Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Apa Dengan Buku Muhammad Al Fatih 1453?


Oleh: Ratna Kurniawati (Aktivis Remaja)


Geliat literasi yang semakin baik di negeri ini agaknya tercoreng. Sebab salah satu buku karya anak bangsa yang inspiratif itu kemarin dipersekusi. Ya ini adalah cerita tentang salah satu buku karya Ust. Felix Siauw yang berjudul “Muhammad Al Fatih 1453”. Ndak tahu kenapa mengapa ini bisa terjadi? Jika beberapa waktu sebelum-sebelumnya Ust. Felix sudah sering menerima berbagai tuduhan negatif dan dipersekusi. Kini, giliran bukunya mengalami hal yang sama. Ada apa ini?


Sebagaimana berita yang telah beredar bahwa Kepala Dinas Pendidikan Babel M.Soleh awalnya mewajibkan para siswa disana untuk membaca buku Muhammad Al-Fatih ini. Dikarenakan isi buku tersebut berkenaan dengan perjuangan seorang pemuda gagah berani, Muhammad Al-Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel, pada tahun 1453 yang mengakhiri riwayat Kekaisaran Romawi Timur, menjadikannya mendapat julukan 'Sang Penakluk' (Al-Fatih). Sehingga dia menilai, Muhammad Al-Fatih ini adalah sosok yang bisa dijadikan tauladan bagi pelajar, karena buku isinya berkenaan dengan sejarah Islam, perjuangan, kegigihan, dan keberanian.


Melalui Surat Kepala Dinas Pendidikan No.420/1109.f/DISDIK, Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Soleh menginstruksikan seluruh peserta didik SMA/SMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membaca buku Muhammad Al Fatih 1453, karangan Ust. Felix Siauw. Kemudian, para peserta didik diminta merangkum isi buku tersebut dengan gaya bahasa masing-masing. 

Hasil dari rangkuman buku tersebut agar dikumpulkan ke sekolah masing-masing.


Selanjutnya, pihak sekolah diminta melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada Cabang Dinas Pendidikan yang selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan tingkat provinsi paling lambat 18 Desember 2020. Eh, nggak tahu kenapa tiba-tiba saja dibatalkan.

Pernyataan resmi pembatalan kegiatan ini juga telah dicuitkan Disdik Pemprov Kepulauan Bangka Belitung melalui akun Twitter @kbbabel, pada Jumat (2/10/2020).


"Selamat siang, #SahabatBahasa! Terkait dengan simpang-siurnya kabar Disdik Prov. Babel yang menginstruksikan membaca dan merangkum buku "Muhammad Al Fatih 1435", kami sampaikan bahwa sudah ada surat pembatalan kegiatan terkait hal ini. Terima kasih," cuitnya.


Dikutip dari kompas.com Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, dalam pernyataan resmi, Sabtu (3/10/2020), di Jakarta, menjelaskan, sesuai Hukum Tata Usaha Negara, setiap surat edaran yang diterbitkan terdapat kekeliruan, maka lembaga atau instansi penerbit wajib melakukan perbaikan, penarikan, dan pembatalan.


Dengan diterbitkannya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Bangka Belitung Nomor 420/1112.a/DISDIK, dia menduga kuat perintah wajib baca dan merangkum Muhammad Al Fatih 1453 karya Ust. Felix Siauw adalah kebijakan yang keliru. ”Kami mendorong agar dinas-dinas pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tetap memiliki program literasi.


Program ini bertujuan memperkuat analisis dan kecerdasan peserta didik sehingga tidak mudah terpapar konten disinformasi atau hoaks,” ujarnya. 


Retno memandang, kebijakan mengembangkan budaya literasi semestinya tidak merujuk pada satu buku tertentu. Siswa diberikan kebebasan memilih. Dinas pendidikan cukup memberikan panduan buku-buku yang menarik, bagus, menginspirasi, dan layak dibaca. Buku lokal perlu mendapatkan perhatian. Siswa bisa diperkenalkan juga. Untuk konteks Kepulauan Bangka Belitung, misalnya, Retno mencontohkan novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Menguak Sejarah Timah Bangka Belitung karya Erwin Erman, dan Sejarah Bangka Belitung dari Masa ke Masa yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


”Kami harap pemerintah daerah melalui dinas pendidikan senantiasa membuat kebijakan yang menguatkan persatuan, keberagaman, dan nasionalisme,” katanya.


/Ada apa dengan buku Muhammad Al Fatih?/


What's, Ada apa ini? Buku Muhammad Al Fatih merupakan buku sejarah Islam yang memuat bagaimana kisah perjuangan Muhammad Al Fatih dalam merealisasikan bisyarah Rasulullah SAW. Keyakinan dan kerja keras terhadap apa yang dikatakan Rasulullah SAW telah membuahkan hasil. Benteng Konstatinopel yang sulit ditembus, akhirnya takluk di tangan pemuda 21 tahun.


Ust. Felix Siauw menyampaikan bahwa tujuan dari buku ini adalah agar pembaca paham sejarah kaum muslim dan kejayaan Islam. Muhammad Al Fatih adalah panglima perang terbaik dengan pasukan perang yang terbaik pula. Keduanya telah dipuji Rasul SAW jauh sebelum Muhammad Al Fatih lahir. Ust. Felix Siauw juga mengajak kaum muslim untuk meneladani sosok Muhammad Al Fatih, yang di usia muda menguasai Sembilan bahasa, sirah nabawiyah, ahli geografi dan politik serta sosok ahli ibadah yang sejak baligh tidak pernah meninggalkan shalat tahajud.


Oleh karena itu, sosok Muhammad Al Fatih lebih layak dijadikan idola bagi kaum milenial daripada oppa k-pop.


Baru kali ini ada persekusi buku. Buku porno yang jelas merusak generasi banyak beredar bahkan seolah dilestarikan.

 

Sungguh Islamophobia telah terjadi di negeri ini, kebencian dan ketakutan akan semua yang berbau Islam. Bagaimana ketika hijab, celana cingkrang, hingga jenggot juga dipersoalkan.


Termasuk ajaran seperti Jihad dan Khilafah yang merupakan bagian dari Islam. 

Persekusi buku Muhammad Al Fatih merupakan tantangan dakwah saat ini.


Sebelumnya, Rasul SAW dan para sahabat, Muhammad Al Fatih juga mengalaminya dalam perjuangan dalam mendakwahkan Islam ke seluruh umat manusia. 


Penjegalan, propaganda, penyiksaan, serta pemboikotan merupakan hal yang fitrah terjadi pada setiap perjuangan mengembalikan kehidupan Islam. Mereka pun tak luput dari rintangan tersebut dalam upayanya mensyiarkan Islam Kaffah.

Mari kita teladani para pendahulu kita untuk senantiasa istiqomah mendakwahkan Islam, walau persekusi dan rintangan lainnya terus menghampiri. Wallahu’alam bishowab. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Ada Apa Dengan Buku Muhammad Al Fatih 1453?"