Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nikmat Tertinggi dan Teristimewa dalam Hidup



Oleh: Mochamad Efendi 


Geas, punya mobil mewah, rumah megah dengan fasilitas lengkap bersama keluarga yang sangat dicintai pasti menyenangkan dan menjadi dambaan setiap orang. Apalagi gaes,  jika punya kekayaan yang melimpah dengan uang di rekening yang tidak akan habis untuk tujuh turunan, ah rasanya hidup ini sempurna, dan sepertinya itulah nikmat yang selalu kita harapkan dalam setiap do'a kita. Tapi, ternyata ada lagi nikmat tertinggi dan teristimewa yang sering kita lupakan yaitu; nikmat Islam dan Iman. 


Gaes, semua nikmat yang di dunia ini akan hilang saat jatah waktu kita habis dan saatnya waktu untuk menutup mata selama-lamanya.  Jejaknyapun bahkan tidak kita rasakan saat kita harus kembali ke kampung akhirat, tempat keabadian, kecuali nikmat Islam dan Iman. Hanya kebaikan yang dilandasi oleh iman dan Islam yang akan menjadi bekal kita nanti saat harap kembali menghadap. Sementara, apapun yang kita anggap baik tanpa dilandasi iman dan Islam, tidak akan memiliki nilai untuk dibawa sebagai bekal ketempat peristirahatan terakhir kita. 


Gaes, semua orang hidup pasti mati, itu sudah terbukti tinggal giliran kita nanti dan itu pasti. Sudah terbukti bahwa mereka yang memiliki kekayaan fantastis akhirnya harus rela meninggalkan semua yang selama ini dinikmati,  dibanggakan dan dibela mati-matian. Dan tidak sedikit yang kehilangan kebahagiaan hakiki karena ambisi untuk meraih semua kenikmatan dunia yang ternyata hanya ilusi.  


Bahkan, ada juga yang menempuh cara haram,  sikut kanan dan sikut kiri, menyakiti orang dan tidak terasa menumpuk dosa hanya karena ingin meraih nikmat dunia. Padahal, semua itu akan kita tinggalkan untuk selama-lamanya. Bukan nikmat yang kita dapat tapi adzab pedih karena tidak mampu mensyukuri nikmat tertinggi dan teristimewa, yakni Iman dan Islam. 


Gaes, sering kita diingatkan didalam pengajian untuk tidak lupa bersyukur atas nikmat Islam dan iman. Tanpa nikmat ini, waktu kita akan sia-sia saja. Dalam khutbah jum'at, kita juga selalu diingatkan agar terus meningkatkan ketaqwaan kita, sebenar-benar taqwa dan jangan sampai kita mati tanpa membawa iman dan Islam. 


Gaes,  jaga iman dan Islam di dalam dada,  jangan sampai lepas hanya untuk memperoleh kenikmatan dunia yang semu. Jangan takut dan malu untuk menunjukkan identitas kamu  sebagai muslim sejati dan tetap istiqomah berislam kaffah.  Genggam terus iman dan Islam karena itulah nikmat tertinggi dan teristimewa di dalam hidup ini yang akan memberi nilai setiap kebaikan sebagai ibadah yang berbuah indah.  


Dengan Iman dan Islam yang kokoh dan terpelihara didalam dada,  kita akan yakin dalam melangkah karena memahami tujuan hidup. Kitapun akan mampu memilih dan berpihak kepada kebenaran Islam. Hidup terasa tentram dan tenang, walaupun kesulitan dan masalah hidup tidak berhenti untuk menguji,  namun iman dan Islam semakin kuat bersemayam dalam diri kita.  


Gaes, masih adakah iman dan Islam dalam dirimu? Bersyukurlah jika masih bersemayam kokoh ditengah virus sekularisme dan islamophobia yang sering mendorong seseorang untuk meninggalkannya hanya untuk mendapatkan perhiasaan dunia yang semu.  Bahkan apa yang sudah didapat tidak membuatnya bahagia. Hidup terasa hampa karena kehilangan nikmat Iman dan Islam di dalam dada. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Nikmat Tertinggi dan Teristimewa dalam Hidup"