Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berharap K-POP Menginspirasi? Upaya Cerdas Mendukung Sekulerisasi!


Oleh: Annisa Nurul Zannah

Tak dapat dipungkiri jika anak muda sekarang menjadikan Korea yang terkenal dengan sekulerismenya sebagai barometer dari segala aspek kehidupan. Bukan tanpa alasan, gaya hidup yang serba glamour, kisah cinta yang romantis dan kesempurnaan paras ikut menjadi salah satu penyebab mengapa K-POP atau K-Drama kian laris dikalangan anak muda.

Seolah menjadi kiblatnya anak muda saat ini, Korea sukses menggiring kehidupan anak muda mulai dari fashion, food, fun, dan film. Dengan lifestyle yang tak ada matinya, Korea mampu membius fokus remaja dengan segala keindahan semu yang mereka sajikan. Banyak sekali kita temui anak muda saat ini sangat hafal betul dengan seluk beluk dunia Korea. Mereka mengetahui banyak alur drama-dramanya, nama pemeran sekaligus dengan episodenya. Hal ini justru sebenarnya merupakan tujuan mereka agar menjauhkan anak muda dari belajar agama, utamanya remaja muslim yang gencar belajar islam.

Mereka jelas memerangi pemikiran para remaja hingga mereka terlena dengan segala gemerlapnya dunia Korea. Padahal, ini yang harusnya kita khawatirkan. Sebab secara tidak langsung, musuh-musuh islam sudah membunyikan genderang perang. Mereka faham betul jika mereka perang secara fisik akan kalah telak, alhasil mereka mencari strategi yang cantik untuk menjadikan kaum muslimin lupa dengan kewajibannya. Salah satunya dengan cara mengalihkan pandangan mereka terhadap agama. Mengalihkan segala bentuk campur tangan agama kepada suatu kemaksiatan yang dibalut seindah mungkin.

Hal tersebut lebih diperparah dengan adanya ungkapan dari Wakil Presiden Bapak Ma’ruf Amin yang 'seolah' men-support penuh sekaligus menyimpan harapan agar K-POP dapat mendorong atau menstimulus kreativitas anak muda Indonesia. Sungguh miris bukan? Kemaksiatan malah didukung dengan segudang harapan perbaikan generasi penerus bangsanya. Bagaimana peradaban dapat dikatakan gemilang apabila anak mudanya masih menjadi pembebek, apalagi pembebek dalam hal kemaksiatan.

Islam memiliki pandangan bahwa tak ada yang namanya harapan diatas kemaksiatan, justru hanya akan menimbulkan kemudharatan dan  menimbulkan kerusakan terhadap generasi penerus. Jika kita melihat sejarah-sejarah islam, ditangan anak mudalah peradaban gemilang dapat diraih. Tak ditemukan satupun peristiwa dimana pemimpinnya mengharapkan rakyatnya yang masih muda untuk mengikuti gaya hidup bangsa lain, apalagi bangsa yang terkenal dengan asa sekulerismenya. Tak ditemukan sejarah bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel, dengan segudang prestasinya terinspirasi dari menonton drakor. Lantas mengapa saat ini penguasa seolah mendorong upaya musuh islam dalam mensekulerisasikan anak mudanya?

Begitulah nampaknya jika sebuah negara masih berada dalam cengkraman sistem kapitalisme. Mereka tak mementingkan halal haram dalam menyampaikan sesuatu atau dalam mengambil suatu kebijakan. Maka yang tejadi adalah kerusakan yang menimpa generasi.

Hanya sistem Islam saja yang mampu menjanjikan kegemilangan atas masa depan anak muda. Karena selain penguasa yang serius dalam memberikan perhatiannya, sistem islam juga menjadikan halal dan haram menjadi patokan dalam menyatakan atau menetapkan sebuah kebijakan. Maka disaat yang bersamaan jaminan masa depan anak muda dan kemaslahatan hidup akan Allah limpahkan sebagai bentuk hadiah dari ketaatan dalam bernegara. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Berharap K-POP Menginspirasi? Upaya Cerdas Mendukung Sekulerisasi!"