Pelangi Cinta
Oleh: Choirin Fitri (Pemerhati Remaja)
Darimana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati
Darimana datangnya jodoh
Dari Allah sampai di sisi
Yup, cinta. Sejak zaman baheula sampai zaman milenial macam sekarang pembahasan 5 huruf ini nggak ada habisnya. Pujangga berpuisi. Para penulis novel, cerpen, naskah menuliskan segala hal tentangnya. Penggubah dan penyanyi lagu mendendangkannya. Tapi, seperti tidak pernah habis tema ini dibahas.
Akhirnya, cuma bisa membenarkan kata orang bahwa "Hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam". Hambarkan rasanya?
Cinta memang berwarna-warni. Ibarat pelangi. Indah dipandang. Menenangkan.
Tapi, kini keindahan cinta ala pelangi itu telah dirusak maknanya oleh para penyuka jeruk makan jeruk. Makna cinta yang awalnya indah jadi pengundang murka.
Cinta tak pernah salah. Karena cinta memang dicipta Allah agar dunia lestari. Tanpa cinta takkan ada estafet kehidupan di dunia ini.
Yang salah adalah bagaimana manusia mengekspresikan rasa ini. Apakah dengan sesama jenis? Dengan lawan jenis yang belum sah? Atau dengan pasangan halal?
Tentu tiap orang punya cara berbeda dalam mengekspresikannya. Cara ini tergantung mindset ia dalam memaknai cinta. Kenapa bisa gitu?
Ya, karena manusia akan berbuat sesuatu sesuai apa yang dipahaminya. Misal nih, yang dia pahami salat itu wajib, maka dia nggak bakalan deh mau ninggalin salat meski sesibuk apapun. Beda dong dengan yang sekadar tahu salat itu wajib tapi kalah dengan kemalasan. Akhirnya, ketika adzan berkumandang, ia enggan banget ngerjain salat.
Cinta juga gitu. Cara mengekspresikannya tergantung pada siapa rasa ini hinggap. Pada mereka yang punya pemahaman benar tentang cinta. Atau pada mereka yang menganggap bahwa cinta itu sama dengan nafsu. Sehingga mengekspresikannya bebas tanpa batas.
Lalu, kalau tetiba 5 huruf ini singgah di hati enaknya diapain? Ungkapin, doain atau pacarin?
Dalam dunia percintaan nyatanya hanya ada 2 pilihan. Nikah atau puasa. Tak ada pilihan ke-3. Pacaran atau zina misalnya.
Kenapa? Karena Rasulullah telah menyampaikan demikian lewat sabdanya:
''Wahai para pemuda, jika salah seorang dari kalian mampu menikah, maka lakukanlah, sebab menikah itu baik bagi mata kalian dan melindungi yang paling pribadi'' (HR Bukhari dan Muslim).
Anehnya, saat ini banyak para pemuda yang malah nekat mengambil pilihan ke-3. Mereka pilih pacaran atau zina. Padahal, Allah telah haramkan keduanya dalam firman-Nya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).
So, stop deh ngambil pilihan ke-3 dan segera tanamkan dalam diri untuk menjadi jofisa alias jomblo fi sabilillah alias jomblo di jalan Allah. Oke?! (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Pelangi Cinta"