Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anjing Saja Marah Ketika Sang Nabi Dihina, Kamu Bagaimana?


 

Oleh: Sahilatul Hidayah


Al Hafidzh Ibnu Hajar Al Ashqolany berkata : Suatu hari sekelompok orang dari pembesar Nashoro menghadiri sebuah perayaan seorang pemimpin Mongol yang murtad dari agamanya (menjadi Nashrani). Ketika itu ada salah seorang pendeta yang menghina Nabi, dan disana ada seekor anjing pemburu dalam kondisi terikat. Tatkala pendeta tersebut melontarkan celaan kepada Nabi, maka anjing tersebut menyalak kemudian menerkam dirinya dan menyasar wajahnya. Melihat hal itu orang-orang berusaha menyelamatkan dan ada yang berkata : Itu gegara celotehanmu kepada Muhammad. Lantas si pendeta berkata Tidak! Anjing itu bereaksi karena dia melihat isyarat tanganku mungkin dikiranya aku ingin memukulnya. 

Namun kemudian dia melontarkan lagi celaannya kepada Nabi Muhammad SAW dengan ucapan yang lebih keji. Maka si anjing pun lolos dari ikatannya spontan menyambar leher si pendeta hingga merobek dadanya yang atas dan orang itupun mati seketika. Karena kejadian ini ada sekitar 40000 orang Mongol masuk Islam. MashaaAllah..

Manusia paling mulia dan paling kita cintai, Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW untuk kesekian kalinya mengalami penghinaan. Dukungan terhadap pembuatan karikatur Rasulullah oleh Majalah Satir Charlie Hebdo di Perancis yang begitu lupa dengan sejarahnya sendiri yang langsung menghentikan rencananya untuk mengadakan pesta dansa yang penuh dengan kemaksiatan ketika diminta Khalifah Abdul Hamid untuk mengurungkan niatnya melakukan itu. 


Nabi gak akan marah ketika dihina karena akhlaknya yang mashaaAllah sangat luar biasa, seperti yang terdapat dalam kisah Sirah mulai dari dikatai sebagai orang gila sampe dilempari kotoran binatang, beliau sedikitpun tidak menunjukkan kemarahannya. Tetapi kita sebagai umatnya yang begitu mencintainya lebih dari apapun juga tentu gak akan terima akan penghinaan tersebut, karena sejatinya wujud cinta itu haruslah ada pembuktian disana. 

 

Sama seperti ketika kita gak terima ada yang ngehina ortu kita. Tentu reflek langsung marah dan gak terima dung. Beliau berdua kan orang yang paling kita cintai karena jasanya yang begitu besar ngebesarin dan ngedidik kita dari kita bayik sampai dewasa. Tentu sebagai ucapan terima kasih atas jasa besar mereka berdua salah satunya kita akan selalu berusaha menjaga kehormatan keduanya, termasuk akan marah ketika ada yang menghina mereka berdua. 


Nah..ini yang dihina Rasulullah yess, orang yang harusnya lebih kita cintai dari apapun dan siapapun di dunia ini termasuk lebih kita cintai daripada ortu kita. Kenapa? karena jasanya yang sangat besar gak hanya dalam urusan dunia kek kedua ortu kita tetapi juga urusan akhirat karena berkat Rasulullah lah kita bisa menemukan jalan keselamatan dunia dan akhirat yaitu Islam. Tentu kemarahan yang kita tunjukkin harusnya lebih lagi. 


Marah ini sudah sampe ke ubun-ubun rasanya melihat perlakuan mereka terhadap Sang Nabi Mulia. Karena gak sekali ini aja penghinaan ini dilakukan. Bolak-balik penghinaan itu dilakukan dengan begitu sombongnya dan tanpa ada rasa takut sama sekali. Sungguh sudah sangat diluar batas, perlakuan mereka terhadap Kanjeng Nabi. Kenapa hal itu bisa terjadi? karena saat ini kaum muslimin gak punya Sang Junnah (Pelindung) yang akan ngelindungin dan ngejagain kaum muslimin termasuk menjaga kehormatan dan kemuliaan dari Sang Nabi. 


So temans, tunjukkan sikap dan idenditasmu sebagai Umatnya Muhammad, dengan menunjukkan bukti nyata kecintaan kita kepada Rasullah dalam situasi dan kondisi apapun selalu berusaha dalam ketaatan. Dan ketika kemuliaan dan kehormatan beliau diusik tentu saja kita kudu bin wajib menunjukkan kemarahan kita sebagai bukti rasa cinta kita. 

Marah dengan cara yang benar dengan menunjukkan ketidak sukaan kita atas penghinaan tersebut, tidak B aja atau malah justru cuek bebek bin bodo amat. Dan tak lupa mendakwahkan tentang betapa butuhnya kita akan kehadiran Sang Junnah (perisai) yang akan menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan Sang Nabi. Anjing saja marah ketika Sang Nabi dihina, kalau kamu bagaimana? (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Anjing Saja Marah Ketika Sang Nabi Dihina, Kamu Bagaimana? "