Super Hero Rangga, Korban Potret Abainya Negara Mengurusi Keselamatan Rakyat
Oleh: Nerry Puspita Sari
Sesak, pilu, sedih terasa ketika menyimak kisah Rangga. Bocah berumur sembilan tahun asal Aceh ini dibunuh secara sadis lantaran membela sang ibu yang hendak diperkosa. Akhirnya, Rangga siswa kelas II sekolah dasar ini harus meregang nyawa. Peristiwa memilukan ini berawal ketika pria bernama Samsul Bahri (41) masuk ke rumah tempat tinggal Rangga dan sang ibunya pada Sabtu (10/10/2020). Agar tindakan bejat Samsul Bahri terhenti, Rangga menjerit. Namun, jeritan Rangga tersebut membuat dirinya justru dibacok hingga tewas dan jasadnya dibuang oleh sang pelaku ke sungai. Berita terakhir, pada Ahad (18/10/2020), Samsul Bahri sang pelaku sadis berakhir tragis. Belum sempat diadili, Samsul Bahri ditemukan tewas terbujur kaku di sel tahanan Mapolres Langsa.
Jiwa Kesatria dan Abainya Negara
Tindakan yang dilakukan oleh Rangga dalam membela sang ibu sungguh mulia. Rangga dengan usianya 9 tahun begitu berani mempertaruhkan nyawa demi menjaga kehormatan sang ibu. Kisah pilu Rangga ini menambah deret panjang kasus pembunuhan di negeri ini. Kisah ibu Rangga juga bukan kasus baru karena kasus pelecehan seksual hingga pemerkosaan tak kunjung usai di negeri hukum ini.
Dalam hal ini, negara tidak boleh membiarkan rakyatnya berada dalam kondisi rawan kejahatan. Karena negara bertanggung jawab menjaga keamanan rakyat. Akan tetapi, yang terjadi di dalam negeri ini justru sebaliknya.
Saat ini penjahat dengan bebas berkeliaran dengan berdalih covid-19, penguasa membebaskan narapidana dengan alasan mencegah covid-19. Yang dampaknya para penjahat kembali meluncurkan aksinya mencari mangsa. Samsul Bahri contohnya, penjahat semacam ini penjahat yang notabenenya kapok lombok a.k.a kumatan. Dulu ia dihukum karena kejahatan yang sama, yaitu melakukan pembunuhan. Kini, karena kebijakan asimilasi pemerintah dia mengulangi perbuatan bejatnya.
Atas kelalaian penguasa inilah, rakyat kecil yang menerima dampaknya. Rangga sosok yang dikenal sebagai anak yang berprestasi dan rajin mengaji Al-Qur’an. Akan tetapi, masa depannya direnggut penjahat yang dibiarkan berkeliaran oleh penguasa. Seharusnya, ketika penguasa menetapkan suatu keputusan hal tersebut perlu dipertimbangkan secara masak-masak segalanya. Hal ini dikarenakan segala keputusan yang diambil penguasa akan berdampak pada masyarakat seluruhnya.
Islam Melindungi Darah dan Nyawa
Islam menaruh perhatian besar pada keamanan manusia. Nyawa manusia sangat berharga dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Maidah (32):
“Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”
Perintah Allah SWT ini menjadikan sistem islam sangat memperhatikan keamanan rakyat. Sepanjang beradaban Islam, para Khalifah berhasil mewujudkan rasa aman bagi rakyatnya. Mereka melakukan patroli, baik saat siang maupun malam hari. Tak hanya berpatroli, mereka juga menumpas para pengacau keamanan.
Khalifah Al-Mu’tashim pernah mengirim pasukan untuk memerangi kelompok preman Muhammad bin Utsman dan Samlaq yang membuat onar di Bashrah. Mereka berhasil ditumpas hingga ke akar-akarnya, Bashrah pun terbebas dari teror mereka. Beliau juga menumpas kelompok Babak Al Kharami di wilayah Azerbaijan dan mengeksekusi mati pemimpinnya.
Islam menggambarkan penguasa sebagai pengembala. Jika pengembala sembrono dan lalai, hewan gembalaannya akan dimakan binatang buas. Oleh karena itu, sang pengembala harus selalu memperhatikan gembalaannya, apakah mereka aman atau tidak. Demikian juga dengan penguasa, penguasa itu pelayannya rakyat bukan bosnya rakyat. Penguasa harus memperhatikan urusan rakyat, bukan justru mengeluarkan kebijakan yang dampaknya membahayakan nyawa rakyat, asimilasi narapidana misalnya. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Super Hero Rangga, Korban Potret Abainya Negara Mengurusi Keselamatan Rakyat"