Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Agar Tawadhu' & Jauh dari Sifat Sombong


Oleh: Mochamad Efendi

Manusia tidak layak sombong karena mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tanpa Izin Allah.  Sombong bisa menggelincirkan manusia pada dosa besar yang tidak terampuni.  Apa yang kita sombongkan karena semua yang kita punya adalah milikNya. Awalnya kita tidak berdaya dan tidak tahu apa-apa,  kemudian Allah memberikan nikmat dunia pada manusia dan ilmuNya dari apa yang dikehendaki untuk diketahui manusia. Akhirnnya itu semua akan dicabut dan kita kembali tidak memiliki apa-apa.  Lalu apa yang mau dibanggakan karena semua yang kita miliki adalah titipan yang pada waktunya harus dikembalikan pada pemiliknya,  Allah SWT.  Gaes,  tapi manusia sering lupa diri dan terjangkiti penyakit sombong ini. Lalu bagaimana gaes agar bisa bersikap tawadu' dan jauh dari sifat sombong.

Pertama, perbanyak  Istighfar dalam keseharian setelah sholat atau setiap melakukan kesalahan.  Astaghfirullah adalah tindakan meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat Islam. Hal ini merupakan perbuatan yang dianjurkan dan penting di dalam ajaran Islam. Bacaan istighfar mengajarkan kita untuk bersikap tawadu',  mengakui kesalahan dan kelemahan sebagai manusia biasa tidak luput dari khilaf dan salah. Istighfar  tidak hanya membentuk sosok yang rendah hati,  tapi juga menghapus dosa-dosa kita jika dilakukan dengan kesungguhan hati karena sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat. 

Kedua,  menyadari kelemahan kita agar tidak takabur atas kemampuan dan kelebihan yang Allah anugrahkan pada kita.  Semua nikmat harus disyukuri, bukan dibanggakan dan disombongkan. Tidak semua keinginan hati bisa kita wujudkan adalah bukti kelemahan kita. Manusia yang tidak bisa memilih takdirnya menunjukkan manusia memiliki keterbatasan.  Bahkan,  jika kita perhatikan manusia hidup sampai pada batas waktu yang ditentukan.  Saat jatah waktu hidup sudah habis semua nikmatpun terrhenti dan tidak dibawa mati.  Sungguh,  manusia begitu lemah saat mereka tak mampu mengelak dari masalah dan musibah. Lalu untuk apa manusia bersikap sombong. Dengan menyadari kelemahan dan keterbatasan, kita akan bisa bersikap tawadhu', jauh dari sifat sombong.

Ketiga,  perhatikan kisah orang-orang sombong yang berakhir dengan kehinaan dan adzab yang pedih bahkan saat mereka masih di dunia karena berani menentang agama Allah,  kebenaran hakiki.  Tentunya kita semua tahu bagaimana akhir hidup raja Fir'aun, Namrud, Mustafa Kamal Attaturk dan orang sombong lainnya yang mati dalam kehinaan di akhir hidupnya.

Pada masanya yang telah habis, fir'aun karena kesombongannya yang tiada sedikitpun bergeming akan kebenaran. Dia ditenggelamkan oleh Allah Maha Mulia, Maha Raja dari Semesta Raya. Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (Al-Baqarah:50).

Begitu juga Namrud meninggal dalam kondisi mengenaskan, bukan karena serangan tombak atau hujaman anak panah, melainkan sang diktator itu tewas akibat serangga kecil. Kisah ini mengisyaratkan tentang kebesaran Tuhan. Allah berkuasa membalas keangkuhan manusia yang congkak dan menumbangkannya dengan perkara sepele, seperti kisah makar dan konspirasi Abrahah dengan pasukan gajahnya yang hendak menghancurkan Ka'bah. Kedigdayaan pasukan gajahnya ditumpulkan dengan pasukan kecil berupa gerombolan burung ababil ataupun kisah tentang kematian Fir'aun yang mengaku tuhan. Penguasa Mesir itu meninggal tenggelam di Laut Merah. Gaes, kisah diatas harus diambil sebagai pelajaran bagi kita semua agar tidak berjalan di muka bumi ini dengan kesombongan.

Keempat,  berislam secara kaffah bukti ketundukan kita kepada Allah SWT. Tidak usah bilang tetapi atau belum waktunya,  tidak cocok untuk negeri ini. Ajaran Islam harus diambil secara kaffah, bukan pilah pilih yang disukai saja. Saat kita mengambil ajaran Islam meskipun tidak sesuai dengan pemikiran kepentingan kita merupakan bentuk ketundukan kita kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Seorang muslim sejati tidak mungkin sombong. Jika tidak ada yang salah dengan keislamannya dan juga sholatnya. Seorang Muslim dalam setiap sholat mengucapkan tunduk dan berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam. Dalam sujudnya juga sebagai bentuk sikap tawadu' saat menghadap wajahnya pada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi. Gaes, semoga tips diatas akan bisa menjauhkanmu dari sifat sombong dan menjadi pribadi yang tawadu'. Insyaallah hidupmu akan lebih mudah dan Indah. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Tips Agar Tawadhu' & Jauh dari Sifat Sombong "