Ghuroba? Dia lah Agen Perubahan
Oleh: Dewi Yulia (Santriwati Pondok Pesantren Darul Bayan Sumedang)
Jauh 14 abad setelah wafatnya Rasulullah SAW, kehidupan yang telah dipupuk dengan susasana dan aturan Islam, kini berganti dengan bau busuk sekularisme, maka ditengah-tengah jaman itu muncul tokoh-tokoh perubahan yang mampu menyelamatkan umat dari keterpurukan. Sedangkan calon tokoh-tokoh perubahan itu yang semua orang harapkan selama ini, yang umat tunggu-tunggu hingga detik ini sebagian telah habis ditelan oleh yang namanya sistem kebodohan. Ya, sistem kebodohan, sistem yang dianut negeri ini adalah sistem yang dibangga-banggakan dan dipertahankan di negeri ini. Padaha, justru sistem inilah yang telah menelan ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran jiwa umat Islam, menjadikan kemunduran bagi umat Islam dan memaksa umat Islam berada di titik nadir, yang tak terbayangkan oleh kaum muslimin di masa silam tatkala berada dalam kejayaan dan keadilan. Pasti dan nyata.
Begitu kita lihat kondisi saat ini, Indonesia adalah negara berpenduduk 85% muslim. Namun sayang, ini memperlihatkan umat terburuk bukan umat terbaik. Penyebab utama, bisa jadi adanya kemunduran tingkat berpikir umat yang sangat parah. Masyarakat menjadi apatis dengan agama, dihipnotis dengan godaan dunia yang tak berkesudahan. Padahal, kalau kita tau hakikat dunia yang Allah firmankan dalam QS. Al-An'am ayat 32 bahwasannya dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, maka kita seharusnya tidak tergoda dengan dunia dan seisinya ini.
Masyarakat yang tidak paham tentang hakikat dunia tadi pada akhirnya memutuskan perkara berdasarkan logika mereka yang terotak-atik atau memakai pemikiran yang berasal dari ajaran selain Islam. Ada pula yang akhirnya menyimpulkan bahwa identitas Islam sebagai agama yang maju tampaknya tak mampu bersaing dalam menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi. Hampir di dunia ini teknologi-teknologi fantastis justru berasal dari luar negeri muslim. Amerika dan Jepang adalah salah satu pusat peradaban teknologi di dunia. Kepincut dengan kecanggihan seperti itu, maka banyak negeri-negeri Islam termasuk Indonesia yang akhirnya mengikuti jejak-jejak mereka.
Banyak sekali barang atau produk di Indonesia yang berasal dari sana terutama kendaraan motor dan mobilatau pun handphone dengan berbagai merk yang berbeda-beda, dan masih banyak lagi nama-nama produk yang terdengar asing bagi telinga kita orang Indonesia. Dari nama-nama merek yang aneh ini juga membuktikan bahwa merk produk ini memang bukan dari negara Indonesia tapi dia dari negara asing. Lalu dimana kah jati diri umat Islam yang memiliki bingkai sejarah hebat? Yang mana tokoh ulama, ilmuwan dan cendekiawannya telah berhasil menciptakan berbagai penemuan yang sangat berpengaruh terhadap dunia? Tak berhenti disitu saja, masyarakat seperti latah dan ikut-ikutan dengan trend yang ada, kita mengetahui betapa banyak orang yang akhirnya terjebak pada pola konsumtif, pola pergaulan, gaya hidup dan pakaian yang jauh dari kata islami. Di tengah-tengah masyarakat lahirlah pemikiran yang mengadopsi dan mengikuti aturanbarat.
Inilah Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, tapi negara ini malah menghargai hukum buatan manusia, bukan hukum buatan Allah. Kaum muslim kini juga terpecah belah, mereka ada dalam lingkaran kecil negara atau nation state, mereka lupa dengan adanya lambang, logo bendera dan wilayah sendiri menjauhkan umat Islam dari kesatuan dan rasa ukhuwah dalam satu kepemimpinan, maka melihat latar belakang umat Islam pada saat ini kita harus membuat misi agen perubahan. Agen perubahan ini, tentunya memiliki anggota.
Pertanyaannya? Siapakah yang akan menjadi anggota agen perubahan itu? Sebenarnya agen-agen perubahan itu sudah lama muncul di tengah-tengah kita. Namun, kita saja yang tidak menyadari keberadaan mereka. Mungkin, sebagian kecil dari kita ada yang sadar tapi sebagian besar yang lain tidak sadar atau bahkan yang lebih parahnya lagi mereka sadar tapi justru malah memerangi agen perubahan ini. Nah, termasuk manakah kalian? Agen perubahan itu adalah "THE GHUROBA" (keterasingan). Ghuroba inilah yang menyingsingkan panji-panji perubahan dan akan membuktikan dirinya lah yang layak menjadi pemimpin di akhir zaman. Dan seruan kedatangannya telah jauh-jauh dikabarkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana sabda beliau "Islam bermula dalam keadaan asing dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang orang yang terasing itu". (HR. Muslim no 145).
Tidak hanya itu, kedudukannya pun dirindukan oleh para sahabat Rasulullah Saw. Contoh teladan mereka adalah Muhammad Saw sehingga bagi mereka Rasulullah Saw adalah panutan. Mereka senantiasa ingin mewujudkan setiap mimpi yang menjadi kabar gembira dari dirinya. Mereka merasa merah padam tatkala hinaan datang bertubi-tubi kepada sosok manusia yang mulia itu, mereka merasa terbakar tatkala masyarakat muslim dunia didzolimi. Amerika sebagai simbol peradaban yang mengakar dan mendunia saat ini, adalah musuh besar para Ghuroba.
Para Ghuroba yang terbakar oleh mabda, telah bertekad dalam diri ingin memusnahkan kapitalisme, demokrasi dan berbagai isme yang telah menyesatkan umat karena mereka yakin dengan seizin Allah kemenangan yang dijanjikan akan tiba kemenangan yang akan mengantarkan kekalahan telak bagi kekufuran dan mengangkat kemenangan bagi pemegang Panji Islam.
Ingatlah, kehidupan ini adalah pilihan-pilihan untuk mempertahankan ideologi Islam dan mengusungnya. Atau sama sekali tidak memilihnya. Setiap pilihan ini adalah buah kesadaran setiap insan. Dan pada hakikatnya ia bermula dari kesadarannya terhadap aqidah dan 3 pertanyaan mendasar yang harus dijawab yaitu dari mana ia? Untuk apa ia? Dan akan kemana ia? Dan para Ghuroba itu telah memilih jalan cinta ini yaitu Islam sebagai alur perjuangan hidupnya. Karena dakwah tidak akan pernah berakhir. Dakwah never die begitulah, seruan yang akan diperjuangkan.
Hanya mereka yang berdedikasi tinggi yang akan mengemban misi mulia ini, misi menyempurnakan ajaran Islam di akhir zaman. Allah telah memberikan kepada kita wilayah yang subur ini, sebagai titik awal kebangkitan Islam. Amal Sholeh dan kemenangan sejati itu tidak hanya dicapai dengan ibadah spiritual saja kemenangan sejati akan timbul dengan gerakan dan dakwah politik untuk mengajak ikut serta membangun Islam secara sempurna. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah bersama mereka yang berjuang di jalan-Nya. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Ghuroba? Dia lah Agen Perubahan"