Indonesia Butuh Solusi
Oleh: Corry Corina
Perubahan. Kata ini selalu dinantikan oleh masyarakat. Kata yang hanya ditawarkan sebagai janji manis di masa kampanye. Namun pada faktanya, sampai saat ini kondisi masyarakat tidak kunjung beranjak menjadi lebih baik. Kondisi dunia dan di dalam negeri justru selalu hadapi krisis ekonomi berulang, kegagalan atasi pandemi, kerusakan moral kian parah, korupsi menggurita, SDA dikuasai asing, dan beragam madharat yang dihadapi Islam dan umat Islam.
Hingga saat ini perubahan yang terjadi hanya sampai pada personel penguasa saja. Silih bergantinya penguasa tak mampu mengubah kondisi masyarakat yang terpuruk menjadi baik, bahkan semakin parah. Hal ini karena penyebab utama seluruh problematika bukanlah sebatas persoalan siapa dan seperti apa sosok pemimpinnya. Tetapi juga sistem yang diterapkan. Ketika sistem itu rusak, maka kebijakan penguasa yang terpancar darinya juga sudah pasti rusak. Begitu pula sebaliknya.
Negeri ini butuh perubahan dan satu-satunya ide perubahan yang hakiki dan mampu memberikan kemuliaan bagi seluruh rakyat hanyalah islam. Sebab perubahan tidak bisa diwujudkan melalui mekanisme demokrasi. Dari kasus UU Cipta Kerja yang telah resmi diundangkan presiden Joko Widodo pada tanggal 2 November 2020 (detikcom) semestinya kita belajar bahwa bahaya sistem sekuler demokrasi ini tidak bisa dihindari atau dihentikan kecuali dengan perubahan sistem ke arah Islam.
Demokrasi telah menghasilkan eksploitasi manusia atas manusia lain. Segelintir manusia yang tak lain adalah para kapitalis hidup sejahtera di atas penderitaan mayoritas manusia lainnya. Menimbulkan kesengsaraan dimana-mana. Tidak heran, karena ia adalah sistem buatan manusia, yang mendasarkan keputusannya dengan mengatasnamakan suara terbanyak. Yaitu suara para pemodal dan penguasa.
Berbeda dengan Islam, selama 14 abad menguasai dunia, terbukti telah memberikan kesejahteraan paripurna bagi seluruh rakyatnya. Dari bidang ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan keamanan, yang kesemuanya unggul.
Namun setelah Khilafah terakhir runtuh pada tahun 1924, dunia Islam yang mulanya membentang seluas 2/3 dunia, kemudian tersekat-sekat dan terjajah. Penjajahan itu tidak pernah berhenti, melainkan hanya berubah pola. Bila dulu dilakukan secara langsung melalui invasi militer, kini dilakukan secara tidak langsung dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan melalui perang pemikiran. Akibatnya, kondisi umat Islam dan tanah air ini terpuruk di segala aspek kehidupan. Didera berbagai masalah yang tak kunjung menemukan solusi.
Akibatnya, walaupun umat di negeri ini memeluk agama Islam, namun sistem yang digunakan untuk mengatur urusan publik bukan berasal dari Islam, melainkan Kapitalisme. Terlihat jelas dari tata cara pengambilan keputusan di lembaga-lembaga negara. Yaitu berdasarkan suara terbanyak. Tanpa memperhitungkan esensi baik atau buruk dari keputusan itu sendiri.
Berdasarkan realitas tersebut, maka sesungguhnya problematika utama kita adalah mengembalikan penerapan Islam dalam kancah kehidupan melalui penegakan kembali Khilafah. Hanya melalui hal itulah kaum Muslimin dapat melakukan perubahan hakiki, yakni melepaskan diri dari jeratan ideologi Kapitalisme yang menyengsarakan, sekaligus mengembalikan masa kegemilangan seperti pada saat dulu di bawah naungan Khilafah Islamiyah.(reper/az)


Posting Komentar untuk "Indonesia Butuh Solusi"