Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yuk Berperan, No Baperan


Oleh: Nur Hayati

Sobat, pernah gak kamu ngerasa kamu lebih buruk daripada orang lain? Atau merasa gak punya kelebihan apapun sehingga selalu minder dan iri dengan apa yang dimiliki orang lain?

Yapz, tidak bisa dipungkiri setiap orang pasti akan mengalami hal yg sama. Perasaan itu dikenal dengan istilah 'Insecure'. Istilah yg udah ga asing lagi terutama buat anak millenial zaman now. Yang akhir-akhir ini, sedang viral di dunia sosial media.

Insecure dapat diartikan rasa tidak aman. Seseorang yang mengalami hal tersebut selalu merasa rendah dibanding manusia lain, merasa kalah dan tersisih, bahkan hilangnya percaya diri. Wahh...miris sekali yahh. Apalagi hari ini, kehidupan kita terwarnai oleh gaya liberal yang diusung oleh negara Barat, efeknya bikin para remaja semakin insecure.

Perlu kita pahami, bahwa insecure itu berkaitan erat dengan yang namanya 'kurang bersyukur'. Dimana kita yang melihat fisik kita serasa malu dan tidak percaya diri. Selalu membandingkan diri kita dengan orang lain. Padahal, Allah menetapkan sesuatu itu pasti ada kebaikannya. Asalkan, kita bisa mengambil hikmahnya.
Apabila yang kita bandingkan diri kita dengan yang lebih sempurna. Istilahnya perfek baik dilihat dari segi fisik, ekonomi, serta kedudukan sosial. Nah, mindset kita pun akan selalu merasa kurang dan selalu kurang.

"Enak banget ya punya badan kurus, ramping kayak gitu. Engga seperti aku, aduh gak mampu dah untuk berkata-kata, " Eitss... Buang jauh-jauh ya pikiran seperti itu.

Seharusnya yang pantas dibandingkan adalah diri kita dengan yang kurang sempurna. Banyak orang diluar sana memiliki bentuk fisik yang kurang sempurna. Tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar. Tetapi, semangat juangnya untuk menjalani kehidupan tak pernah sirna.
Perlu diingat, standart life style saat ini adalah hedonisme (sekedar kesenangan dan kebahagiaan dunia yang dikejar). Alhasil, penilaian orang terhadap diri kita menjadi sasaran utamanya. Padahal, penilaian setiap orang itu tidak sama. Maka dari itu, stop mengejar apa yang dikatakan orang lain tentang kita. So, jangan takut pada penilaian orang.

Allah, menciptakan tiap-tiap manusia sepaket dengan kelebihan dan kekurangan. Beraneka ragam jenis kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri manusia. Bukanlah menjadi pembeda antara satu dengan yang lain. Allah tidak bermaksud  membeda-bedakan makhluk-Nya. Di mata Allah, semua itu sama.
Dalam hadits riwayat Muslim, dikatakan bahwa "Allah tidak memandang rupa dan hartamu. Tetapi memandang hati dan amalmu".

Jadi, sob. Allah itu melihat hambanya dari ketakwaannya. Bukan dari fisik, harta, tahta, kedudukan. Beda jauh dengan penilaian manusia. Allah itu melihat hamba-Nya yang selalu berikhtiar melakukan banyak amal sholih, dan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya meskipun dirasa sedikit.

Kita jangan sekali-sekali merasa lemah di hadapan manusia. Merasa lemahlah di hadapan Allah. Allah lebih mengetahui tentang diri kita. Di mata Allah, tak ada perbedaan diantara manusia baik dilihat dari ras, warna kulit, dan penampilan fisik. Yang penting dimata Allah adalah ketakwaan kita kepada-Nya.
Ingat, Sob! Anggota tubuh yang kita gunakan hari ini adalah sebuah amanah yang besar dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Dengan diberikannya mata sempurna yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, kaki yang bisa berjalan kemana-mana, seharusnya menyadarkan kita untuk bisa produktif menjalani kehidupan.

Sob, sudahin bapernya! Baper yang lebay bikin kita terlena dan lupa dari tujuan utama hidup kita. Perintah amar ma'ruf nahi munkar jadi terlalaikan akibat darinya. Waktu kita akan habis menjadi sia-sia jika hanya mendengarkan cibiran orang.

Sudah waktunya kita berperan di jalan Islam. Berkontribusi di dalamnya, dengan menjalankan amar ma'ruf nahi munkar. Dakwah adalah kewajiban kita semua yang tak mungkin bisa untuk dielakkan. Meluangkan waktu, tenaga, pikiran untuk menjalankan dakwah di tengah-tengah umat. Menjadikan waktu kita sibuk untuknya, sehingga tak lagi ada rasa insecure pada diri kita. Wallahu A'lam Bishowab (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Yuk Berperan, No Baperan"