Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosial Media



Oleh: Anggraini Putri Mahardita


Jaman sekarang siapa sih yang ga punya sosial media ??

Sosial media adalah tempat untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Karena seseorang bisa online kapanpun ia mau. Hampir semua kalangan menggunakan sosial media. Mencari seseorang yang tidak menggunakan sosial media bisa jadi hal yang sulit. Karena sosial medialah yang mempermudah cara berkomunikasi manusia.


Bahkan komunikasi yang kita lakukan tak terbatas hanya pada orang-orang yang kita kenal. Di era digital ini kita bahkan bisa menambah relasi dari seluruh penjuru negeri.


Instagram, whatsapp, line, telegram, facebook, twitter tak arang menjadi pilihan pengguna sosial media untuk berinteraksi dengan siapapun. Yaps, siapapun tak pandang bulu. Bahkan ada juga loh satu fitur dalam salah satu sosial media yang kita bisa berinteraksi tanpa mengetahui identitasnya. 


Yaps begitulah luar biasanya sosial media, sehingga kadang membuat kita  tutup mata terhadap bahaya-bahaya yang mungkin terjadi. Atau bahkan tutup mata terhadap adanya penyimpangan-penyimpangan yang bisa jadi melanggar batasan syariat agama. 


Bahkan tak jarang kita dapati kasus pacaran, sahabatan, temanan lewat sosial media tanpa tahu satu sama lain. Asyik berinteraksi dengan bukan mahrom, masuk komunitas grup yang campur baur, menebarkan hoaks, ujaran kebencian, kata-kata kotor atau hal-hal yang tak berguna lainnya.


Apakah hal tersebut juga menjangkiti kaum muslim ?

Tentu saja. Mirisnya masih banyak loh kaum muslim terutama millenials yang masih belum sepenuhnya menjaga diri dari bahaya sosial media.

Atau bisa jadi kita sendiri.


Seringkali menjelma menjadi dua pribadi berbeda di dua dunia. 

Begitu rapat menjaga hijab di dunia nyata, menjaga diri ketika bertemu lawan jenis. Namun di dunia maya kita begitu liar mengumbar pandangan dan lisan tanpa rasa malu. 


Kemajuan teknologi dan sosial media seakan menggerus rasa malu sebagian dari kita ya ? Hanya karena sesuatu itu penting menurut kita, bukan berarti sesuatu itu boleh dilakukan tanpa menimbang dan menakarnya dari sisi Islam. Godaan syahwat, kurangnya rasa takut pada Allah, pengaruh teman dekat, banyaknya waktu luang, turut menjadi alasan kita tenggelam dalam maksiat.


Berbeda ketika kita disibukkan dengan hal-hal yang produktif dan bermanfaat, maka godaan berbuat dosa bisa jadi memudar dengan sendirinya.

Dan mendekat dengan orang-orang yang baik di dunia nyata, yang selalu mengingatkan kita pada Allah, akan memudahkan kita untuk terus terjaga dari berbuat dosa.


Ingat ya sob, jika memang belum sanggup untuk mewarnai sekitar kita, jangan sekali-kali ambil resiko untuk terus berada dalam lingkungan yang buruk.

Tidak ada yang bisa menjamin kita mampu bertahan menghadapi dahsyatnya pengaruh buruk yang terus memperdaya.


Salah satu cara untuk memperbaiki diri adalah hijrah dari lingkungan yang buruk termasuk dalam sosial media.

Interaksi sosial media yang mendukung kita untuk berubah ke arah yang lebih baik tentu tak jadi masalah. Namun sangat disayangkan ketika sosial media justru menjerumuskan kita ke dalam maksiat dan perbuatan dosa.


So, yuk jaga diri dalam bersosial media. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang bijak dalam menggunakannya dan menjadikannya sebagai alat untuk menebarkan Islam ke seluruh dunia. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Sosial Media"