Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hidup Berkah dan Indah bersama Pengemban Dakwah


Oleh: Mochamad Efendi

 

Gaes, pengemban dakwah bukanlah orang biasa. Aktifitas yang dilakukan sungguh luar biasa tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi untuk mencerahkan kesadaran umat agar mau berislam secara kaffah. Tidak ada balasan yang lebih pantas dari seluruh nikmat di dunia ini kecuali rahmat dan ridhoNya dengan balasan surgaNya, sebaik-baik tempat kembali. Gaes, nikmat terbesar dalam hidup ini bukanlah perhiasan dunia, tapi nikmat Iman dan Islam. Terlebih lagi jika kita bisa istiqomah meniti jalan dakwah, seperti yang dilakukan para nabi dan rasul. Indah dan nikmatnya hanya bisa dirasakan pengemban dakwah yang ikhlas hanya untuk mencari ridho Allah.


Dalam pandangan manusia, pengemban dakwah mungkin dianggap melakukan aktifitas sia-sia karena hasilnya bukan materi atau perhiasan dunia. Tolak Ukur kesuksesan manusia biasa, terutama mereka yang terjangkiti dan terpapar virus kapitalisme, sekularisme dan liberalisme akan  menganggap aneh para pengemban dakwah. Mereka berjuang demi agamaNya, Islam, meskipun tidak mendapatkan imbalan nikmat dunia yang kebanyakan menganggapnya sebagai sumber kesenangan hidup.


Banyak orang mengejar nikmat dunia, bahkan jika harus melanggar syariat pemilik hidup, manusia dan alam semesta. Mereka tidak menyadari bahwa mereka tidak hanya melakukan perbuatan sia-sia, tapi mereka juga telah mencelakai diri sendiri karena sudah melanggar aturanNya. Padahal semua nikmat yang dibanggakan harus ditinggalkan semuanya saat jatah waktu hidup di dunia sudah habis. Semua yang dilakukan tanpa dasar Iman dan Islam ternyata sia-sia, tidak bisa menolong mereka di alam keabadian nanti. 


Tidaklah benar apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang tentang pengemban dakwah. Mereka sungguh mulia dan merekalah yang mampu berfikir cemerlang dan benar. Dunia ini kecil dan diperuntukan sebagai ujian bagi manusia tapi banyak orang menjadikan tujuan. Hanya pengemban dakwah yang tidak tergoda nikmat dunia yang semu dan menipu. Mereka bisa mengambil jalan lurus dan mulia, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan mereka yang dapat murka Allah dan juga bukan jalan mereka yang sesat.


Para malaikat juga hormat pada para pengemban dakwah yang selalu mengharap rahmat dan ridho Allah. Pujian dan cacian manusia tidak mampu menggoyahkan langkah mereka di jalan dakwah karena bukan balasan dari manusia yang diharapkan oleh para pengemban dakwah. Menjadi bagian dari pengemban dakwah adalah nikmat yang luar biasa yang tidak dirasakan oleh orang biasa karena mereka adalah orang yang terpilih yang layak dapat pertolongan Allah.


Banyak Kisah inspiratif yang ditorehkan oleh para pengemban dakwah. Tidak hanya kata-kata yang baik terucap dari lisannya menggugah kesadaran umat tapi juga perbuatan mereka layak dicontoh dan dijadikan teladan. Benih kebaikan yang mereka semai telah tumbuh menjadi buah manis yang menebarkan kebaikan untuk semua orang. Para pengemban dakwah membawa cayaha bagi umat agar mereka mampu melihat kebenaran hakiki, Islam. Kitapun berhutang budi kepada pengemban dakwah karena tanpa mereka mungkin Kita tidak akan merasa nikmat Iman dan Islam. 


Menjadi pengemban dakwah adalah pilihan hidup yang tepat dan benar. Mereka yang mengatahui dan menyadarinya pasti tidak ragu untuk mengambilnya, meskipun jalan ini memang tidak mudah tapi akan berakhir indah. Sangat berbeda mereka yang memilih jalan yang mudah. Tidak sedikit mereka telah tertipu karena apa yang mereka kejar ternyata semu. Bukan kebahagiaan yang didapat tapi kehinaan dan kesengsaraan menjadi budak dunia. Akhir hidup dalam kehinaan dan tunggulah adzab yang pedih bagi yang tidak mau diatur dengan syariatNya.


Gaes, mumpung masih muda dan masih kuat, jangan ragu untuk mengambil jalan dakwah. Hidup mulia dan penuh berkah akan kau rasakan sepanjang hidupmu.  Apalagi jika kamu berdakwah secara berjamaah untuk memenuhi perintah Allah di dalam al-Qur'an sural Ali Imran ayat 104. Kamu akan rasakan berjamaah dalam menyeru kebenaran Islam. Saling menguatkan dan mengingatkan membuat hidup ini sungguh bernilai di setiap langkah dan hela nafasmu. Kebahagiaan hakiki terasa dalam hati meskipun hidup serba kekurangan secara materi. 


Sangat berbeda mereka yang jauh dari agama. Hidup mereka sengsara meskipun bergelimang harta. Hatinya resah, gelisah dan tidak mampu mensyukuri hidup. Hidupnya hampa dan kosong karena tidak memiliki pegangan hidup yang benar saat melangkahkan kaki meskipun nikmat dunia melingkupi hidupnya. Mereka sudah diperbudak harta dunia tapi mereka tidak menyadarinya. Gaes, jangan ragu langkahkan kakimu di jalan dakwah dan bergabung bersama jamaah yang menyeru pada agama yang lurus, Islam. Insyaallah bersama para pengemban dakwah hidupmu akan berkah dan indah serta selamat di dunia dan akhirat. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Hidup Berkah dan Indah bersama Pengemban Dakwah"