Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Be Like Pearl, Sis!


 

Oleh: Izzatu Syifa (Santriwati Pondok Pesantren Darul Bayan Sumedang)


Ini gue bikin khusus buat Lo yang cewek.

Sis, seperti yang kita semua tau bahwa negara +62 sedang krisis akal. Dari kalangan manapun itu, dari remaja, orang tua, bahkan sampai yang tua renta. Terkhusus remaja sih guys, karena remaja berperan penting dalam membangun kebangkitan sebuah bangsa. Dan disini, gue bakal bahas soal remaji. Alias, remaja putri.


Ga perlu bahas panjang kali lebar, atau terlalu rumit sampai otak lo semua pada mental. Lo bisa liat sendiri sekarang juga, detik ini juga, satu langkah aja lo keluar dari rumah, lo bisa liat sendiri faktanya, cewek alias wanita sudah sangat jauh meninggalkan fitrahnya. Demi populer, terkenal, atau agar di puja-puji manusia karena keindahan yang dimilikinya. Populer di dunia?? Ya!! Lagi-lagi dunia yang fana dan sementara, mereka semua udah lupa sama penghisaban di akhir nanti yang dilanjut kehidupan yang abadi. Mereka bangga ketika keindahan dapat ditonton oleh laki-laki durjana. Mereka bahkan rela membuka "segel" mereka, sesuatu paling berharga dalam diri mereka, hanya untuk harta yang akan habis juga ujung-ujungnya, tapi mereka sudah buta!!

Pemikiran barat yang seolah mengikat derajatnya, padahal sebaliknya, berhasil di cekoki pada setiap wanita yang ingin diakui eksistensinya. Bahkan telah mendarah daging!! Ckck. Dan anda-anda yang mungkin bagian dari mereka semoga mendapat hidayah nya ya...


Okeh !!!  Back to the point.

Barat, mabda kapitalisme yang berlandaskan sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) beranggapan bahwa. "Sesuatu yang indah itu harus di pertontonkan", karena itu lahir lah ajang kecantikan dari Indonesia sampai mendunia pastinya. Cettaarrrrrr membahanaaa!!! Bagaimana tidak? Orang isinya cewe cantik semua!! Tapi karena semua itulah, para cewek lebih mementingkan kecantikam fisik dibandingkan akhlaknya,  "biarkan aja nakal, brandal, asal cantik...bebas", adahal jelas bahwa "sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita Solehah". itu firman Allah!!! Anda muslimahkan? Maka anda harus taat dengan segala perintahnya dan segala larangannya, Islam memang bukan agama paksaan, tapi begitu lo beriman, lo harus tanggung konsekuensinya. Yaitu bener-bener taat sama peraturan karena gue yakin lo bukan muslimah abal-abal. 


Allah adalah pencipta kita. Dia yang paling tau apa yang terbaik untuk kita. Apa yang datang darinya pasti memuaskan akal, menentramkan jiwa dan sesuai dengan fitrah manusia. Makanya, nurut-nurut aja!! Tapi kalau mau pakai akal boleh juga, ayo kita pake logika. Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, yang isinya super komplit!! Salah satunya, cara menjaga kehormatan wanita. Allah menyuruh cewe menutup aurat cewe seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.


Menggunakan khimar (kerudung) dan jilbab (gamis). Terus Allah juga telah memberikam tuntunan kepada kita muslimah, agar bisa menjaga diri sendiri. Walau ga ad bodyguard yang stay jagain kita, tapi Allah telah mengatur pola tingkah muslimah seharusnya. Tegas lugas ketika berbicara dengan lawan jenis, menggunakan pakaian longgar dan tidak memakai wewangian, menjaga pandangan, dan tentunya yang paling penting adalah... Jaim!!! Jaga image?? Boleh lah dibilang begitu, tapi yang gue maksud disini tu, jaga iman. Yang kalo udah beriman, sudah pasti dapat menjaga iffah dan Izzah kita (kehormatan dan kemuliaan).


Karena iman inilah yang akan menjadi benteng terkuat dan akan mendorong kita untuk taat aturan yang Allah kasih buat kita. Iman kita kepada Allah, dan merasa bahwa diri ini hanyalah hamba baginya, akan mendorong kita kita untuk senantiasa taat dengan aturannya. Dari bangun tidur sampai bangun negara kita akan otomatis menjaga mata, telinga, hati, lisan, termasuk menjaga tingkah laku dan kehormatan kita. 


Allah sudah kasih manusia aturan yang sempurna banget. Masalahnya, manusia aja, suka ngeyel. "Sis doain aja ya...aku untuk siap pake hijab" atau "mau hijabin hati dulu" "sabar sis..ini juga lagi proses... Segala sesuatu kan butuh proses!" Kurang lebih, gitulah ocehan mereka yang mengaku muslimah tapi belum berhijab. Belum menutup aurat dengan syar'i, atau bahkan...bukan cuman ngoceh tapi malah protes! "Kenapa si, cewek kudu nutup aurat?! For what?! Sayang dong rambut rebonding gue udah cantik cantik! Gak keliatan! Sewot banget si ni orang! Buat taat sama tuhan aja...banyak alesan please deh sis!


Oke deh. Gini. First kita itu hamba Allah. Manusia yang gak lain dan gak bukan, diciptain untuk beribadah padanya. Namanya hamba, ya harus nurut sama majikan kalo kagak? Ya gak tau diri banget lah, toh hamba! Seharusnya majikan udah hukum dia seberat beratnya. Tapi Allah, pencipta, tuhan sekaligus majikan kita, sayang banget sama kita. Nunda siksanya. Kalo gak di dunia, ya di neraka to kenapa? Karena Allah masih mau ngasih kesempatan kita buat kembali kepada Nya.kasih kesempatan kita untuk tobat, dan kembali lagi untuk taat. Tapi inget, kita hamba, yang harus taat! 


Second, kita udah beriman. Tadikan gue udah bilang, begitu lo beriman, lo harus terima konsekuensinya. Gak peduli lingkungan sekeras apa, gak peduli naluri eksistensi yang meronta pengen kayak mereka, iman lo harus teguh seteguh karang. Tau gak, suatu hadist yang mengisahkan salah satu contoh saking siapnya para shahabiyah dalam konsekun beriman? Sampe-sampe, begitu rasul mengabarkan tentang wajibnya menutup aurat bagi para wanita, saat itu juga, mereka merobek atau menarik kain sprei. Gorden yang ada di dekat mereka. Dan langsung menutupi aurat mereka saat itu juga.


Tanpa tapi, tanpa nanti. Lah kita?!

Sis, sekali lagi, "sebaik-baik perhiasan dunia ialah wanita Sholehah" dan emang Allah memperlakukan wanita selayaknya materi yang berharga. Seperti mutiara yang terjaga dan sangat mahal harganya. Apa ada materi yang berharga lebih dari mutiara? Setau gue... Nggak ada. Dan Allah menjaga cewek kek menjaga mutiara. 


Perhatikan! Mutiara itu indah dan ia tak pernah hadir di permukaan, ia ada di dasar lautan. Bahkan untuk mendapatkannya, bisa jadi harus bertaruh nyawa logikanya, pernah liat mutiara bareng gorengan terus dibungkus pake kresek jelas enggak. Ia pasti terjaga dengan berlapis lapis segel yang menjaga ibaratnya, segel itulah, hijab kita. Dan satu lagi. Untuk melahirkan sebuah mutiara sebuah kerang harus merasakan rasa sakit yang sakit bukan mudah. Udah ngeh belum? Oke deh gini. Untuk menjadi mutiara kita harus bener-bener berjuang sekeras mungkin dalam berpegang teguh pada Islam, di tengah lingkungan yang.. Beginilah adanya, harus bisa melawan arus !!


Kita harus bisa menahan dan teguh iman di tengah dunia di segala kebebasannya, membuat kita terkekang lahir batin. Ga leluasa buat beriman dan memperkokoh ketaatan. Tapi ingatlah mungkin di mata manusia kau terlihat hina, tak bermakna, atau biasa aja. Kaulah mutiara yang pantas memasuki surganya... Mutiara... Jelas bukan mereka yang foya-foya tapi mereka yang mau berjuang di jalan takwa. Hamasah, sist!! Be like perl,  is awesome!! (reper/az)

Posting Komentar untuk "Be Like Pearl, Sis!"