Namun, pada hal yang usul ataau pokok mereka tetap bersatu.
Jadi tak elok juga, jika kita terburu-buru memutuskan untuk tidak bergabung dalam jama'ah dengan alasan di atas. Jika berjama'ah itu mengandung mudhorot bagi msnusia, tentu mustahil ada perintah Allah yang menyeru umat Islam berjama'ah. Entah shalat berjama'ah, dakwah berjama'ah atau pun berjama'ah dalam satu kepemimpinan (Khilafah)
Jadi berjama'ah itu indah lho sobat. Coba ketika kita lihat shalat berjama'ah yang berjajar rapi. Bergerak dengan satu komando. Ketika imam lupa gerakan jama'ah mengingatkan. Dengan tulus si imam pun mau mendengarkan. Kenapa begitu kompak dan indah. Karena antara imam dan makmum faham aturan yang harus dipegang.
Ada Qoul yang terinspirasi dari dari khutbah atsar khutbah Ali bin Abu Thalib,
الحقّ بلا نظام يغلبه الباطل بالنظام
"Kebaikan yang tak teroganisir akan terkalahkan kebatilan yang terorganisir"
Hal di atas menunjukkan betapa pentingnya berorganisasi dan terorganisasi.
Dalam tim jama'ah setiap potensi bisa saling melengkapi, saling mengisi dan berkolaborasi. Dalam jama'ah sesama tim bisa saling menguatkan. Saling mendoakan.
Dengan berjama'ah (berorganisasi) tiap potensi sekecil apapun akan berdaya. Bahkan lebih teroptimalkan. Sebagai contoh saja ketika kita membuat konten Kreator dakwah Vidio. Di sana tentu butuh beberapa job. Mulai penulis narasi dakwah, pembaca (voice), dan editing Vidio. Bisa jadi ada sebagian orang yang menguasai tiga job tadi. Tapi tak dapat dipungkiri ada yang tidak bisa salah satu atau dua. Sehingga butuh tim yang saling mengisi.
Begitu pun terkait efektivitas misalnya contoh tadi sobat, jika kita buat conten Vidio sendiri bisa butuh waktu dan tenaga berlipat. Bandingkan jika bertim (berjamaah). Lebih ringan dan mudah.
Belum lagi berkah ukhuwah (persaudaraan), berkah bersosialisasi. Saling memahami dalam tim itu tidak mudah lho. Bagi orang yang tidak terbiasa kerja tim butuh waktu proses untuk bersinergi. Karena memahami karakter tim itu juga bagian nikmatnya melatih kedewasaan dan kesabaran.
Bayangkan saja salah satu anggota tim dengan katakter "cakcek" (gercap), di sisi lain ada yang kalem (alon-alon pokok'e kelakon/ pelan-pelan asal sampai). Tentu ini butuh pengelolaan tim yang bagus. Bukan asal main, yang cepat yang dapat, yang g cepat ditinggal saja. Inilah rasa nano nano dalam berjama'ah sobat. Karena berjama'ah itu berkolaborasi bukan kompetisi.
Dan keindahan di atas keindahan tadi adalah kota berharap berjumpa bersama kelak di akhirat sana saling bercerita tentang indahnya berjama'ah karena Allah. Dan kita berharap dijauhkan dari bersabar yang berakhir dengan saling cela dan menyalahkan sebagamana firman Allah dalam surat Al- A'rof ayat 38
Allah berfirman kepada kaum musyrikin yang mengada-adakan kedustaan (atas nama Allah), ”masuklah kalian kedalam neraka bersama kelompok umat-umat manusia yang serupa dengan kalian dalam kekafiran yang telah terdahulu sebelum kalian dari bangsa jin dan manusia. Tiap kali suatu kelompok dari pengikut satu ajaran (sesat) masuk neraka, mereka mengutuk kawannya yang menyebabkan mereka sesat gara-gara mengikutinya. Sehingga apabila saling bertemu di neraka antara orang-orang terdahulu dari penganut ajaran-ajaran kafir dan orang-orang belakangan dari mereka semuanya, maka berkatalah orang-orang belakangan yang mengikuti pemimpin mereka di dunia, ”wahai tuhan kami, mereka itulah yang menyesatkan kami di jalan yang benar. Maka timpakan pada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka. ”Allah berfirman, ”masing-masing akan mendapatkan hukuman yang berlipat ganda.” maksudnya, masing-masing dari kalian dan mereka, akan memperoleh siksaan yang berlipat ganda dari neraka. Akan tetapi kalian wahai para pengikut, tidak mengetahui apa yang akan diterima masing-masing kalian dari siksaan dan kepedihan-kepedihan." (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Sobat, Berjama'ah itu Indah"