Parodi Mereka Berhasil
Oleh: Nur Khalifah (Remaja Masjid At Taqwa, Ketapang, Kalbar)
Hari ini kita berteriak protes Omnibus Law.
Walau sudah banyak teriakan protes sejak ratusan hari yang lalu, sang raja tega tetap mengesahkan UU ambius ini.
Meski ketok palu harus dilakukan di tengah malam buta.
Kepada siapa lagi mereka berpihak, selain kepada cukong besar yang uangnya mampu memuluskan segala hal.
Kapitalis besar yang uangnya mampu mengubah wujud pejabat yang hobi mengambil hati rakyat saat kampanye, menjadi raja tega setelah menjabat.
Namun...
Ingatan kita terlalu pendek.
Maka wajar mereka berlaku sesuka hati hari ini.
Paling tidak besok sudah lupa Omnibus Law.
Mengapa pejabat yang mengetok aturan omnibus law tidak pernah takut akan kemarahan rakyat?
Karna rakyat marah hanya hari ini.
"Besok pemilu kasih sedikit upeti, kita menang lagi, Hhhh" Ujar pejabat itu.
Sama dgn partai-partai yang selama ini juara korupsi, semua tenang-tenang saja.
Karena mereka tahu, rakyat yang marah juga butuh makan.
Besok saat mau pemilihan kasih saja sedikit uang jajan, lancar lah urusan.
Pejabat itu pintar dan tahu, bagaimana cara membuat rakyat tetap bodoh dan hanya sibuk masalah perut.
Sementara mereka bak sutradara dengan tawa lepas.
Parodi mereka berhasil!
"Tenang saja rakyat bodohnya masih lama, kita bisa berkuasa lebih lama" Hhhh Lanjutnya. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Parodi Mereka Berhasil"