Goresan Rindu Seorang Ibu
Oleh: Farida Fathmah
Seorang ibu bersama anaknya dikeramaian kota bekasi. Mencari sesuap nasi. Dengan cat silver menyelimuti diri.
Sudah tak ia pedulikan teriknya mentari. Yang penting nanti perut anaknya terisi. Tak lagi makan makanan kurang gizi
Dari mobil satu ke mobil lain. Kakinya berjalan bergantian. Berharap diberi sedikit uang recehan. Hanya ini cara yang bisa ia lakukan. Sejak tak lagi ada sandaran.
Kadang ia harus mengais sampah dijalan. Agar bisa dijual dan ditukar makanan. Untuk mengganjal perut yang keroncongan.
Supaya hidup bisa terus berjalan.
Entah kemana harus meminta pertolongan.
Mengharap tetangga pun juga kesusahan. Jadilah mengamen dan memulung ia lakukan.
Ditengah lelahnya ia mengamen. Segerombolan satpol PP datang mengamankan. Dianggap meresahkan pengguna jalan. Merusak keindahan. Mengganggu ketertiban.
Sungguh miris melihat kondisi ini.
Rasa iba mungkin menghampiri. Para pengguna jalan kota bekasi. Merekapun ingin sedikit berbagi. Namun bagaimana lagi?
Jika pengamen dibiarkan dijalan. Memang sangat meresahkan. Mengganggu ketertiban serta keindahan jalan.
Mereka butuh solusi. Para pengamen yang ingin mengais rezeki. Dari pengguna jalan
Yang mau berbagi. Namun, mengapa pemerintah seakan tak perduli. Dengan kondisi ini. Malah serta- merta menangkapi.
Dimana janji para petinggi negeri. Yang kemarin bilang akan menolong rakyat kecil. Yang kemarin bilang akan atasi sulitnya ekonomi.
Mungkin mereka lupa karena sudah duduk diatas singgasana.
Mungkin mereka tak ingat janji-janji yang dulu ditebar pesona. Mungkin perut mereka sudah kekenyangan dengan seluruh santapan istana. Sehingga terlelap dalam mimpi negeri boneka.
Padahal kenyataannya rakyat masih dalam kondisi sangat lapar dan susah. Resah. Gelisah. Ditambah acaman wabah.
Wahai para petinggi negeri. Bangunlah. Lihat kondisi rakyatmu. Selesaikan masalah. Jangan diabaikan. Jika memang tak mampu. Segeralah periksa apa yang salah.
Intropeksilah. Apakah dirimu yang salah? Atau sistem dinegeri ini yang salah?.
Ayolah selesaikan masalah!.
Rakyat butuh solusi segera.
Pernahkah kau baca kisah Khalifah Umar Bin Khatab yang memanggul beras sendiri untuk diberikan kepada seorang ibu yang sedang memasak batu untuk anaknya?
Begitu sigap dan cekatannya Khalifah Umar menyelesaikan 1 masalah demi selamatkan nyawa rakyatnya.
Tak sampai hati ia biarkan rakyat kelaparan.
Tak bisa tidur ia jika masih ada terdengar perut yang keroncongan.
Sungguh sosok pemimpin yang dirindukan.
Dirindukan oleh umat yang sedang kesusahan.
Umat yang sedang dalam himpitan.
Akankah hadir sosok pemimpin harapan umat?
Ditengah sistem yang kian menjerat. Sistem yang tak berpihak pada rakyat. Sistem yang hanya selamatkan para pejabat.
Sungguh Umat butuh Pemimpin Harapan. Yang Tegakkan Aturan. Dari Sang Pencipta Alam Semesta. Aturan yang akan selamatkan.
Aturan yang dengannya seluruh masalah terselesaikan. Karena langsung dari Dia Yang Menciptakan. Manusia, alam semesta dan kehidupan.(reper/ar)


Posting Komentar untuk "Goresan Rindu Seorang Ibu"