Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hijrah Membuat Perasaan Tidak Enak, Benarkah?


Oleh: Robby Vidiansyah Prasetio 


Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan fenomena Hijrah ini. Baik dari kalangan orang yang biasa sampai dari para artis sudah banyak yang mendengar kata Hijrah ini. Bisa kita jumpai ini hari banyak artis yang mulai untuk berhijrah dengan meninggalkan pekerjaannya sebagai artis. Tentu ini patut kita apresiasi karena usahanya yang ingin berubah dari jahiliyah menuju jalan iman.


Di dalam sejarah, hijrah bermakna perpindahan dari Makkah menuju Madinah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat. Tujuan dari Hijrah tersebut adalah untuk mempertahankan dan menegakkan Akidah dan Syariat Islam. Perintah Hijrah juga ada di dalam Al-Quran,  “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah: 218)


Orang yang sedang berhijrah tentu tidak tiba tiba, mereka harus melalui sebuah proses yang sangat panjang sekali, bahkan hijrah ini tidak akan pernah berhenti sebelum ajal menjemputnya. Karena sejatinya manusia adalah manusia terbatas dan tidak sempurna. 

Dalam menitih jalan hijrah pasti kita akan menemukan hambatan dan rintangan yang siap untuk menghadang kita. Tidak selamanya yang kita bayangkan Hijrah itu selalu landai dan enak. Tidak sedikit dari kita yang sudah memutuskan untuk berhijrah pasti akan menemukan yang namanya diejek dan dikucilkan oleh teman-teman kita karena memiliki perbedaan pemahaman dengan yang lainnya. Berusaha ingin menjadi baik dengan berhijrah tapi banyak yang tidak mendukung dari keluarga,teman,suadara dan lingkungan sekitar. Apa yang harus kita lakukan?


Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Suatu permasalahan pasti islam mempunyai solusinya. Sama halnya ketika kita menerima sikap yang kurang enak ketika kita berhijrah. Dalam Islam sikap yang harus kita lakukan ketika menghadapi permasalahan tersebut adalah tetaplah berada di jalan Hijrah, karena tujuan utama kita untuk Hijrah adalah mencari Ridho Allah SWT bukan mencari Ridho Manusia. Kalau dalam bahasa kekinian “Cari Muka itu sama Allah bukan sama Manusia”. Jadi harus ingat tujuan awal kita dan tujuan ini harus benar tidak boleh salah, tempatkan tujuan semata mata hanya mengharap ridho Allah SWT.



Dan yang kedua adalah Berdakwah, teruslah berdakwah sampaikan kebenaran islam ini meskipun banyak yang tidak suka. Tidak selamanya dakwah itu menyenangkan, dakwah juga beresiko. Bisa kita lihat bagaimana jalan dakwah para Nabi dan orang-orang sholih yang begitu banyak resikonya. Mulai dari dicemooh sampai di ancam untuk di bunuh. Maka bersabarlah, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah :155). 


Allah meminta kita untuk bersabar, bertasbih, berdzikir setiap saat, dan tetap istiqomah di jalan dakwah ini sampai ajal menjemput kita. Maka teman teman jangan bersedih dalam hijrah dan dakwah, perbanyak teman sholih/sholihah, mulai mengaji islam, dan bergabung dengan majelis ilmu. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Hijrah Membuat Perasaan Tidak Enak, Benarkah? "