Bukti Santri Mencintai Allah dan RasulNya
Oleh: Mochamad Efendi
Siapa yang tidak tahu santri. Dari tampilannya sudah nampak Islami, bersih dan good looking. Tidak hanya Itu, pemikiran dan perilakunya juga Islami. Mereka sedang dan terus belajar tentang Islam sehingga tsaqofahnya terus bertambah. Semakin Hari seiring bertambah umurnya, langkahnya semakin mantap di jalan Allah. Santri harus peka dengan problematika kehidupan yang melingkupi hidupnya dan memberikan solusi yang tepat dan benar dari ajaran yang dibawah Rasullulah, Islam. Santri cinta Rasullulah Itu pasti sehingga mereka selalu mengatur hidupnya dengan Islam secara kaffah, serta meniti jalan dakwah untuk menyampaikan ajaran Islam yang lurus dan mulia ditengah umat hanya untuk mencari ridho Allah.
Santri pasti akan marah jika ajaran Islam dinistakan dan Rasullulah direndahkan. Bukan karena santri tidak sabar tapi itulah bukti rasa cinta yang tumbuh di dalam dada terhadap Rasullulah dan risalanya. Santri tidak boleh hanya diam dan bersikap acuh saat ajaran Islam dimonsterisasi dan dikriminalkan. Santri akan berada dibarisan terdepan dalam membela agama Allah. Itulah bukti cinta seorang santri kepada Rasullulah. Cintanya pada Rasullulah bukan kaleng-kaleng tapi cinta suci yang teruji dalam perilakunya dan terpancar dari pemikirannya.
Santri cinta Rasullulah, Itu pasti. Jika ada penyimpangan dan kemaksiatan dihalalkan, santri pasti akan menolak dan meluruskan serta hanya menyuarakan kebenaran yang hanya bersumber dari ajaran Islam. Santri tidak bisa tinggal diam saat dosa besar dibiarkan bahkan dilegalkan. Santri datang berada digaris terdepan untuk mencegah kemungkaran yang telah dihalalkan oleh sistem yang rusak. Tentunya santri akan berfikir cerdas untuk mengganti sistem yang rusak dengan Islam yang lurus dan mulia. Keberanian santri menyeru hanya pada kebenaran Islam dan menolak berbagai bentuk kemaksiatan adalah bukti cinta santri pada Allah dan Rasullulah.
Santri adalah calon ulama' yang hanya berpihak pada kebenaran Islam, bukan pemikiran sekular, liberal apalagi komunis. Santri tidak takut menunjukkan identitas dirinya sebagai muslim sejati ditengah arus islamophobia. Pemikiran jernih dan cemerlang hanya melihat setiap permasalah dengan kaca mats Islam. Sungguh, santri mencintai Rasullulah dengan hanya mengambil apa yang dicontohkan Rasullulah baik perkataan maupun perbuatan. Cinta santri pada Rasullulah adalah cinta sejati tidak akan goyah hanya dengan iming-iming materi atau perhiasan dunia. Tidak pula gentar dan takut dengan ancaman maupun tekanan yang nyata ada bahkan jika harus berujung pada kematian. Yakinkah, santri tidak akan pernah mati hanya kembali kepada tempat keabadian yang Indah, sebaik-baik tempat kembali, surgaNya.
Santri sejati tidak hanya menonjolkan penampilan saja, tapi juga perilaku dan pemikiran Islami. Kepribadian Islam yang melekat pada sosok santri menjadi benteng kokok untuk menghadapi pengaruh buruk dari sistem yang buruk. Santri sejati mampu melihat secara jernih sebuah fakta agar bisa menghukuminya secara benar dan tepat dengan Islam. Apa yang keluar dari mulutnya maupun perbuatanya tidak pernah bertentangan dengan Islam karena Islam landasan berfikir santri. Santri selalu menimbang satu hal dengan sudut pandang Islam.
Setelah belajar di pesantren dengan kesunggugan hati, seorang santri sejati akan menyebar di permukaan bumi dan tinggal dengan masyarakat dengan membawa ajaran Islam yang lurus dan mulia. Santri tidak menyimpan ilmunya untuk dirinya sendiri tapi mengajak umat untuk berislam kaffah. Itulah bukti cinta santri kepada rasullah dengan menyebarkan Islam dengan jalan dakwah. Sehingga, cahaya Islam bisa benar-benar dirasakan oleh seluruh penduduk bumi. Islam akan benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Bukti santri cinta Rasullulah adalah sikapnya yang jelas berpihak pada ajaran Islam yang dibawah Rasullulah. Santri juga mengatur hidupnya dengan Islam secara kaffah meskipun terkadang bertentang dengan keinginan hati dan kebiasaan kebanyakan orang. Rasa cinta pada Rasullulah yang mendalam membuat santri lebih memilih Islam dari pada pemikiran dan perasaannya yang lemah dan bisa salah. Tetap Istiqomah pada kebenaran Islam meskipun harus melawan keyakinan masyarakat bahkan penguasa yang salah dan bertentangan dengan Islam.
Selamat Hari santri, semoga cintamu pada Rasullulah terus bersemi didalam hati dan tidak pernah mati. Jadilah sosok yang selalu menginspirasi umat agar selalu dekat dengan keyakinanya, Islam. Jadilah pribadi baik yang menyebar kebaikan pada banyak orang. Santri harus mau membagi ilmunya dengan terus Berdakwah agar lebih banyak umat tercerahkan dan mau berislam secara kaffah dan semoga kehidupan Islami segera terwujud tidak hanya di pesantren tapi semua lini kehidupan sehingga kemaksiatan dan penyimpangan akan berakhir dan berganti dengan kebaikan yang terpancar dari ajaran Islam. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Bukti Santri Mencintai Allah dan RasulNya"