Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dakwah Terus Capek Nih, Istirahat Boleh Nggak?


Oleh: Anggraini Putri Mahardita


Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ditanya : 

"Kapan seorang hamba dapat mengecap (waktu) istirahat?"

Maka beliau menjawab :

"Saat pertama kali kaki dia menginjak surga."


"Capek nih, istirahat sebentar boleh ya ?"


Sering banget ga sih kita begini ?

Selesai dapat satu amanah, pinginnya break dulu. Berharap jangan nambah tugasnya. Berasa amanah-amanah udah terlaksana, taat juga udah dilakuin, merasa paling besar pengorbanan, dan konstribusi. Sehingga muncul di benak diri, "Sekarang udah waktunya istirahat nih."


Atau berada pada kondisi yang "buntu", apa yang kita usahakan nggak ada hasilnya, apa yang kita lalui makin banyak rintangannya, teman-teman yang dulu bersama kita, tak bersuara entah kemana. Lantas terbesit dalam hati, capek kalau terus-terusan begini, pinginnya istirahat atau parahnya pingin berhenti. Pernah ?


Emang gitu cara mainnya setan, ga melulu menghadang kita buat mencapai keberhasilan dalam suatu amalan atau ketaatan. Bisa jadi kita berhasil taat tapi kita dibuat sombong atau ujub terhadap ketaatan tersebut. Sehingga membuat kita merasa berjuang sendiri, lelah sendiri, capek sendiri pinginnya istirahat, ganti orang lain aja yang berjuang. 

Padahal belum tentu juga kita berjuang. Hebatnya setan mah gitu. Parahnya kita juga yang mau aja jadi budaknya setan. Hmmm ...


Sering banget kita juga lupa, akhirnya bersantai ria, lebih parahnya “istirahat dulu" sampai waktu menggerogoti semangat kita dari aktivitas dakwah, padahal waktu yang berlalu ga akan mungkin bisa kembali. 


Imam Abu Bakar bin ‘Ayyasy berkata, “Andai seseorang kehilangan sekeping emas, ia akan menyesal dan memikirkannya sepanjang hari. Ia mengeluh 'Inna lillah', emas saya hilang. Namun belum pernah seseorang mengeluhkan 'satu hari telah berlalu, apa yang telah aku lakukan dengannya?'”


Bener banget ga sih ? Kita sering banget sedih, ketika perkara dunia hilang. Tapi untuk perkara akhirat kita mudah melepaskannya. Kita juga sering berkorban apapun asalkan meraih kesuksesan dunia, giliran untuk kesuksesan akhirat kita minta istirahat. 


Hmmm. Fix perlu banget untuk muhasabah diri  dan memohon ampun padaNya. Barangkali dakwah kita selama ini sering diselingi dengan keluh kesah. Barangkali orientasi dakwah kita masih keliru, sehingga akhirnya hanya lelah yang kita tumpu. Barangkali selama ini kita termasuk aktivis dakwah yang beramal seadanya, atau justru mengada-ada.


Yang pernah terbesit dalam hati untuk istirahat dalam aktivitas dakwah atau bahkan berhenti, coba ingat lagi satu hal ini. Seandainya yang terjadi di dunia ini selalu sesuai dengan apa yang kita ingini, tentu surga tak akan dirindukan lagi. Dan andai tidak ada duka lara di dunia ini, pasti tak ada istimewanya istirahat di akhirat nanti. 


So, ketika muncul pertanyaan dalam diri "Capek Nih, Istirahat Sebentar Boleh Ya ??". Yuk tanamkan dalam diri,  kapan waktu yang seharusnya untuk mengistirahatkan diri.

Jawabannya adalah saat diri ini menginjakkan kaki ke surga pertama kali.


Jadi, tahan lelahmu dan jangan berpikir tuk berhenti. Sampai sini mengerti ? (reper/az)

Posting Komentar untuk "Dakwah Terus Capek Nih, Istirahat Boleh Nggak?"