Dear Bucin
Oleh: Nur Hayati
Bucin. Guys, siapa sih disini yang gak kenal sama isitilah 'Bucin'? Atau, ada yang sedang lagi bucin sama seseorang? Hmhmhm. Sebagian besar para millenial pasti gak asing dengan istilah satu ini. Ya iyalah, karena ini menjadi topik bahasan tranding di kalangan mereka. Yaps, istilah 'Bucin' alias budak cinta adalah sebutan bagi mereka yang tergila-gila sama cinta lho. Kebanyakan sih kepada pacarnya.
Ngomongin soal arti budak, pasti dalam benak akan berpikir bahwa budak itu orang yang harus manut apa kata tuannya. Ga pakai acara menolak permintaan tuan. Kalau budak di jaman dulu nih, mereka rela ngelakuin apapun sesuai yang diinginkan tuan, supaya tuannya itu menjamin hidupnya. Eh, tapi beda jauh sama budaknya orang pacaran. Mereka rela ngelakuin apapun demi cinta. Gak peduli jika harus buang waktu, uang, tenaga bahkan melanggar syariat. Dengan dalih bahwa cinta itu butuh pembuktian. Wajar ga sih kalau kayak gitu?!.
Sebenarnya nih guys, orang punya rasa cinta itu normal. Wajar banget sih kalau diantara kita itu tertarik sama lawan jenis. Rasa cinta yang kita punya merupakan salah satu fitrah yang terdapat dalam potensi diri manusia, yakni Gharizah Nau' atau naluri seksual. Naluri itu sengaja diberikan Allah kepada kita, supaya kelestarian manusia tetap terjaga sob.
Seperti yang difirmankan Allah pada QS. Asy-Syura:11 "(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." So, Allah Swt. berikan rasa cinta, agar manusia tetap eksis di muka bumi ini.
Yang perlu kita pahami nih guys, rasa tertarik sama lawan jenis tuh baru muncul, jika ada rangsangan dari luar. Misal, dari film romansa yang kita tonton, lagu romantis yang kita dengerin, atau bahkan dari lingkungan yang menganggap bahwa pacaran itu asyik. Serem dah kalo gitu ceritanya!
Cinta itu ibaratkan benih tanaman. Tau kan, guys? Yang namanya benih tuh dalam masa pertumbuhannya butuh dirawat dengan memberikan pupuk dan air, agar dapat tumbuh dengan subur.
Sama seperti halnya dengan cinta, kalau bro and sis gak mau cinta itu semakin tumbuh mendalam, yah jangan dipupuk. Caranya, bisa dengan stop stalking sosmednya. Sebab, hal yang remeh itu, tanpa disadari otomatis menambah ketertarikan kita dengan lawan jenis. Hati-hati ya, guys!
Guys, memang bener yah, kalau bahasan persoalan cinta dari zaman ke zaman itu tak ada habisnya. Tak sedikit orang yang mengekspresikan cintanya itu dengan cara yang salah. Pengorbanan para bucin tuh gak kaleng-kaleng. Demi cintanya yang penuh dramatis rela banget mengorbankan keperawanannya, nyawanya, bahkan nyawa orang lain sekalipun. Astaghfirullah.
Mirisnya lagi nih, akibat pergaulan bebas yang ga mengenal batas, menyebabkan tingkat aborsi di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tak hanya itu, bunuh diri di kalangan pemuda pun merajalela. Dan lagi-lagi, pacaran tidak hanya terjadi pada tingkat mahasiswa, SMA, SMP, tetapi SD juga berani melakukan hal yang haram itu. Aduh, ngeri banget yah guys.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)
Nah itu guys, Allah menegaskan dalam firmannya, bahwa zina itu dosa dan merupakan perbuatan yang keji. Memang bener sih, kalau ada yang mengatakan bahwa pacaran itu belum tentu zina. Tapi, pacaran itu kan identik dengan berdua-duaan dan masih banyak mendatangkan kemudharatan yang lainnya. So, bisa dikatakan bahwa pacaran itu mendekati zina. Kalau, zina adalah ujungnya, maka pacaran itu adalah gerbangnya.
Berhubung rasa cinta yang kita miliki saat ini, adalah fitrah alias alami terjadi, maka Allah sendiri memiliki seperangkat rambu-rambu untuk kita. Agar cinta itu membawa bahagia, bukan malah membawa petaka. Tentunya, bukan cara yang salah yah, hehe.
Seperangkat rambu-rambu tersebut berupa aturan syariat Islam sob. So, kalau rasa cintamu pada seseorang sudah tak bisa terbendung lagi. Maka, jalan satu-satunya yang sah dan hanya diridhoi Allah adalah dengan ‘aqad nikah (melalui jenjang pernikahan).
Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsunya” (HR. Bukhari no. 5056, Muslim no. 1400).
Dan bagi yang belum siap, gimana dong? Santuy. Kebutuhan naluri, rasa cinta ini gak akan membuat kamu mati kok. Rasa cinta itu tidak akan bisa dihilangkan, namun bisa dialihkan. Tipsnya nih, diantaranya: berpuasa, menjaga pandangan, menjaga interaksi dengan lawan jenis, memperbanyak amal sholih, membekali diri dengan ilmu melalui ngaji islam kaffah, terjun di dunia dakwah, dan menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang berfaedah. Wallahu A'lam Bishowab. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Dear Bucin"