Istimewanya Seorang Pengemban Dakwah
Oleh: Sahilatul Hidayah
"Sesungguhnya Allah, para malaikatNya, penduduk berlapis-lapis langit dan bumi, hingga semut di lubangnya, dan ikan paus, sungguh akan berselawat di atas orang yang mengajarkan manusia kebaikan" (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya dia berkata, Hadist ini Hasan Sahih).
Dakwah, pertama kali mengenal kata ini ketika masih kul pas semester 5 inshaaAllah. Please jangan tanya taun berapa, ntar ketahuan dung umur kita yang begitu berbeza wkwkwk...Berawal dari mbak kakak angkatan yang aktif di Lembaga Pers Mahasiswa, kek wadah jurnalistik buat mahasiswa gitu, belajar jadi wartawan ya walaupun masih ala-ala.
Mbak kakak angakatan itu mashaaAllah pribadi yang sangat luar biasa dalam penilaianku tuh. Udah prestasi akademisnya kece badai, pinter nulis dan aktif di berbagai lembaga ekstra kampus salah satu satunya ya Lembaga Pers Mahasiswa yang kami sama-sama aktif disana. Fyi beliau pernah nilai IP (Indeks Prestasi) 4,00 lho yang artinya nilai mata kuliahnya sempurna semua a.k.a dapat nilai A semua. MashaaAllah keren beut kan..Dan yang paling keren beliau tetap aktif dan semangat berdakwah.
Iyess, dakwah sama sekali tidak menghalangi beliau untuk tetap berprestasi akademis dalam perkuliahan. Sempet kepo kok bisa ya beliau bisa ok beut ngatur waktunya sehingga semua aktivitasnya bisa berjalan dengan baik. Dan ternyata jawabannya baru aku dapetin ketika aku juga udah ngaji dan juga mulai aktif dalam dakwah.
Beliau selalu bilang jadikanlah dakwah sebagai poros hidup. Apa maksudnya? Dakwah harus menjadi pusat dari segala aktivitas keseharian kita, sehingga aktivitas keseharian kita tidak akan menghalangi kita melakukan aktivitas dakwah. MashaaAllah..aktivitas keseharian yang kudu nyesuain dengan aktivitas dakwah bukan malah sebaliknya. Kenapa? karena dakwah adalah aktivitas amal salih yang utama. Aktivitas yang dilakukan oleh para Nabi dan RasulNya untuk menyebarkan kebaikan risalah Islam. MashaaAllah..
Ketika diri ini sudah mengazzamkan diri menjadi seorang pengemban dakwah, apa yang disampaikan oleh mbaknya yaitu dakwah adalah poros hidup kita tetap selalu aku pegang erat. Berusaha menjadikan aktivitas keseharian haruslah selaras dengan aktivtas dakwah.
Mudah? Enggak pastinya. Hidup dalam sistem kapitalis yang begitu hedonis, permisif dan begitu jauh dari syariatNya menjadikan godaan dunia begitu besar. Memilih untuk merintis usaha sendiri dan tidak bekerja di perusahaan padahal sebenarnya bisa karena pengen punya waktu yang lebih fleksibel untuk melaksanakan aktivitas dakwah. Walaupun hasilnya jauh lebih sedikit tapi inshaaAllah berkah pastinya.
Ketika melaksanakan aktivitas dakwah, cacian, hinaan, sampai pandangan sinis kudu dihadepin dan dibiasain nerimanya. Ya walaupun bila dibandingkan dengan para pengemban dakwah di luar sana yang kudu harus sampai mengalami siksaan fisik bahkan hilangnya nyawa. Masih gak ada apa-apanya aku tuh.
Kenapa sih para pengemban dakwah, inshaaAllah aku didalamnya, rela melakukan begitu banyak pengorbanan baik itu waktu, tenaga, harta bahkan yang paling berharga yaitu nyawa di jalan dakwah. Alasannya ada pada bunyi hadist yang aku tulis di awal tulisan ini. Karena betapa istimewanya seorang pengemban dakwah dihadapan Allah. Allah beserta malaikat dan makhluk mulai semut sampai ikan paus akan bersalawat kepadanya. Bahkan terdapat dalam riwayat hadist lain Rasulullah mendoakannya juga. MashaaAllah..
Dakwah adalah amal salih yang mulia temans, gak mudah untuk mengembannya karena gak semua orang sanggup melakukannya, tapi balasan yang akan didapat juga mashaaAllah..Dan yang paling penting, berharap dengan sangat amalan dakwah yang terjalankan dengan penuh kesungguhan dan totalitas akan bisa menjadi hujjah di hadapanNya kelak ketika hari penghitungan amal dilakukan bisa meminta kepada Allah surga firdausNya.
Allah menyuruh kita meminta ditempatkan di surga firdausNya, dan harga yang harus terbayarkan untuk ke sana tentu tidaklah murah. Hal itu menunjukkan Allah meminta amal salih terbaik yang kita lakukan kalau mau mendapatkan surga firdausNya termasuk juga dalam aktivitas dakwah.
Jadi, kalau dah mulai tuh hambatan dan tantangan dakwah datang menghampiri selalu ingat bahwa menjadi seorang pengemban dakwah begitu istimewa dihadapanNya, dan semoga dengan amalan dakwah yang terjalankan akan mengantarkan diri menuju surga firdausNya.Aamiin..So bersemangatlah dan bersegeralah selalu dalam aktivitas dakwah, menyampaikan tegaknya syariahNya dalam bingkai khilafah demi izzul islam wa muslimin. Allahu Akbar.. (reper/rmn)


Posting Komentar untuk "Istimewanya Seorang Pengemban Dakwah"