Meneladani Wali Songo dalam Berdakwah
Oleh: Mochamad Efendi
Kamis Malam jum'at tanggal 15 Oktober 2020 ba'da sholat Isa', saya berkesempatan mengisi kajian remaja di daerah Waru Sidoarjo. Alhamdulillah, bisa berbagi dan menjelaskan tentang bagaimana kiprah dan dakwah para penyebar agama Islam di Nusantara, khususnya di tanah Jawa. Yaitu, "Wali Songo".
Pada kesempatan tersebut saya ingin meluruskan kembali sejarah bahwa Wali Songo adalah utusan kekhilafan Turki Usmani, yang saat Itu merupakan negara Adi daya yang punya pengaruh kuat dan luas diseluruh penjuru dunia. Negara dengan misi politik luar negeri, dakwah dan jihad telah mengirim para pengemban dakwah untuk menyebarkan Islam di pulau Jawa. Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa.
Itu artinya ada hubungan kuat khilafah dengan bumi Nusantara bahkan jauh sebelum negera yang bernama Indonesia terbentuk. Keislaman Kita adalah bukti Nyata bahwa telah ada pengemban dakwah yang merupakan utusan negara khilafah yang sangat dekat dengan masyarakat Jawa yang dikenal dengan Wali Songo. Bahkan karena semangat jihad yang diajarkan dalam Islam telah mendorong para pejuang di bumi Nusantara untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan yang dilakukan oleh penjajah kafir barat kala Itu.
Harus dipahami juga bahwa para utusan khilafah ini telah mendorong penguasa di bumi Nusantara untuk mendukung misi dakwah dan juga menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan. Kesultanan di bumi Nusantara; Demak, Banten adalah kekuasaan yang mendukung dakwah dan mendorong diterapkan Islam dalam kehidupan Nyata.
Jadi, saya ingin menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi umat Islam memusuhi khilafah, karena ulama' atau para dai' yang pertama datang di bumi Nusantara untuk berdakwah adalah utusan kekhilafan yang berkuasa saat Itu. Kekuasaan ternyata sangat dibutuhkan dalam menyebarkan Islam agar lebih mudah dan cepat. Kekuasaan akan menghilangkan penghalang dakwah dengan jihad agar cahaya Islam bisa dirasakan umat secara nyata. Pemahanan umat akan mudah tercerahkan dengan Islam untuk berislam secara kaffah jika didukung kekuasaan.
Islam Itu indah dan sangat dibutuhkan umat agar bisa hidup penuh berkah dan bahagia. Rakyat hidup sejahtera dalam naungan khilafah. Dengan Islam kebaikan akan tumbuh subur sementara kemaksiatan akan hilang terbenam jauh ke dalam bumi karena Hukum Allah diterapkan dalam kehidupan Nyata. Berbeda dengan sistem demokrasi saat ini dosa besar dihalalkan yang mengundah murka Allah berupa bencana alam dan pandemi yang berkepanjangan.
Dengan Meneladani dakwah Wali Songo, saya berharap para remaja tersebut siap bertolak dalam barisan dakwah yang memperjuangkan Islam agar bisa diterapkan secara kaffah dalam kehidupan nyata. Bersemangat terus mengkaji Islam agar tsaqofah Islam bertambah sehingga semakin mantap dalam mendakwahkan Islam ditengah umat seperti yang telah dilakukan para ulama' terdahulu, Wali Songo yang telah berhasil menyebarkan Islam di bumi Nusantara. Sungguh, dakwah adalah pilihan yang tepat agar semua orang bisa merasakan nikmat Iman dan Islam, nikmat tertinggi dan teristimewa dalam hidup.
Akhir kata, sayapun berharap dan berdo'a. Semoga keinginan mereka benar-benar terwujud dan setiap usaha mereka mendapatkan keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT. (reper/rmn)


Posting Komentar untuk "Meneladani Wali Songo dalam Berdakwah"