Masa Remaja
Oleh: Na'ilah Nabilah
Masa remaja adalah waktu emas sekaligus masa krisis. Di waktu remaja kita mempunyai semangat yang tinggi dan bisa memilih fokus untuk melakukan satu hal, kemudiam melejitkannya. Sayangnya masa remaja juga masa krisis, yang dimana setiap dari kita menghadapi banyak masalah dari berbagai macam persoalan (masalah). Entah itu masalah tentang percintaan, pertemanan, pelajaran, ato masalah hubungan kita dengan ortu, keluarga, dan guru. Di masa ini kita mencoba melakukan banyak hal, dan mencoba bermacam-macam cara untuk menyeleseikan masalah. Di dalam diri kita kadang terbesit rasa khawatir, bingung, dan bertanya-tanya 'apakah yang sedang aku lakukan ini benar?'. Kita gak tau atau gak punya standar untuk menentukan benar salahnya.
"Setiap masa tak akan pernah terulang". Pun dengan masa remaja. So, jangan habiskan masa remaja untuk terus mencari tanpa ujung. Mencari boleh, tapi jangan lama-lama.
Coba berhenti sejenak, tinggalkan semua kegiatan atau planning yang ada dan pikirkan 'Siapa aku? apa tujuanku?(tujuan hidup) Kenapa aku seperti ini? Bagaimana caranya agar aku bisa bangkit dari keterpurukan ini?'
Banyak dari kalangan remaja yang lupa akan jati dirinya sebagai seorang muslim. Tak banyak dari kita yang berpikir mengapa mereka beragama islam. Sejujurnya, islam dibangun atas dasar akidah yang didapat dari proses berpikir.
"Temukan penciptamu pada ciptaan-Nya" Jika sudah tau alasan memeluk agama islam, maka kita akan mempunyai gairah untuk mendalami islam. Seorang muslim sudah seharusnya bisa menjawab darimana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan akan kemana setelah dia mati, juga ada apa sebelum kehidupan dan ada apa setelah kematian. Pertanyaan ini harus bener-bener dipikirkan agar kita melakukan apa yang menjadi jawaban kita. Jika kita menginginkan surga, pantaskah kita melanggar aturan-Nya? Mesin cuci ada pembuatnya, kursi juga ada pembuatnya, masing-masing dari mereka punya aturan. Kalo salah pakai aturan atau bikin aturan sendiri, mereka akan rusak mereka. Pun kita(manusia), kita punya pencipta, pencipta mempunyai aturan kalo kita semena-mena dan gak mau pakai aturannya rusaklah kita(rusak moral,jasmani,dsb), dan tujuan kita gak akan tercapai.
Alloh lah pencipta kita, Dia juga yang kasih kita aturan biar masuk surga. Kita harus tau aturan-Nya untuk bisa menerapkan aturan-Nya (agar kita bisa masuk surga-Nya). Itulah pentingnya kita belajar islam lebih dalam(untuk mengenal islam lebih dalam). Kita butuh mentor untuk membimbing kita. Beliau lah yang akan menjelaskan kepada kita apa yang kita butuhkan. Mentor kita harus yang sudah matang dalam hal itu(ilmu agama dan penerapannya), agar kita bisa mengambil pelajaran dari setiap apa yang diucap dan dilakukan beliau. Robot yang di setel aturan aja kadang melakukan kesalahan, apalagi kita. Mentor dan kita sama-sama manusia, maka jangan pojokkan mentor ketika berbuat salah karna bisa jadi lupa/khilaf.
"Belajar tidak harus dari sesuatu yang baik" Kita bisa mengambil pelajaran dari seseorang yang mencontek, dengan berpikir 'apakah dalam islam mencontek itu benar?' kalo itu gak bener dan balasannya itu dosa(yang bisa mengantarkan kita ke neraka), maka kita tidak mencontoh perbuatan nyontek itu.
Masalah yang kita hadapi tidaklah buruk, dia hanya butuh dasar atau pokok atau standar agar masalah itu terseleseikan dengan baik dan benar. Dan standar itu adalah islam, islam adalah standar benar-salah. Jika islam punya solusi yang baku, maka gak ada lagi yang bisa kita lakukan selain sesuai dengan islam. Jika islam memberi kita luang untuk mengambil keputusan, maka tak ada salahnya jika kita juga menerima pendapat orang. Contoh, kalo kita punya masalah sama temen dan akhirnya kita musuhan, trus gimana? Dalam islam kita gak boleh marahan lebih dari 3 hari, dalilnya:
Dari Abî Ayûb al-Anshâriy, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam".(HR. Muslim. 2560).
Dan masih banyak dalil-dalil lainnya.
Berbaikan emang gak mudah, karna kita harus melawan ego kita, gengsi/harga diri kita. Tapi, kalo Alloh udah memerintahkan kita, ya sudah.
"Gak ada yang mudah untuk sesuatu yang mulia disisi-Nya"
Kemudian, kita tau belajar itu wajib dengan dalil yang sudah ditentukan. Tapi bagaimana cara belajarnya, islam memberi kita keleluasan untuk memilih. Mau baca dalam hati boleh, mau latihan soal juga boleh. Kalo belajar sambil teriak-teriak? kalo gak mendzolimi orang boleh, kalo dzolim ya jangan.
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 7). (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Masa Remaja"