Islam Ideologi
Oleh: Elsa Nur Rohimah (Santri Pondok Pesantren Darul Bayan Sumedang)
Seperti yang kita ketahui saat ini pemahaman Islam sudah tidak murni lagi, hal ini terjadi karna faham sekulerisme yang mengakar di umat Islam. Umat Islam mulai jauh dari pemikiran Islam ketika bahasa Arab mulai ditinggalkan, pengajaran tsaqofah Islam mulai diabaikan, dan ijtihad tidak dijadikan landasan berbuat, sehingga umat menjadi lupa terhadap hukum-hukum Islam terutama terkait politik dan pemerintahan, sehingga aturan kehidupan tidak di ambil dari hukum hukum Islam inilah yang disebut dengan sekulerisme.
Sekulerisme inilah yang membuat kita atau pun mereka mengambil hukum-hukum selain Islam dalam mengatur segala aspek kehidupan. Dan mereka juga menganggap bahwa itu boleh-boleh saja, karena mereka menyimpulkan bahwa Allah SWT ridho ketika urusan kehidupan mereka tidak diatur oleh aturan Islam.
Islam adalah agama yang sempurna jika dibandingkan dengan agama-agama yang lain. Islam mampu berjaya selama kurang lebih 14 abad, semua itu merupakan hasil dari penerapan nya sebagai sebuah ideologi. Sesuatu itu bisa disebut ideologi jika mereka memiliki dua syarat, yaitu aqidah dan aqliyah sebagai pemikiran atau ide dan memiliki sistem aturan sebagai contoh: kewajiban zakat adalah ide, dan bagaimana cara agar seluruh kaum muslim membayar zakat, maka ini adalah thoriqoh nya atau sama saja seperti metode penerapannya.
Hafidz Abdurrahman dalam bukunya "Islam politik dan spiritual", mengatakan bahwa agama dan ideologi (mabda) berbeda dengan ideologi-ideologi yang lain. Dari segi wilayah ajarannya, Islam bukanlah agama yang mengurusi masalah ruhiyah (spiritual) saja, namun islam mengurusi juga masalah politik (siyasah). Aqidah ruhiyah (aqidah spiritual) adalah aqidah atau ajaran yang mengatur urusan keakhiratan seperti surga, neraka, pahala, siksa dan dosa. Sedangkan aqidah as-siyasiyah adalah aqidah atau ajaran yang mengatur keduniaan seperti politik, ekonomi, sosial, pemerintahan, pendidikan, sanksi hukum dan masih banyak lagi.
Kedua aqidah ini sama-sama dibangun dengan aqidah yang sama yaitu aqidah Islam, dan karna itulah Islam adalah agama ideologi (mabda) sehingga Islam dipelajari secara kaffah. Hal ini tertuju agar tidak ada pandangan atau sikap-sikap negatif pada agama Islam.
Menurut Nasrudin Razak dalam bukunya "dienul Islam", menyatakan bahwa untuk memahami Islam lebih lanjut bisa dilakukan dengan cara:
1. Islam harus dipelajari dari sumbernya seperti alqur'an dan as-sunnah.
2. Islam harus dipelajari secara integral, tidak secara parsial. Artinya kita harus mempelajari Islam dengan seutuhnya seperti yang difirman kan Allah SWT.
"Wahai orang orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah ikuti langkah langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu. (QS.Al Baqarah ayat 208). (reper/az)


Posting Komentar untuk "Islam Ideologi"