Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Mutiara ditengah Kejamnya Fitnah


Oleh: Nadia Ulya Wahidah (Aktivis Dakwah Millenial)


Sejak awal, saat Allah mulai menciptakan manusia yang pertama yaitu nabi Adam as, peperangan antara kebenaran dan kebathilan telah dimulai. Hal ini terjadi saat Allah memerintahkan seluruh makhluk untuk bersujud kepada nabi Adam as. Semua makhluk itu taat dan menjalankan perintah Allah, kecuali hanya iblis.


Dia membangkang dan menyombongkan dirinya. Padahal sebelumnya iblis adalah makhluk Allah yang taat. Mulai saat itu, Allah mengeluarkan iblis dari dalam Surga. Dan mulai saat itu juga, iblis berjanji akan selalu menggoda anak cucu Adam (manusia) agar mereka keluar dari jalan kebenaran.


Peperangan antara kebenaran dan kebathilan itu juga terjadi kepada anak dari nabi Adam as dan Hawa, yaitu Qabil dan Habil. Dan terus berlanjut kepada para nabi yang berusaha untuk mengajarkan Islam kepada seluruh manusia. Bahkan peperangan ini masih sering terjadi ditengah-tengah kita, yang termasuk sebagai umat Rasulullah Saw.


Dulu, Rasulullah Saw hadir ditengah-tengah kaum Quraisy yang memiliki kebiasaan-kebiasaan tidak baik, sampai-sampai mereka disebut sebagai masyarakat jahiliyah  (bodoh). Setelah Rasulullah Saw menerima Wahyu, beliau berusaha menyampaikan kepada keluarganya, kemudian sahabat terdekatnya, hingga Allah memerintahkan Rasulullah Saw untuk berdakwah secara terang-terangan.


Mulai saat itu kebenaran dan kebathilan sedang beradu sangat kuat. Berbagai penolakan dan perlawanan dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Mulai dari perlawanan fisik, hingga perlawanan mental. Tapi karena keimanan yang kokoh yang dimiliki oleh para sahabat, mereka tidak pernah menyerah atau meninggalkan jalan dakwah. Mereka yakin pasti Allah akan selalu menolong agamaNya.


Akhirnya Rasulullah berhasil menegakkan negara Islam di Madinah. Dari situ lah, Islam berhasil menguasai dua per tiga dunia, dan umat Islam berhasil menjadi umat yang mulia.


Tapi semua itu seolah-olah hanya menjadi cerita sejarah, ketika Islam sudah tak lagi memimpin dunia. Kapitalis-liberal telah menggantikan semuanya. Mereka mengganti hukum-hukum Allah dengan hukum buatan mereka sendiri, yang sebenarnya hanya akan menyengsarakan manusia.


Pada awalnya, mereka mulai menciptakan keraguan terhadap nilai-nilai dan prinsip Islam yang telah diyakini oleh umat Islam. Kemudian umat Islam mulai meragukan hukum-hukum Islam, bahkan mereka juga menjadi ragu kepada Allah.


Tidak cukup disitu. Setelah umat Islam jauh dari agama mereka, musuh-musuh Islam itu mulai mengadu domba umat Islam, sehingga banyak dari umat Islam yang benar-benar telah mencampakkan hukum-hukum Allah, bahkan tidak sedikit juga dari mereka yang menjadi phobia terhadap ajaran-ajaran Islam. Na'uudzubillah min dzaalik.


Lalu, kenapa musuh-musuh Islam merencanakan itu semua? Jawabannya adalah karena sebenarnya mereka tau bahwa umat Islam tidak akan pernah berhasil dikalahkan jika mereka masih berpegang teguh kepada Islam. 


Subhaanallah, ternyata musuh-musuh Islam itu takut jika kita berpegang teguh kepada Islam. Dan harusnya kita sebagai remaja muslim menyadari akan hal itu. Karena kita lah nanti yang akan meneruskan perjuangan untuk menegakkan Islam kembali. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran:110 yang artinya:


"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah ..." 


Dari satu dalil ini hendaklah kita bersegera untuk mengambil peran, agar kita layak untuk menjadi 'umat terbaik' yang Allah sebutkan dalam dalil ini. Karena sekarang ini tanda-tanda akhir zaman sudah banyak terjadi, salah satunya adalah banyak fintah yang terjadi dimana-mana. Dan itu artinya kemenangan yang Allah janjikan sudah sangatlah dekat.


Harusnya hal ini dapat menjadikan kita lebih semangat dalam mendakwahkan Islam. Kita harus tetap bisa menjadi mutiara ditengah kejamnya berbagai fintah yang ada. Kita harus bersegera untuk menyadarkan kembali umat Islam, agar mereka kembali kepada hukum-hukum Allah, karena hanya Dia lah sebaik-baik pembuat hukum.


Dan ingat, kunci kemenangan kita adalah 'selalu berpegang teguh kepada Islam'. Karena itulah yang akan membuat tubuh musuh-musuh Islam bergetar ketakutan. Kalau musuh-musuh Islam itu siap melakukan apapun untuk menghancurkan Islam, maka kita juga harus lebih siap untuk memperjuangkan agama Islam.


Karena umat Islam tidak akan menjadi mulia jika tanpa Islam. Islam pun tidak akan bisa tegak jika tanpa syari'ah. Dan syari'ah tidak akan bisa terlaksana jika tanpa Daulah. Di dalam Daulah inilah kita dapat melaksanakan seluruh syari'ahNya, dan seluruh umat Islam akan dipenuhi hak-haknya. Inilah sebuah kemenangan yang Allah janjikan kepada kita, yang sedang kita perjuangkan bersama, ialah Daulah Khilafah Rasyidah 'ala Minhaaj An-Nubuwwah. Wallahu a'lam bishshowaab. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Menjadi Mutiara ditengah Kejamnya Fitnah"