Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akrobat Politik Di Sebuah Negeri


Oleh: Kunjung Sasono (Komunitas Garis Bawah)


Ada sebuah cerita...

Alkisah disebuah negeri dongeng hegemoni penguasa kerajaan yang berangan-angan melaksanakan ambisinya. Antara mempertahan kekuasannya dan mensejahterakan rakyatnya. Berbagai daya dan upaya dilakukannya.


Tapi sayang terkadang apa yang dikeluarkan hari ini bertentangan dengan kenyataan saat kemudian. Janji politik yang adil, bersih, jujur dan wangi sewangi sabun mandi terkadang hanya bualan mimpi belaka.


Cerita dari sebuah perseteruan saat memperebutkan singgasana kursi raja. Yang pesaingnya rela mati dan tenggelam bersama rakyat, tapi berbalik arah ketika kursi jabatan menanti. Dalam politik tidak ada lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi.


Pemilihan para mandor-mandor yang menduduki jabatan strategis di negri dongeng inipun diisi dari para kolega dan jual jasa kepada raja saat berjuang meraih tahtanya. Tak peduli kompeten atau tidak becus yang penting politik balas jasa terlaksanakan.


Tak sampai disitu para sanak familinya keluarga raja dan pembantunya didorong ramai-ramai maju dalam pemilihan jabatan-jabatan strategis di daerah-daerah wilayah kerajaan. Membangun politik dinasti kerajaan agar melanggengkan singgasana kerajaan telah dimulai.


Lalu tak kala saat negeri dongeng ini ditimpa sebuah wabah pandemi. Banyak pejabat kerajaan berkoar dan berkelakar layaknya stand-up comedy, tak sigap dengan bencana menjadikan gagap dan carut marut saat penanganan. Dan akhirnya rakyat jadi tumbal pandemi dan lelucon pejabat ini.


Kemudian tak kala hiruk pikuk tentang wacana peraturan undang-undang kerajaan tentang haluan negerinyapun membikin gaduh. Aroma kebusukan tercium menyengat diatas tujuan kepentingan semata.


Ide kerajaan yang ingin menciptakan lapangan kerja untuk rakyatnya. Dengan seperangkat undang-undang sapu jagat omnibuslaw yang kemudian ditentang mahasiswa, pelajar dan buruhnya karena semua tak berpihak padanya. Tanda tanya besar untuk siapa undang-undang ini dibuat? Kalau bukan untuk kepentingan sinyo-sinyo kapitalis luar kerajaan.


Entah apa yang selanjutkan akan terjadi. Akrobat-akrobat politik yang indah dilihat dimata tapi sejatinya menipu rakyatnya. Akrobat-akrobat parodi politik yang selalu berputar seiring roda gila kekuasaan singgasana.


Semoga cerita ini hanya terjadi di negeri dongeng saja bukan di dunia kenyataan. Kalau ada kemiripan nama, tempat dan kejadian itu hanya kebetulan saja. 

Sayonara... (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Akrobat Politik Di Sebuah Negeri"